Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
kemeja


__ADS_3

"hey" ucap Reyhan sambil menepuk pundak Deni dan itu berhasil membuat Deni kaget


"Kau mengagetkan ku saja Rey".


"Aku tidak mengagetkan mu Den, kamu kaget karena sedang melamun".


"terserah kau saja, dan sebaiknya kamu segera ke kamar mu dan segera keloni istrimu karena aku juga ingin melanjutkan aktifitas ku yang terganggu oleh mu".


"Baiklah, tapi aku jadi penasaran di antara kita siapa yang akan memiliki anak terlebih dahulu".


"Sudah jangan berpikir sampai sejauh sana kamu ini baru kemarin menikah masa iya langsung punya anak"


"Eh siapa tau benihku langsung tumbuh di rahim Mentari".


"Ah sudah sana" Ucap Deni sambil berjalan menuju kamarnya karena dia baru ingat pasti istrinya sedang menunggunya".


Reyhan yang tadinya ingin langsung pergi ke kamarnya mengurungkan niatnya karena dia ingin membuat minuman yang bisa menghangatkan tubuhnya yaitu air rebusan jahe.


*


Sementara itu Mentari yang baru selesai mandi merasa bingung karena dia tidak membawa baju ganti, alhasil dia memakai kemeja Reyhan yang ada di lemari kamar Reyhan.


Reyhan yang baru sampai tertegun saat melihat mentari hanya memakai kemeja yang sedikit besar dan panjangnya hanya sampai pertengahan paha Mentari dan itu membuat Reyhan menelan salipannya.

__ADS_1


Sedangkan posisi Mentati sedang membelakangi Reyhan karena dia sedang mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.


Setelah di rasa kering Mentari membalikkan tubuhnya dan berkata "Hai mas, maaf aku pinjam kemejanya karena aku tidak bawa baju ganti".


Reyhan tidak menjawab karena dia sedang menikmati sebuah pemandangan yang menurutnya indah.


Mentari yang melihat Reyhan hanya diam berkata "Mas ko diam, eh apa itu untuk ku" ucap Mentari sambil melihat minuman yang Reyhan bawa.


"Iya ini untuk mu, oh iya sayang kamu terlihat seksi memakai kemejaku"


"Benarkah padahal aku merasa biasa saja" ucapnya berbohong padahal sejak tadi dia memakainya dia sudah mengetahui jika kemeja suaminya itu membuat tubuhnya terlihat seksi apa lagi posisi kerahnya yang jika tidak di kancingkan.


"Sayang maaf apa sebaiknya kancing kerahnya di buka saja". Reyhan berkata seperti itu karena dia melihat Mentari seperti kurang nyaman.


"ya sudah terserah kamu tapi jika tidak nyaman mending di buka saja toh mas juga sudah melihatnya bukan jadi kamu tidak perlu menutupinya'.


Reyhan mengetahui alasan Mentari mengancingkan kerahnya karena jika kancing itu di lepas maka buah dadanya akan sedikit terbuka.


"Jadi mas tau alasan aku mengancingkannya ?".


"Iya tau terlihat dari wajahmu yang mengatakan jika kerah itu kurang nyaman dan mas melihat jarak kancing yang lumayan jauh dari dini kesini dan jika ini" ucapnya terjeda karena membuka kancing kerah Kemeja tersebut.


"Di buka maka akan seperti ini" ucapnya sambil mengelus dada Mentari yang terlihat sangat menggiurkan dan tanpa basa basi dia langsung me****snya sampai air jahe di tangan mentari tumpah karena ulah Reyhan.

__ADS_1


"Mas ih".


"Maaf mas lupa jika kamu sedang membawa air, ya sudah ayo duduk". ajak Reyhan yang sudah terlebih dahulu duduk.


"Ko duduk bukanya mas harus mandi?".


"mas tidak ingin mandi".


"Oh ya sudah" Mentari pun fuduk di samping Reyhan


"sayang kamu duduknya di sini" ucap Reyhan sambil menepuk pahanya.


"Mas apa harus di situ".


"iya sayang cepat kemari" ucap Reyhan lagi.


Mentari berdiri dan bersiap untuk duduk dengan jantung yang berdetak tidak beraturan karena sudah dia pastikan jika acara duduknya akan seperti apa nantinya.


Reyhan yang melihat istrinya tak kunjung duduk bertanya "ada apa?".


"eh iya apa mas" ucap Mrntari yang tadi tidak terlalu fokus saat mendengat ucapan Reyhan.


"Ayo duduk". ucapnya lagi

__ADS_1


__ADS_2