Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
kenyataan yang pahit


__ADS_3

Mereka sampai di negara xxxx, dan mereka langsung beristirahat di sebuah hotel,


kenapa di hotel dan bukan di kediaman kakek Reyhan? itu karena Reyhan sudah memberikan aset sang kakek yang berada di negara tersebut kepada keluarga sang nenek, sebelum dia memutuskan untuk pulang ke negara tempat dia dilahirkan.


Setelah cukup beristirahat mereka bersiap untuk pergi.


"Kalian sudah siap?" tanya Mentari.


"Siap bos" ucap keduanya sambil memberi hormat ala tentara dan mereka tertawa lepas.


mereka menyusuri tempat wisata yang berada di negara itu sesuai dengan yang di inginkan Mentari.


di hari kedua pun sama tapi di pengunjung hari saat mereka sedang makan tiba-tiba terlihat oleh mereka seseorang seperti Leo dan dia menggandeng seorang perempuan yang sedang hamil.


Mentari dan Embun berpura-pura tidak melihat sementara Suci tetap fokus melihat orang yang mirip dengan kekasihnya.


Dan setelah yakin Suci tertunduk dengan air mata yang sudah membasahi seluruh pipinya dan dia berkata dengan dadanya yang terasa terhimpit batu yang sangat besar "jadi ini alasan dia jarang menghubungi ku akhir akhir ini ternyata ini, dia sudah mempunyai istri dan dia sedang mengandung".

__ADS_1


Untungnya mereka sudah makan dan Mentari mengajak Suci untuk kembali karena tidak mungkin mereka terus di sana dengan Suci yang terus menangis.


Mereka sampai di tempat mereka menginap.


Mentari dan Embun meninggalkan Suci sendiri di kamar hotel dan mereka pergi ke kamar masing-masing.


Pagi menyapa mereka di hari terakhir di negara xxx,


Mentari dan Embun terlihat lebih segar karena sudah bersiap untuk mengantar Suci menemui kekasihnya.


"Kamu jahat leo, seharusnya kamu memberi tahu aku jika kamu sudah memiliki istri dan tidak membiarkan ku berharap pada mu terus, aku tidak akan marah jika kita berpisah karena aku tau jodoh bukan kita yang menentukan". ucap Suci sambil menepuk dadanya yang masih terasa sesak.


"Tapi sekarang aku sakit hati karena kamu membiarkan ku berharap selama bertahun-tahun pada mu, kamu tega leo, aku bahkan sering bertengkar dengan kedua orang tua ku karena aku selalu membelamu, tapi apa balasan yang ku terima, kamu malah memiliki pasangan di negara ini dan sudah menikah dan sepertinya sebentar lagi kamu akan mempunyai anak ". ucap suci sambil tersenyum miris


Ya Suci memang sudah merasa ada yang berbeda dari Leo sejak dua tahun leo tinggal di negara xxxx, tapi semua prasangka buruknya dia tepis dengan terus menanamkan dalam dirinya jika dia harus berpikir positif tentang leo dan tentang hubungannya.


dan apa yang dia takutkan terjadi bahkan leo sekarang sudah menikah dengan orang yang di pacarinya selama setahun dan baru menikah di tahun kedua mereka bersama dan Suci tau itu dari Mentari.

__ADS_1


Suci marah karena Mentari tidak memberi tahu tentang penyelidikannya lebih awal sebelum mereka pergi ke negara tersebut.


Tapi setelah Mentari menjelaskan tujuannya mengajak Suci ke negara tersebut Suci pun memaafkan Mentari.


Suci keluar kamarnya dengan wajah lesu dan penampilan yang sama seperti semalam karena dia tidak mempunyai tenaga walau hanya untuk membersihkan dirinya.


Mentari dan Embun yang melihat kondisi Suci langsung mengajak Suci untuk masuk kembali kedalam kamarnya, mereka berbagi tugas.


Mentari bertugas menyiapkan air hangat dan keperluan mandi Suci termasuk menuangkan sabun yang bisa membuat pikiran tenang dan rilek saat menciumnya.


Sementara Embun menyiapkan baju untuk Suci.


"Ci apa kamu ingin kami membantu mu mandi".


"Tidak perlu aku bisa sendiri terima kasih teman-teman".


"Sama-sama, cepat lah sebelum dia berangkat kerja dan tidak mungkin kita menunggunya pulang karena kita harus pulang sore nanti" ucap Embun mengingatkan.

__ADS_1


__ADS_2