
Tidak terasa malam sudah tiba dan di sebuah ruangan ada seorang kakek dan cucunya sedang berdebat karena sang cucu tidak mau memiliki pengawal pribadi yang akan membuatnya tidak nyaman.
"Kakek aku sudah bilang jika aku tidak mau mempunyai seorang pengawal" ucap sang cucu
"Kakek hanya ingin tenang saat kamu di liar sana nak".
"Kakek lihat aku, aku sudah besar kek dan kakek tau selama ini tidak ada yang berniat jahat pada ku".
"Kake tau itu tapi entah mengapa akhir-akhir ini kakek merasa tidak tenang saat kamu berada di luar sana nak".
"Apapun alasannya aku tidak mau kek".
"Nak kakek mohon kamu mau menerimanya sebagai pengawal mu, kali ini saja turuti permintaan kakek".
"Baiklah kek, tapi jangan memarahi ku jika dia tidak akan betah bekerja dengan ku".
"Kakek jamin dia pasti akan mampu bertahan dengan semua sikap buruk mu".
Setelah berpikir sang cucu pun memutuskan "begeni saja kek jika dia bertahan dalam waktu satu minggu maka aku akan menjadikannya pengawal pribadi ku selama aku masih hidup".
Dulu dia juga sudah beberapa kali mendapatkan seorang pengawal tapi baru lima hari pengawal itu sudah mengundurkan diri karena karena di kerjainya.
__ADS_1
"Sepakat" ucap sang kakek sambil mengulurkan tangannya.
Sang cucu keluar ruang kerja sang kakek dengan raut wajah yang sulit di artikan.
Cucu tersrbut sampai di kamarnya dan dia duduk di pinggir tempat tidurnya, entah mengapa dia merasa rindu dengan sahabat singkatnya dulu dan dia berkata, "Deni sudah menikah, dan kamu Rey apa kabar mu? apa kamu baik-baik saja setelah hari itu". ucap Mentari sambil menatap foto mereka saat acara perpisahan di sekolahnya.
Mentari ke balkon kamarnya dan melihat rumah Reyhan dan dia berkata "Rey sekarang aku tinggal di sebelah rumah mu, andai saja kamu masih tinggal di rumah mu mungkin hari-hari ku tidak akan membosankan seperti sekarang.
"Rey entah mengapa semenjak kita berpisah aku sering memikirkan mu, apa kamu sama seperti ku,
"Rey apa kita bisa bertemu lagi", lalu mentari berkata lagi
"ah aku ini bicara apa tidak mungkin juga dia kembali kerumahnya sudah hampir 5taun aku tinggal di sini aku tidak pernah melihatnya datang ke rumah itu, atau mungkin Rumah itu sudah dia jual.
"ah sudahlah tidak ada gunanya memikirkan dia yang belum tentu memikirkan ku'.
Sementara Reyhan juga sedang memikirkan Mentari.
"Tari apa kabar mu, apa kamu sudah memiliki pasangan atau kamu sama seperti ku masih sendiri". ucap Reyhan sambil mengusap foto Mentari.
Karena sudah merasa pusas memandang foto Mentari Reyhan pun mutuskan untuk tidur lebih awal karena besok dia harus bangun pagi untuk mengawal majikannya.
__ADS_1
*
Pagi sudah tiba Reyhan sudah terbangun dari tidurnya dan dia sudah siap untuk bekerja.
Reyhan sudah menunggu di dalam mobil tuannya bersama sang supir.
Reyhan bertanya pada sopir tersebut "mas sekarang kita akan kemana?"
" apa tuan belum memberi tahu mu kita akan pergi kemana".
"Belum mas beliau hanya memberi tahu ku jika di pagi hari saya harus berada di dalam mobil ini untuk bekerja".
"Oh, biar aku beritahu, pertama-tama kita akan pergi ke perusahaan keluarga nah setelah pukul tujuh kita berangkat lagi ke perusahaan orang lain.
"Oh terima kasih atas infonya"
"Sama-sama"
Mentari masuk kedalam mobilnya, dia tidak melihat jelas pengawalnya karena posisi Reyhan yang berada di kursi depan.
Reyhan kaget karena orang yang akan dia kawalnya adalah seorang perempuan dan dia langsung meminta maaf karena dia tidak sempat membukakan pintu untuk majikannya."
__ADS_1
Mentari kaget saat mendengar suara pengawalnya karena merasa jika suara pengawalnya mirip dengan suara Reyhan.
"kenapa suara itu mirip sekali dengannya ah tapi tidak mungkin dia Reyhan" ucap mentari dalam hati, dan mobil pun melaju.