
Entah kenapa ucapan Reyhan saat dia akan keluar kamar, terasa sangat menyakitkan bagi Mentari sampai mentari tidak bisa membendung lagi air matanya, dia menangis sampai riasan wajahnya rusak.
Embun dan suci datang ke kamar Mentari untuk menemani calon pengantin perempuan itu dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat riasan wajah Mentari yang berantakan.
"Tari apa yang terjadi bukankah tadi saat kami tinggalkan kamu baik-baik saja" ucap Embun
Sucipun menimpalinya dengan berkata "Tari katakan pada kami siapa yang telah membuat mu menangis".
Mentari menjawab dengan sesegukkan "Tadi Reyhan datang kesini dan dia bilang aku kurang sabar menunggunya dan dia mendoakan agar aku bahagia dan bisa bersama dengan suamiku sampai maut memisahkan, padahal dia hanya berkata seperti itu tapi rasanya sangat sakit".
Embun dan Suci saling menatap dan mereka ingin tertawa saat mendengar ucapan Mentari karena mereka sudah tau jika calon suami Mentari adalah Reyhan yang sudah membuat Mentari menangis sampai riasannya rusak.
"Sudah jangan menangis lagi" ucap Embun dan dia menyuruh Suci memanggil perias lagi.
perias yang di panggil Suci datang dan merapihkan kembali riasan Mentari.
__ADS_1
Sementara orang-orang yang berada di tempat yang akan di jadikan tempat ijab qobul sedang menunggu calon mempelai pria yang belum ada disana karena dia sedang di toilet katanya padahal belum turun dari lantai atas rumah tersebut.
Deni yang sudah melihat Reyhan langsung menghampirinya dan mengajaknya duduk disebuah kursi, Reyhan merasa bingung karena Deni menyuruhnya duduk di tempat tersebut dan dia semakin bingung saat dia di beri sebuah kertas, Reyhan yang masih bingung tetap menerima kertas tersebut.
Lalu Reyhan membaca kertas tersebut atas perintah Deni, dan saat membaca kertas tersebut Reyhan tersenyum sangat lebar dan membuat semua orang yang melihatnya ikut tersenyum.
Sang penghulu yang melihat jika Reyhan sudah membacanya langsung berkata "apa nak Reyhan sudah siap?".
Reyhan yang sudah hapal di luar kepala langsung mengiyakannya.
Dia cepat menghapal bukan hanya karena dia pintar tapi karena isi dari kertas tersebut adalah hal yang paling dia inginkan sekarang.
jantung Reyhan berdetak dengan sangat keras mana kala pembawa acara memanggil Mentari untuk segera menemui dirinya dan untuk menandatangani berkas pernikahan.
Mentari datang di dampingi Suci dan Embun Reyhan sangat bahagia saat melihat Mentari menghampirinya.
__ADS_1
"Di saat aku benar-benar sudah ikhlas melepas mu, Allah malah mempersatukan kita dan tidak tanggung tanggung kita langsung menikah" ucap Reyhan dalam hati sambil terus menatap Mentari dan tidak mengalihkan pandangannya pada siapapun.
Sementara Mentari masih setia menatap lantai yang akan dia pijak, Mentari merasa jantungnya berdetak sangat keras "Kenapa jantungku seperti ini, rasanya seperti saat berdekatan dengan Reyhan atau jantungku sudah bisa menerima orang lain, syukurlah jika seperti itu" ucap Mentari sambil melangkah dengan mata yang masih melihat lantai.
Mentari duduk tanpa melihat wajah Reyhan karena Reyhan sedang berbicara dengan orang yang berada di sampingnya.
Mentari yang sudah duduk langsung di suruh menandatangani berkas pernikahannya dan Reyhanpun sama, Mentari telah selesai dan dia tidak memandang wajah Reyhan karena Reyhan masih menandatangani berkas pernikahannya.
Mentari sempat melihat wajah Reyhan dari samping namun dia tidak berpikir jika itu Reyhan karena Reyhan Memakai kopeah.
Setelah selesai mereka di suruh untuk saling berhadapan, Reyhan Menghadap Mentari lebih dulu dan dia tersenyum sangat lebar.
lalu di susul oleh Mentari tapi dia masih menundukan kepalanya sampai Reyhan Berkata "Angkat wajahmu".
Deg. jantung Mentari terasa berhenti berdetak saat dia mendengar suara suaminya benar-benar mirip dengan suara Reyhan dan tanpa menunggu lama Mentari langsung mengangkat wajahnya dan mata mereka saling bertemu dan terkunci untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Kita sudah menjadi suami istri Tari" ucap Reyhan yang entah kemana sikap dia yang dingin itu.
Mentari tidak menanggapi ucapan Reyhan dia malah mengedipkan matanya berulangkali karena merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan untuk menyakinkan jika yang dia lihat tidak salah dia langsung melihat Embun dan Suci yang berada di sampingnya yang lumayan jauh dan bukan bertanya langsung pada Reyhan yang ada di depan matanya.