Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Anak baik


__ADS_3

Keesokan harinya di jam dan waktu yang sama tapi masih di dalam kelas.


"Tari mau bareng sama aku ke kantin tidak?" tanya Deni


"Apa Reyhan tidak akan marah jika aku ikut kalian lagi?". tanya mentari yang takut jika Reyhan marah karena dia sengaja ikut dengan Deni bukan seperti kemarin yang tidak sengaja karena tidak ada lagi bangku yang kosong selain tempat Deni dan Reyhan duduk.


"Tenanglah dia tidak akan marah" ucap Deni menyakinkan Mentari, dan dia berkata lagi


"Jika kamu tidak percaya ayo kita buktikan, dan jika dia mengijinkan mu duduk bersama kami kamu harus ikut dengan kami ke padepokan sore nanti".


"Baiklah" ucap mentari.


Mentari mengikuti Deni dengan berjalan berdampingan karena mereka berjalan sambil berbicara.


mereka sampai terlebih dahulu di kantin dan tidak berselang lama Reyhan datang lalu bergabung.


"Rey apa tidak apa-apa jika aku duduk dengan kalian" Tanya mentari


"Jika kamu suka maka duduklah lagi pula kehadiran mu tidak mengganggu ku seperti yang lain".


"Jadi kamu tidak suka mereka duduk di dekat mu karena mereka sering mengganggu mu" ucap Mentari.


"ya" ucap Reyhan.


"Tuhkan Tari apa aku bilang dia tidak akan marah dan itu terbukti bukan, jadi kamu harus ikut kami ke padepokan sore nanti".


"Jika saja aku tau alasan Reyhan tidak mau sebangku dengan wanita karena dia merasa terganggu dengan kehadiran mereka aku tidak akan menyetujui ajakan mu". ucap Mentari kesal.

__ADS_1


"Siapa suruh kamu tidak percaya pada ku".


"Tapi bukankah kamu juga tidak pernah diam saat dia makan?"


"Oh itu karena aku istimewa benarkan Rey?" ucap Deni


"Iya" jawab Reyhan singkat.


"Coba kamu jelaskan di bagian mana istimewanya orang ini?" tanya Mentari pada Reyhan


"Tidak perlu aku jelaskan kamu juga pasti sudah tau bukan" ucap Reyhan sambil melihat mentari dengan jantung yang berdebar, karena untuk pertamakalinya dia melihat mentari dari jarak yang sangat dekat.


"Maksudnya aku tidak mengerti".


"Sudah jangan di pikirkan Tari yang penting menurut dia kita istimewa". ucap Deni


"ya kamu memang istimewa karena kamu bisa menggeser posisinya".


Pesanan pun sudah datang lalu mereka menyudahi percakapan mereka.


Mentari menuangkan sambel sangat banyak dan membuat Reyhan berkata "apa kamu sudah gila".


"Siapa yang gila" tanya Deni


"Dia". ucap Reyhan yang sedang melihat Mentari


"kenapa kalian melihat ku" tanya Mentari

__ADS_1


"karena kamu sudah gila menuangkan sambal sebanyak itu" ucap Deni


"Ha ha ha, apa kalian baru melihat perempuan makan bakso dengan sambal yang banyak?"


Merekapun mengangguk.


"pantas saja, aku penasaran apa kalian juga tidak pernah makan bersama wanita sebelumnya".


Deni dan Reyhan tersenyum,


Mentari mengaduk bakso yang sudah di campur dengan sambal lalu dia bertanya "Apa hari minggu besok kalian ada acara".


"Ada besok kami akan mengajar di padepokan". ucap Deni


"Apa tidak bisa jika kalian membatalkannya saja, kita jalan-jalan di mol saja, sepertinya kalian juga tidak pernah jalan-jalan di sana bukan?".


"Kalo ke mol kami sering ke sana, bersama bundanya Reyhan". ucap Deni


"apa" kaget mentari "benar-benar anak yang baik aku salut pada kalian". ucap mentari


"Kalau kamu mau ke sana kita bareng bunda saja besok" ucap Reyhan.


"Aku tidak mau aku maunya kita hanya bertiga, kita harus membuat sebuah kenangan yang manis di akhir masa SMA kita yang tinggal menghitung minggu ini".


"Ya sudah aku ikut" ucap Reyhan


"kalau dia ikut aku ikut" ucap Deni

__ADS_1


"Sip, kalau begitu kita ketemu di sana" ucap Mentari


__ADS_2