Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Menikah


__ADS_3

Embun tidak menyangka jika sang ayah banar-benar ingin secepatnya menikahkan dirinya sampai acara lamaranpun akan dia jadikan acara pernikahan.


Samudra yang di tanya merasa bingung dengan permintaan calon mertuanya, dia merasa bingung jika dia berkata Ya dia akan membuat Embun marah tapi jika dia menolak permintaan calon mertuanya dia takut jika calon mertuanya marah.


Embun yang menyadari jika Samudra sedang merasa bingung berkata " Ayah, jika menikah adalah hal yang menurut ayah baik untuk kami maka aku akan menyetujuinya".


Ayah Embun tersenyum mendengar ucapan Embun lalu dia bertanya lagi pada Samudra " jadi bagai mana dengan mu nak samudra?".


Samudra tersenyum bahagia dengan ucapan Embun lalu dia menjawab pertanyaan ayah Embun "Ayah jika Embun setuju maka aku juga menyetujuinya".


"Baiklah karena kalian sudah setuju dengan keinginan ayah maka ayah akan menikahkan kalian malam ini juga" ucap Sang Ayah di hadapan semua orang.


Lalu mereka mempersiapkan acara pernikahan tesebut.


Samudra sudah duduk di hadapan sang calon mertuanya dan dia sudah siap untuk mengucapkan ijab dan qobul.


Ijab dan qobul pun telah selesai di laksanakan dan Embun menghampiri Samudra dengan menggunakan baju pengantin yang di berikan Ibunya.


Ya ibu memberikan gaun pengantin yang pernah dia pakai dulu saat menikah.

__ADS_1


Embun mencium tangan Samudra dan Samudra mencium kening Embun, dan semua orang bertepuk tangan.


Lalu semua orang yang ada disana mengucapkan selamat pada Embun dan Samudra.


"Selamat sayang akhirnya kamu menikah juga, semoga pernikahan mu di ridhoi Allah aamiin" ucap sang ibu


"Terimakasih bu" ucap Embun tersenyum


"iya sayang akhirnya kamu menikah juga, dan segera berikan kami cucu, karena kami sudah sangat menginginkannya". ucap sang ayah dan itu membuat Embun tersedak ludahnya lalu dia berkata.


"Jadi alasan ayah menikahkan ku agar aku bisa memberikan cucu untuk ayah?".


"Baik ayah aku akan menjaga dan membahagiakan Embun dan aku juga akan mengusahakan agar kami bisa memberikan seorang cucu secepatnya untuk kalian" ucap Samudra.


"aw" ucap Samudra karena di cubit Embun


"Apa?" ucap Embun yang melihat Samudra sedang menatapnya.


"Tidak apa-apa, tapi kamu sangat cantik Sayang" ucap Samudra dan itu membuat wajah Embun bersemu karena malu.

__ADS_1


Samudra yang melihat Embun tersipu malu berbisik pada Embun " Sayang kau membuatku ingin mengecup bibir mu", dan Embun langsung mencubit perut Samudra.


"Sayang aku akan membalas cubitanmu dengan gigitan nanti setelah kita hanya berdua" ucap Samudra menggoda Embun.


Bukannya takut dengan ancaman Samudra Embun malah mencubitnya lagi.


Lalu Samudra berbisik lagi "aku akan menggigit mu sepuluh kali lipat dari cubitan mu". ucap Samudra sambil mengusap punggung Embun.


Embun merasa merinding karena di usap Samudra setelah bertahun tahun lamanya dan usapan Samudra kali ini terasa berbeda dari saat mereka masih berpacaran dulu.


Embun melihat Samudra, dan Samudra berkata "Bersiaplah" dengan suara yang sangat pelan.


Embun yang tidak mengerti menjawab " untuk".


"Nanti saat di kamar" ucap Samudra pelan lagi dan Embun mencubit Samudra lagi.


"ini sudah yang ketiga kalinya kamu mencubit aku, jadi jika di kali sepuluh jadi tiga puluh gigitan iyakan. dan kira-kira aku akan menggigit mu di bagian mana saja?". ucap Samudra menggoda embun sambil menatap seluruh tubuh embun.


Namun tanpa rasa ragu embun mencubit Samudra kembali dan Samudra tersenyum lalu dia betrata " jadi empat puluh gigitan".

__ADS_1


Embun ingin mencubit Samudra lagi tapi dia mengurungkan niatnya itu karena dia tersadar jika Samudra benar-benar menggigitnya dengan jumlah tersebut entah akan seperti apa tubuhnya.


__ADS_2