
Reyhan melihat Mentari hanya diam bertanya pada dirinya "Ada apa dengan Mentari kenapa dia hanya diam saja dari tadi, dan raut wajahnya memperlihatkan jika dia sedang tidak baik-baik saja".
Mentari dan kedua temannya sudah selesai makan siang dan mereka akan kembali kekantor mereka, Reyhan langsung berdiri karena melihat Mentari akan keluar dari Lestoran tersebut.
Saat mereka sudah masuk gerbang perusahaan tangan mentari di pegang oleh Reyhan dan Reyhan berkata "Maaf nona bisa kita bicara sebentar".
"Bisa" ucap Mentari dan langsung menyuruh kedua temannya untuk pergi terlebih dahulu.
Reyhan mengajak mentari untuk masuk kedalam mobil Mentari yang jaraknya tidak terlalu jauh.
Setelah mereka masuk Reyhan bertanya pada Mentari " Tari apa kamu mempunyai masalah?".
"Tidak Rey aku hanya sedikit lelah saja" ucap Mentari lesu dan dia berkata lagi pada Reyhan "Rey apa boleh aku memelukmu?".
"Boleh" ucap Reyhan
__ADS_1
Setelah mendapat ijin dari Reyhan Mentaripun langsung memeluk Reyhan dengan erat dan tanpa terasa air mata Mentari mengalir deras dan membasahi pakayan Reyhan.
Reyhan yang sadar jika mentari sedang menangis langsung mengusap punggung Mentari dan dia berkata "Tari jika boleh aku tau sebenarnya kamu memiliki masalah apa sampai kamu menangis seperti ini?".
Mentari hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mau bercerita, lalu Reyhan berkata lagi "Ya sudah jika kamu tidak mau berbicara tidak apa-apa".
Mentari yang mendengar ucapan Reyhan semakin mengeratkan pelukannya dan dia berkata dalam hati "Aku seperti ini karena mu Rey, aku lelah berharap pada mu, tapi aku juga tidak mampu menggeser posisi mu di hatiku Rey, aku juga tidak tau sebenarnya dari kapan perasan ini datang, aku menyadari perasan ini ada setelah kamu pergi dari ku, jika perasaan ini datang di saat kita masih bersekolah lalu perasan apa yang aku rasakan pada Deni".
"Hei apa kamu masih ingin tetap seperti ini terus?". ucap Reyhan karena sebentar lagi jam kerja Mentari akan segera di mulai.
"Iya" ucap Mentari keceplosan dan Mentati langsung melepaskan pelukannya karena menyadari ucapannya yang keluar tanpa di sengaja.
Mentari menjawab pertanyaan Reyhan dengan wajah menunduk karena malu, "Maaf Rey sepertinya aku harus pergi".
Reyhan yang melihat mentari menunduk langsung meraih dagu mentari dan mengangatnya agar Reyhan bisa melihat wajah mentari yang bersemu karena malu.
__ADS_1
"Tari aku punya sesuatu untuk mu" ucap Reyhan
"Apa?" tanya Mentari
"Tutup mata mu", ucap Reyhan
Mentari menutup matanya sambil berharap Reyhan akan menciumnya.
Tapi setelah lama dia menunggu Reyhan tidak kunjung Menciumnya mentaripun membuka matanya dan alangkah kagetnya Mentari saat melihat Reyhan tersenyum padanya dan Reyhan berkata "Tari sumpah kamu lucu saat bibirmu sedikit maju ke depan".
Mentari yang kesal memukul Reyhan beberapa kali dan Reyhan Berkata "Percuma kamu memukul pengawal mu ini karena pukulan mu tidak menyakitiku malah pukulan mu seperti megelitikiku"
"Dasar pengawal tidak punya akhlak berani-baraninya mengerjai majikanmu" ucap Mentari
"Aku tidak mengerjai kamu Mentari, tapi aku memang ingin memberikan sesuatu untuk mu tapi bukan sebuah ciuman seperti yang kamu pikir".
__ADS_1
"Terus apa" ucap Mentari yang sudah terlanjur ketahuan.
"Tuh kan kamu berharap jika aku mencium mu" ucap Reyhan sambil memijat hidung Mentari dan mentari berkata "Sakit Rey".