
Suci sampai di rumahnya dengan senyuman yang tidak luntur sejak dia mendengar jika dia akan pergi ke negara x, negara tempat sang kekasih tinggal.
Bahkan dia tersenyum saat melihat dokter Andre yang ada di rumahnya.
tidak ada raut wajah kesal atau senyum yang iya paksakan saat bertemu sang dokter.
"Selamat sore dokter Andre". ucapnya sambil tersenyum
"Sore juga". jawab sang dokter juga sambil tersenyum dan senyuman di bibir sang dokter berhasil membuat Suci terpesona tapi Suci tidak memikirkan senyuman yang membuat dia terpesona itu karena yang menjadi fokusnya sekarang adalah rencananya yang akan pergi keluar negri.
"Saya permisi dulu pak dokter saya mau ke atas dulu, oh iya pak sebaiknya bapa tinggal saja di sini dari pada bapa tinggal di apartemen".
"iya terimakasih atas tawarannya, saya akan mempertimbangkannya". ucap Sang dokter
Suci pun menaiki tangga dan langkahnya tidak terlepas dari pandangan Andre, dan pandangan Andre teralihkan saat seseorang menepuk bahunya karena dari tadi dia tidak merespon saat di panggil.
"Eh maaf pak" ucap Andre malu karena Ayah Suci pasti melihat jika dia Memperhatikan putrinya.
"Tidak apa apa anak saya memang istimewa banyak yang suka walau dengan warna kulitnya yang berbeda".
__ADS_1
"Maksud anda?". ucap sang dokter berpura-pura tidak tau maksud perkatakan ayah Suci tersebut
"Maksud saya nak dokter suka sama anak saya ya?"
Andre yang sudah tidak bisa mengelak pun berkata "Iya pa tapi sayang sudah punya Suami dan anak" ucap nya sambil tersenyum malu.
"Jadi nak dokter percaya jika Derel anak Suci". tanya sang Ayah yang sudah duduk di sebelah Andre.
Andre kaget mendengar perkataan Ayah Suci dan dia replek berkata "Lo memangnya bukan?"
"Bukan nak dokter Derel putra saya bukan putra Suci, Suci masih gadis tapi ya gitu dia kalau bawa main adiknya suka di kira anaknya, karena dia malas jelasin jadi dia suka bilang iya biar cepat katanya.
"tapi kenapa selisih umurnya jauh sekali?".
Akhirnya terjawab sudah apa yang ingin di ketahui Andre, dan dia sedikit tersenyum lega karena Suci masih perempuan bebas tak bersuami dan tidak dalam pinangan oranglain berarti dia masih memiliki kesempatan untuk menjadikan Suci pasangan hidupnya jika Suci mau.
Ayah bertanya kembali karena Dokter Andre tak kunjung pulang bukan niat ingin mengusir tapi tadi dia sudah mengatakan akan pulang tapi sekarang dia masih duduk di ruang tamu.
Namun pergerakan Dokter tersebut seperti sedang menghubungi seseorang dan setelah membaca pesan dia berkata "Maaf pa sebelumnya saya ijin tinggal di sini sampai jemputan saya datang".
__ADS_1
"Oh tentu saja boleh, bahkan jika nak dokter ingin menginap pun silahkan dengan senang hati saya menerima nak dokter".
"Terimakasih pak tapi saya tunggu jemputan saya datang saja".
"Jika anda harus pulang sekarang saya akan menyuruh Suci untuk mengantar anda karena sepertinya anda memiliki sebuah janji yang sangat penting dengan seseorang?".
"Jika Suci tidak keberatan itu lebih baik pak". ucapnya sedikit sopan
"Baiklah tunggu sebentar" ucap ayah suci dan langsung pergi untuk menemui Suci di kamarnya.
tok tok tok
"Ci ini ayah, apa ayah boleh masuk?".
tanya sang ayah di luar pintu kamar Suci.
Suci langsung membuka pintu kamarnya karena dia juga akan turun kebawah.
"ada apa yah, tumben nyari Suci langsung biasanya juga suka nyuruh mamah".
__ADS_1
"Mamah lagi jagain nenek sama adik kamu jadi papa yang kesini, eh iya papa ingin kamu antar Dokter Andre pulang sepertinya dia ada janji dengan seseorang tapi jemputtannya belum datang sepertinya terkena macet"
"Oh baiklah" ucap Suci tanpa berdebat terlebih dahulu karena saat ini hatinya sedang bahagia karena awal bulan yang tinggal beberapa hari lagi dipastikan dia akan pergi ke kota x.