
Suci yang sudah tidak mau membahas tentang hubungannya yang sedikit merenggang itupun berkata "Sudah nek, sebaiknya nenek cepat beristirahat".
namun sang nenek kekeh ingin berbicara karena ada yang ingin dia sampaikan "Ci apa kamu tidak cape berhubungan jarak jauh terus, bahkan menurut cerita kamu dia sudah tidak seperti dulu".
Suci yang tadinya sudah tidak ingin membahas hubungannya dengan sang kekasihnyapun mau tidak mau harus menjawabnya.
"Sebenarnya Suci cape nek, tapi ya sudah jalani saja, mungkin ini ujian yang harus aku lalui nek, toh jika dia bukan jodoh aku pasti kami akan berpisah dan entah dengan cara apa aku juga tidak tau nek, yang jelas aku akan menunggunya sampai dia kembali". jawab Suci panjang lebar agar sang nenek berhenti menjodohkannya dengan Dokter yang sering dia tabrak.
"Nek kenapa nenek sekarang seperti ayah dan mamah?" tanya suci heran karena biasanya sang nenek tidak seperti sekarang.
"Itu karena nenek melihat Dokter Andre dan entah kenapa Nenek menyukainya" ucap sang nenek jujur
"Sudah cepat istirahat nek!"
"Sayang nenek belum mau tidur, tapi nenek ingin ke taman yang ada di rumah sakit ini".
__ADS_1
"Oh baiklah, ayo nek kita berjemur agar aku semakin hitam".
"Kamu ini, walau kulit mu hitam tapi kamu tetap cantik sayang".
"Yah itu menurut nenek tapi tidak dengan orang lain" ucap Suci merasa minder karena warna kulitnya dan itu salah satu alasan dia bertahan dengan kekasihnya karena kekasihnya tidak perduli dengan warna kulitnya.
Merekapun berada di taman dengan Suci yang berdiri di belakang kursi roda yang di duduki sang nenek,
"Sayang lihat mereka".
"Terus". tanya Suci berpura-pura tidak mengerti.
"Apa kamu tidak ingin seperti mereka sayang?".
"Nek sudah jangan membahas hal seperti itu lagi, kalau nenek terus membahas hal seperti itu terus aku akan meninggalkan nenek disini" ucap Suci yang kesal karena sang nenek terus membicarakan hal-hal seperti itu.
__ADS_1
"Nek aku mohon jangan bahas hal seperti ini lagi, sudah cukup ayah dan mamah yang mendesak ku untuk segera menikah, aku tidak mau jika nenek juga ikut-ikutan memaksa ku untuk segera menikah, nenek tau aku juga sudah ingin menikah apalagi dua sahabat ku sudah menikah itu juga membuat pikiranku kacau nenek, jadi tolong nenek jangan menambah beban pikiranku, cukup nenek mendoakan aku".
Nenek yang merasa tidak enak pada sang cucu berkata "Baiklah nenek tidak akan membuat kamu kesal lagi, Nenek doakan semoga kamu cepat menikah, jika pacar kamu jodohmu nenek berdoa agar kalian segera menikah, tapi jika dia bukan jodohmu nenek bordoa soga kalian di jauhkan".
"Aamiin" jawab Suci.
*
Sementara dari lantai atas sebuah ruangan tampak seorang yang berpakayan seperti dokter sedang melihat kearah Suci dan sang nenek dari balik jendela.
"Kamu cantik dengan warna kulitmu yang berbeda dari yang lain, dan aku menyukai itu, tapi aneh warna kulit anak mu sangat berbeda dengan mu". ucapnya tersenyum
Ya warna kulit Suci tidak putih seperti kedua temannya kulitnya sedikit hitam tapi terawat dan itu membuatnya terlihat menarik di mata Dokter Andre.
Awalnya Dokter Andre juga sama seperti laki-laki pada umumnya yang tinggal di indonesia menyukai wanita berkulit putih, namun Entah mengapa saat dia melihat Suci dia tertarik dengan Suci yang berkulit sedikit hitam.
__ADS_1