Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Dokter


__ADS_3

Keesokan paginya Suci baru bangun tidur dan dia merasa kehausan.


"haus sekali kenapa aku lupa bawa air minum semalam" ucap Suci lalu dia turun untuk mengambil air minum di dapur.


Suci menuruni anak tangga tanpa melihat ada orang lain di sana yang sedang menatapnya dari dia turun tangga sampai lenyap terhalang dinding pembatas antar ruangan.


Suci yang sudah mengambil minum akan kembali ke kamarnya karena dia akan bersiap untuk pergi bekerja, namun saat dia akan menaiki tangga mamahnya memanggil.


"Ci kamu baru bangun".


Suci yang di panggil menjawab tanpa melihat sang mamah "Engga baru bangun juga mah soalnya udah cuci muka terus aku baru dari dapur ".


Suci berniat untuk melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga namun niatnya dia urungkan karena merasa ada yang memperhatikannya.


Suci pun menoleh dan "astagfirullah" Suci kaget karena melihat ada orang lain di rumahnya sepagi ini dan yang lebih membuatnya kaget orang tersebut adalah Dokter yang memeriksa sang nenek di rumah sakit.


Suci langsung naik ke atas dengan cepat karena merasa malu dengan penampilannya yang berantakan karena tadi hanya membenarkan ikatan rambutnya sembarangan dan dia juga malu karena masih memakai baju tidur yang aduh tak pantas di lihat laki-laki yang bukan keluarganya.

__ADS_1


Suci yang sudah masuk kamar langsung menutup pintu kamarnya dengan keras "sial kenapa ada dokter itu di sini" ucap Suci dan beberapa detik berikutnya dia ingat jika akan ada yang memeriksa sang nenek jika pagi hari atau sore hari.


"Ah jangan-jangan dokter yang akan memeriksa nenek dia".


Sementara orang tua Suci yang akan ke kamar sang nenek kaget saat mendengar suara pintu yang di tutup dengan sangat keras.


"Itu anak kenapa? gak biasanya nutup pintu sekencang itu". ucap ayah


"Kayanya dia malu". ucap sang mamah


"Malu kenapa?" tanya sang ayah


"Oh pantas saja, pasti dia malu banget mah".


"Sudah ayo kita susul dokter Andre ke kamar nenek".


dan merekapun pergi melihat sang nenek di periksa.

__ADS_1


Suci langsung membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke kantor, namun sebelum berangkat dia akan sarapan terlebih dahulu di rumahnya seperti biasanya.


Suci berjalan santai menuju ruang makan sambil bersenandung, dan dia berhenti saat melihat dokter Andre sedang sarapan dengan keluarganya.


Suci merasa malu untuk kedua kalinya karena pasti Dokter Andre mendengar suara emasnya yang akan membuat kepala pusing jika di keluarkan di tengah hari.


"Aku pikir dia sudah pulang, ini pasti mamah maksa dokter itu untuk sarapan, nah sekarang aku harus gimana langsung berangkat atau ke meja makan"


Suci pun memilih untuk pergi ke kantor karena dia berpikir jika yang berada di meja makan sudah pasti mendengar nyanyiannya tadi yang aduh mirip kaleng yang di pukul.


Namun sayang saat dia membalikan tubuhnya suara adiknya terdengar.


"Kaka mau kemana?". teriak sang adik dan membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Andre yang juga mendengar teriakan Derel merasa heran karena Derel tidak memanggil Suci dengan panggilan mamah ibu atau bunda tapi dia tidak mau menanyakannya dan memilih diam dan berpikir mungkin Suci lebih suka di panggil kakak dari pada panggilan bagi seorang ibu,


"Kenapa itu bocil melihat dan memanggil aku sih, gagalkan rencana ku". gerutu Suci dan dia membalikan kembali badannya dan memasang senyuman termanisnya.

__ADS_1


"Apa sayang" ucap Suci pada sang adik


__ADS_2