Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Masuk angin


__ADS_3

Mereka pun berjalan keluar hotel tempat Suci menginap "Suci kamu tunggu di sini mas ambil motor nya dulu".


"Tunggu" ucap Suci yang ingin menanyakan sesuatu.


Andre yang sudah melangkahkan kakinya langsung berhenti saat Suci memanggilnya.


"ada apa?" tanya Andre Setelah membalikan badannya dan menghadap Suci.


"Mas bilang tadi akan mengambil motor?".


"Iya, memangnya kenapa?" tanya Andre lagi


"Tidak apa-apa hanya memastikan jika yang ku dengar tidak salah".


"Oh aku kira kamu tidak mau pergi menggunakan motor" ucap Andre dengan lega karena apa yang ada di pikirannya tadi tidak benar.


"Tentu saja aku tidak keberatan pak eh mas, aku naik kendaraan apapun tidak masalah asal selamat" ucap Suci bohong karena tidak mungkin dia bilang jika dia tidak suka naik motor.

__ADS_1


Mereka berangkat dengan Suci yang sudah memakai jaket, ya setelah Suci tau mereka akan menggunakan motor suci kembali lagi ke kamar hotel untuk mengambil jaketnya.


Setelah sampai di parkiran tempat wisata di kota tersebut Suci turun dengan wajah yang mencerminkan kalau dia tidak baik-baik saja.


"Suci kamu kenapa?" tanya Andre khawatir


"Suci tak menjawab karena merasa jika keadaannya tidak baik-baik saja.


Andre yang tidak mendapat jawaban dari Suci menyimpulkan bahwa Suci masuk angin karena ciri-ciri yang di tunjukan Duci seperti orang yang masuk angin.


Suci yang sudah melihat di mana letak toilet langsung berjalan cepat menuju toilet tersebut dan masuk kedalam.


Setelah menunggu air hangat pun datang dengan di bawa oleh seorang ibu, ibu warung yang hanya melihat Suci minum air hangat dan obat berkata sambil menyodorkan satu botol kecil sebuah minyak "Mas sebaiknya di bantu di olesi minyak ini agar istrinya bisa lebih cepat sembuh".


Suci dan Andre saling menatap karena mendengar ibu warung menyebut Suci seorang istri.


"Oh iya terimakasih bu" ucap Andre dan setelah ibu warung pergi Andre langsung mengambil minyak tersebut dan perpindah tempat duduk lalu setelah berada di samping Suci Andre bersiap untuk mengolesi perut Suci.

__ADS_1


Suci yang tidak fokus tidak menyadari jika Andre sudah berada di sampingnya "Suci maaf boleh aku mengoleskan minyak ini".


Suci terbatuk karena mendengar ucapan Andre dan menatap Andre dengan tatapan yang sulit di artikan dan dia berkata


"Apa pak dokter tidak salah bicara, ingin mengolesi minyak itu?".


"Iya memangnya kenapa?" ucap Andre tidak mengerti kenapa Suci terlihat marah


"Tidak perlu pak biar saya sendiri yang mengoleskannya" ucap Suci lalu mengambil minyak tersebut.


Andre hanya diam karena sedang berpikir apa yang salah dari ucapannya dan tiba-tiba Suci berkata.


"Kita bukan muhrim pak dokter jadi saya tidak mengijinkan pak dokter untuk menyentuh perut saya".


Andre yang sudah tau alasan Suci marah langsung meminta maaf.


"Maaf, maaf, sekali lagi saya minta maaf karena ingin menyentuh perut mu" .

__ADS_1


"iya tidak masalah dok, ngomong ngomong dokter sering menyentuh perut pasien pak dokter, sampai replek ingin mengoleskan minyak itu pada perut saya?" tanya Suci heran


"ya sering tapi tidak sampai menyentuh kulit perut mereka, sudah di minum lagi airnya agar semua anginnya bisa pergi dan kita bisa cepat kesana" ucap Andre sambil melihat kemana mereka akan pergi setelah Suci merasa baikan.


__ADS_2