Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
jeritan di pagi hari


__ADS_3

Andre yang baru bisa menguasai kesadarannya langsung mengalihkan pandangannya dari sang istri lalu dia berkata


"Kenapa kamu berkata seperti itu bukankah tadi kamu menyuruhku untuk tidak mendekatimu kenapa sekarang berubah pikiran?" tanya Andre yang ingin memastikan jika suci tidak terpaksa mengatakan hal yang baru saja dia katakan.


"Oh itu karena mas sudah melakukan apa yang aku inginkan" jawab Suci sambil tersenyum walau senyumnya tidak terlihat oleh Andre karena Andre masih mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Maksud kamu sesuatu yang di lakukan seseorang saat akan menikah?" tanya Andre memperjelas ucapan Suci


"Iya mas, dan mas sudah melakukannya".


karena Andre merasa kurang nyaman jika berbicara tanpa melihat lawan bicaranya jadi dia melihat Suci lagi dan untuk yang keduakalinya Andre merasa ingin menerkam Suci detik itu juga.


Dengan Susah payah Andre menahan hasratnya dan bertanya lagi "Maaf aku tidak tau apa yang kamu maksud".


"Mas mas kamu tadi bilang jika kamu mencintaiku dan memintaku untuk menjadi istri mu bukan?".


"Iya aku mengatakannya, terus yang kamu maksud aku sudah melakukan keinginanmu itu apa?".


"Ya itu"

__ADS_1


Andre memejamkan matanya agar otaknya bisa di pakai untuk berpikir dan dia membuka matanya saat mengerti apa yang di ucapkan Suci dan Andre berkata


"Jadi ucapan itu yang kamu maksud?".


Suci hanya mengangguk dan tersenyum dan itu berhasil membuat Andre hilang kendali dan tanpa bicara lagi Andre langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


Setelah mereka melakukan kegiatan panas mereka yang entah berapa kali Suci berkata "Ternyata rasanya sangat manis pantas saja Mereka menyukainya ".


"Apa yang manis?" tanya Andre


"Bibir mas".


"Memang iya mas yang pertama memangnya kenapa?".


"Tapi kenapa kamu sangat pandai aku pikir kamu sering melakukannya sebelum ini".


"Astagfirullah mas begini-bagini aku itu masih bisa menjaga bibirku agar tidak tersentuh, kalau soal aku yang bisa mengimbangi permainan mas aku sering mendengar dari teman teman ku dulu saat masih sekolah, kalau kata Embun dan Mentari aku tuh sering di sebut jago teori saja peraktiknya tidak pernah" ucap Suci sambil tersenyum.


"Oh pantas saja jika seperti itu, maaf ya karena mas sudah berperasangka tidak baik pada mu".

__ADS_1


"Tidak apa-apa mas tapi maaf untuk yang lainnya aku belum terlalu pandai jadi mas harus sedikit sabar".


"Iya tidak apa-apa, tapi mas bangga padamu masih bisa menjaga diri".


Suci tertawa dan berkata "Itu bisa terjadi karena dulu pacarku langsung pergi keluar negri setelah kami resmi berpacaran".


"Iya tetap saja kamu bisa menjaga diri, sudahlah lebih baik kita cepat tidur karena jika kita mengobrol lagi bisa-bisa aku menginginkannya lagi".


Suci langsung memejamkan matanya karena tidak mau jika suaminya meminta haknya lagi.


***


Keesokan paginya mereka bangun lumayan Siang mungkin Karena terlalu lelah jadi mereka bangun kesiangan.


Saat pertama kali Suci membuka mata dia tidak langsung bangun karena dia masih mengumpulkan kesadarannya dan saat dia melihat Andre dia langsung menjerit dan jeritan Suci sukses membuat Andre terbangun.


Andre yang tidak merasa terkejut saat melihat Suci di sampingnya langsung berkata "Ada apa, kenapa kamu menjerit?".


"Apa kamu bilang, ada apa?, apa kamu tidak sadar jika kita tidur di kamar yang sama dan lihat tubuh mu juga sama tidak memakai pakayan". ucap Suci sambil mengeratkan selimut yang dia pakai untuk menutupi tubuhnya

__ADS_1


Andre yang juga belum sepenuhnya sadar terdiam dan mencerna apa yang di katakan istrinya barusan dan setelah dia tau jika Suci masih belum sadar seutuhnya Andre pun tersenyum dan itu berhasil membuat Suci marah.


__ADS_2