Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Embun jujur


__ADS_3

Embun terdiam saat Mentari bertanya padanya karena dia merasa malu jika dia harus mengatakannya pada Mentari


Suci yang melihat Embun seperti tidak mau menjawab pertanyaan Mentari berkata


"Semalam dia sudah bercinta dengan seseorang".


Mentari kaget saat mendengar ucapan Suci dan dia berkata dengan suara pelan karena menahan tangisannya.


"Embun kenapa kamu melakukanya?


apa kamu sudah kehilangan akal sehatmu?


apa kamu sudah putus asa karena Samudra tidak membalas cinta mu lagi?


apa sangat sakit sampai kamu melakukan hal itu?".


Embun menangis karena melihat Mentari akan menangis, Embun menangis karena terharu saat mendengar ucapan Mentari padanya karena rasa sayang Mentari padanya.


Suci bertanya pada Embun yang masih menangis "katakan pada kami kamu melakukannya dengan siapa?".

__ADS_1


Embun mengakhiri tangisannya dan berkata "Aku melakukannya dengan Samudra".


Jedeeeer bagai di sambar petir Mentari dan Suci tidak menyangka jika yang merenggut kesucian Embun adalah Samudra laki-laki yang mereka kenal sangat baik dan mereka tau jika Samudra tidak mungkin melakukan hal semacam itu.


"Teman-teman aku pergi ke toilet dulu untuk menutupi leherku lagi". ucap Embun tapi tidak ada yang merespon karena Mentari dan Suci masih kaget dan dia pergi ke toilet.


Setelah melihat Embun pergi Mentari berkata " jika Embun menggoda Samudra itu jelas tidak mungkin iyakan Ci?"


"Benar itu tidak mungkin tapi jika Samudra yang meminta Embun memberikan kesucian juga tidak mungkin. ucap Suci dan dia berkata lagi


"tapi jika Samudra mabuk berat karena kamu tolak cintanya lalu dia menyuruh Embun datang ke tempat dia minum dan Embun datang lalu menolong samudra dengan membawa Samudra yang mabuk ke dalam sebuah hotel dan tanpa sadar Samudra memaksa Embun dan Embun yang masih menyukai samudra menerima semua yang di lakukan Samudra padanya, apa itu masuk akal?". tanya Suci


"Kamu benar tidak ada yang tidak mungkin jika penulis sudah berkehendak".


Embun kembali dengan senyum di wajahnya dan itu membuat Suci dan Mentari sangat cemas lalu mereka berkata dengan kompak " kita harus membawanya ke Dokter"


Embun yang tadinya hanya tersenyum kini tertawa dan itu membuat kedua temannya semakin cemas dan mereka langsung menghampiri Embun dan mengajak Embun untuk ikuti dengan mereka ke Rumah sakit.


Tentu saja Embun menolaknya karena dia merasa baik-baik saja.

__ADS_1


Tapi kedua temannya kekeh mengajak Embun untuk pergi ke rumah sakit.


"teman-teman ayolah aku tidak apa-apa aku baik-baik saja, aku tadi tertawa karena mendengar ucapan kalian yang menebak alasan apa yang membuat kami melakukannya, dan yang kalian perlu ketahui bahwa kami melakukannya karena saling cinta tidak ada yang di paksa atau memaksa, kami melakukannya dalam keadaan sadar". ucap Embun memberi penjelasan


"Tapi kenapa kalian melakukannya semalam bukan nanti saat kalian sudah sah menjadi suami istri?" tanya Mentari


"Aku dan Samudra sudah menikah semalam" ucap Embun tapi teman-temannya tidak mempercayainya


"Aku tidak percaya" ucap Suci


"Aku juga" ucap Mentari


"Terserah kalian mau percaya atau tidak yang terpenting aku sudah jujur pada kalian, dan jangan paksa aku untuk pergi ke Dokter lagi" ucap Embun


"Baiklah kami tidak akan memaksamu lagi karena sekarang sudah masuk waktunya kita untuk bekerja" ucap Mentari.


Suci dan Mentari mulai bekerja lagi dengan pikiran yang masih mengkhawatirkan keadaan Embun.


Sementara Embun bekerja dengan hati yang bahagia karena dia sudah jujur pada temannya, tapi teman-temannya tidak mempercayai ucapan Embun dan itu yang diharapkan Embun.

__ADS_1


__ADS_2