Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Seperti pengecut


__ADS_3

Reyhan sudah berada di kantornya dengan menggunakan maskernya, dia berjalan seperti biasa menuju ruangannya, setelah sampai di ruangannya dia menyuruh OB yang kebetulan sudah ada di kantornya untuk memasang cctv di ruangan bagian ke uangan.


Walau di ruangan tersebut sudah ada cctv tapi Reyhan ingin memasangnya lagi dan cctv yang Reyhan pasang sekarang posisinya sangat dekat dengan meja Mentari tentu saja agar dia bisa melihat Mentari dengan lebih jelas, egois memang tapi yasudahlah.


Jam kerja hampir di mulai Reyhan sudah siap untuk melihat Mentari yang sebentar lagi datang.


Mentari datang dengan Suci dan Embun karena mereka bertemu di lobi jadi masuk bersamaan


Reyhan tersenyum saat Melihat mentari tersenyum dan cemberut saat mentari juga cemberut, sampai sebuah ketukan di pintu terdengar dan mau tidak mau Reyhan harus menyimpan ponselnya.


Sementara Mentari dan kedua temannya sedang sibuk membicarakan sang CEO yang bekerja lagi di kantor mereka.


Embun merasa jika dia harus menemui Reyhan nanti saat jam makan siang karena dia ingin menanyakan kenapa Reyhan bersembunyi dari Mentari.


Jam istirahat telah tiba Embun pamit ke toilet dan menyuruh kedua temannya untuk pergi lebih dulu ke tempat biasa mereka makan siang.

__ADS_1


Setelah Embun melihat kedua temannya pergi Embunnlangsung pergi menuju ruangan Reyhan.


Embun sudah berada di depan pintu ruangan Reyhan dan Embun mengetuk pintu CEOnya, lalu terdengar dari dalam jika dia sudah di suruh untuk masuk kedalam karena sekertaris tuan Deril sudah memberi tahu Reyhan jika Embun ingin bertemu.


Embun masuk dan duduk di hadapan Reyhan karena Reyhan sudah menyuruhnya duduk.


Reyhan langsung bertanya setelah melihat Embun telah duduk "Ada apa kamu ingin bertemu dengan ku?".


"Maaf tuan saya menggangu anda", ucap Embun dengan rasa hormatnya pada atasannya itu lalu dia berkata lagi


Reyhan tersenyum dan berkata "aku sudah tau"


"Jika anda sudah tau kenapa anda pergi?" tanya Embun heran karena sikap Reyhan.


"Aku pergi karena aku ingin hubungan mereka menjadi sebuah hubungan yang nyata bukan hanya sandiwara".

__ADS_1


"Tapi tuan keinginan anda tidak terkabul karena Mentari malah menjodohkan aku dan Samudra dan kini kami sudah menikah". ucap Embun jujur walau tadinya dia ingin merahasiakannya juga dari Reyhan tapi keadaan memaksanya untuk memberitahu Reyhan.


sontak saja ucapan Embun membuat Reyhan kaget sampai dia menyuruh Embun mengulang perkataannya lagi, dan Reyhan baru percaya setelah Embun memperlihatkan Foto pernikahannya dengan Samudra.


Setelah Reyhan melihat foto tersebut dia berkata "Selamatnya setidaknya ada diantara kita yang sudah menikah"


"Ya dan semoga anda juga bisa segera bersatu dengan Mentari". ucap Embun mendoakan Reyhan


lalu Reyhan berkata "Semoga kami bisa bersatu seperti yang kalian harapkan, tapi rasanya tidak mungkin".


"Tidak ada yang tidak mungkin tuan buktinya kami bisa bersatu padahal kemungkinan kami bersatu hanya sedikit karena Samudra sangat mencintai Mentari, tuan jika anda tidak mau menjadikan Mentari pacar anda atau istri anda maka lepaskanlah dia jangan seperti ini aku kasihan padanya yang terus berharap padamu tuan".


Reyhan terdiam karena ucapan Embun, iya mengakui jika yang di katakan Embun benar lalu dia berkata "Tapi aku tidak bisa melakukan itu, jika aku bisa sudah dari dulu aku melakukannya".


"Ya sudah terserah tuan dan saya hanya inging mengatakan jika hidup dan mati seseorang berada di tangan Tuhan bukan di tangan manusia jika seorang manusia mati di bunuh itu pun terjadi karena atas ijinnya, jika anda begini terus anda seperti seoarang pengecut".

__ADS_1


Setelah Embun selesai mengeluarkan semua unek-uneknya Embun pamit.


__ADS_2