
Andre mencari sampai keluar kawasan Rumah sakit dan saat sudah di pinggir jalan Andre seperti melihat Suci dari jarak yang sangat jauh.
"Tunggu itu seperti Suci". Andre mengucek matanya beberapa kali dan benar yang dia lihat adalah Suci Andre langsung berlari mengejar Suci dan setelah tinggal dua langkah lagi Andre berhenti berlari dan berjalan seperti biasa di belakang Suci dan dia tersenyum saat mendengar umpatan yang keluar dari mulut Suci.
"Dasar gadis ini apa dia tidak sadar jika aku berada di belakangnya?".
Terdengar lagi umpatan dari mulut Suci "Dasar dokter jahat, dokter nyebelin, dasar pemberi harapan palsu, aku jauh jauh kesini ingin berjumpa dengannya melepas rasa rindu eh pas pertama aku lihat dia malah berpelukan dengan mantan istrinya, dasar jahat"
"Nah sekarang aku harus kemana, aku belum tau kosan atau rumah yang bisa ku sewa di sini mau nanya sama orang yang tidak di kenal takut di tipu tapi ngomong ngomong penjahat aku merasa jika ada yang terus mengikuti ku, aduh gimana kalau penjahat".
Suci melihat ke kanan dan ke kiri sambil terus berjalan sambil berdo'a "Ya Allah semoga orang yang mengikuti ku bukan penjahat".
Andre terus tersenyum saat mendengar perkataan Suci dan setelah merasa puas Andre melihat jam di tangannya dan sebentar lagi jam istirahatnya akan segera berakhir
Andre memutuskan untuk mengajak Suci makan siang dan dia memegang pundak Suci, sementara yang di pegang pundaknya merasa laget dan jantungnya berdetak dengan cepat lalu keringat mulai membasahi keningnya.
__ADS_1
"Suci" ucap Andre dan itu berhasil membuat hati Suci tenang karena dia tau jika suara tersebut adalah Suara yang sudah sangat dia rindukan tapi detik berikutnya Suci berbicara dalam hati
"kau ini Suci dia itu sedang bersama mantan istrinya tidak mungkin dia menyusul mu kesini dan tidak mungkin juga dia melihatmu tadi, tapi jika bukan dia terus ini siapa".
Andre yang kesal langsung melangkah dan diam di depan Suci yang memejamkan matanya.
Suci yang menghirup aroma tubuh Andre perlahan membuka matanya dan benar saja jika yang ada di pikirannya benar-benar Andre.
Mungkin karena terlalu senang dan lega Suci langsung memeluk Andre dan berkata
Andre yang di peluk Suci sangat senang dan dia membiarkan Suci terus memeluknya tanpa mau menggangunya.
Suci yang sudah merasa puas melepaskan pelukannya dan menundukan kepalanya "Sambil berkata dasar kau Suci tadi kau mengumpatinya dan sekarang malah senang saat melihatnya dan parahnya kau malah memeluknya".
Andre yang melihat Suci menunduk berkata "Ci kenapa kamu menunduk?".
__ADS_1
Suci hanya diam tidak menjawab pertanyaan Andre dan dia langsung memegang kopernya kembali dan bersiap untuk meninggalkan Andre.
"Hey mau kemana?" tanya Andre sambil memegang tangan Suci dan saat Andre memegang tangan Suci, Suci merasa ada sengatan listrik yang dia rasakan.
"Emm aku mau pergi pak". ucap Suci sedikit gugup karena dia takut jika dokter Andre bertanya kemana masa iya Suci berkata kembali ke Jakarta baru juga dia sampai.
"pergi kemana dan sepertinya kamu baru sampai di kota ini?".
"Nah lo aku mau jawab apa?".
Karena tidak mau membuat Andre curiga Suci berkata "mau ke Jakarta pak, soalnya saya sudah beberapa hari disini".
Andre yang tau jika Suci berbohong mengiyakannya saja karena dia tau akan sangat lama pembicaraan mereka jika dia tidak mengiyakannya apa lagi sebentar lagi jam makan siangnya akan segera usai.
"Oh, jika seperti itu ayo kita makan siang di dekat Rumah sakit sebelum kamu kembali ke ibu kota"
__ADS_1
Suci mengiyakannya karena perutnya juga sudah sangat lapar karena tadi subuh dia tidak sempat sarapan.