
Mereka sedang berjalan menuju area permainan dan Mentari berkata sangat pelan"Ci apa menurutmu kita sedang di ikuti seseorang?".
"Iya aku pikir itu cuman perasaan ku saja, aku merasakan kehadirannya setelah kita keluar dari tempat diskon tadi" ucap Suci yang juga memelankan suaranya.
"Iya sama Ci, Ci sebaiknya kita berjala lebih cepat aku merasa takut".
Merekapun melangkah dengan langkah yang lebar agar mereka cepat sampai di tempat permainan itu?".
Setelah mereka masuk Mentari tidak memperdulikan lagi orang yang mengikuti mereka sejak tadi, karena Fokusnya hanya tertuju pada permainan yang sebentar lagi akan dia mainkannya.
Mentari memukul boneka yang keluar dari lubangnya dengan sangat kuat dan dia berkata "Reyhan menyebalkan, menyebalkan" ucap Mentari di setiap dia memukul.
Setelah puas Mentari menghampiri Suci dan berkata 'apa kamu melihatnya lagi Ci"
"Tidak sepertinya dia sudah pergi" .
"Syukurlah jika dia sudah pergi". Mentari sangat bersyukur
Sementara orang yang mengikuti Mentari sedang melihat mentari dari cctv dan dia berkata "Kamu sangat bersemangat sekali Tari". ucap Reyhan
__ADS_1
Ya dia adalah Reyhan yang kebetulan sedang berada di sana.
Sementara di sebuah mobil Embun sedang menceritakan kejadian yang terjadi saat dia di kantor.
Samudra tertawa sangat lepas padahal tadi pikirannya sangat kacau karena mengetahui jika ayahnya sudah menyusun rencana untuk mencelakai Reyhan lagi.
"Sayang terima kasih berkat dirimu aku bisa sejenak melupakan semua beban di pikiran dan hati ku".
"Sama-sama mas, tapi apa aku boleh tau apa yang menjadi beban pikiranmu?" tanya Embun.
"Tentu sayang tapi kamu janji jangan marah padaku atau membenci ku karena mengetahui semua kenyataan ini".
"Kamu tau tidak jika nyawa Reyhan sedang di incar?"
"Ya aku tau hal itu" jawab Embun
"Lalu apa kamu tau kenapa nyawanya di incar?".
"Mungkin karena Reyhan pemilik perusahaan Nugraha Grup" ucap Embun keceplosan
__ADS_1
setelah mengucapkannya Embun merutuki dirinya karena keceplosan.
Samudra kaget karena Embun tau rahasia Reyhan dan dia bertanya "Kamu tau Reyhan adalah bosmu".
"Iya" ucap Embun santai padahal dalam hatinya dia merasa bersalah karena sudah memberi tau suaminya tentang rahasia Reyhan tapi karena dia sadar jika suaminya juga mengetahui rahasia Reyhan jadi dia balik bertanya pada Samudra
"Tinggu kamu juga sudah tau rahasia Reyhan?" tanya Embun
"Ya aku tau sejak orang tua Reyhan kecelakaan dan yang harus kamu tau jika yang mengincar nyawa Reyhan adalah ayahku".
Embun sangat kaget sampai posisi duduknya bergeser dan itu di sadari Samudra.
Embun berkata "jadi kamu anak orang yang ingin membunuh Reyhan dan ayah, dia yang telah membunuh anggota keluarga Reyhan?" ucap Embun mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Maaf karena Aku tidak memberi tahu mu dulu sebelum kita menikah tentang rahasia ini, karena aku takut kamu akan meninggalkan ku walau aku juga sadar setelah menikah pun kamu bisa saja meninggalkan ku" ucap Samudra sedih.
lalu Samudra berkata lagi karena Embun tidak berbicara padanya lagi
"Aku sudah memberi tahu ayah untuk tidak menyentuh Reyhan tapi dia tidak mendengarkan aku aku sudah beberapa kali menggagalkan rencananya untuk membunuh Reyhan dengan aku membayar orang suruhan ayah dengan harga yang lebih besar dari yang ayah berikan pada mereka dan itu selalu berhasil tapi kemari aku kecolongan karena sekarang Reyhan sudah tinggal di negri kita dan itu memudahkan ayah untuk mencelakai Reyhan.
__ADS_1