
Reyhan sudah bersiap untuk melamar menjadi seorang pengawal pribadi, Dia sudah memakai celana bahan kaos oblong dan sebuah jaket kulit dan dia juga memakai kacamata hitam dan jangan lupakan kulit wajahnya yang sudah di poles agar terlihat lebih hitam.
Reyhan keluar kamar dan membuat Deni juga Mila berdecak kagum
"Orang ganteng mau pakai baju butut pun tetap saja ganteng" ucap Deni
Lalu Mila berkata "ini mah bakal bikin cewe makin tergila-gila Rey, Rey aku pada mu, boleh dong boncengin aku keliling kampung".
"Sayang," ucap Deni
"Apa?" tanya Mila
"Sakitnya tuh di sini" ucap Deni lebay sambil menunjuk dadanya.
"Lebay deh, Walau aku maksa juga dia tidak akan mau boncengin aku, iya kan Rey?".
"Jika kamu mau ayo kita jalan-jalan dulu sebentar, sebelum aku berangkat" ucap Reyhan ingin mengerjai Deni
"Rey apa kau gila dia istri aku, masa kamu mau ngajak dia jalan-jalan".
"Lalu siapa yang bilang jika dia bukan istri mu Den, tenang saja kami hanya akan berjalan-jalan saja iyakan Mil?" tanya Rey pada Mila
"Iya mas aku dan Rey cuman jalan-jalan".
Mila dan Reyhan pergi ke depan rumah sementara Deni masih di dalam karena kesal melihat istri dan sahabatnya akan pergi jalan-jalan.
__ADS_1
Reyhan menaiki motor lamanya dan dia sudah siap untuk pergi, bukan pergi untuk mengajak Mila jalan-jalan, tapi dia akan pergi ke rumah calon majikannya lalu Reyhan ingat jika dia belum melihat alamat rumah sang calon majikannya
Reyhan mengambil ponselnya yang berada di dalam jaket dan dia melihat alamat rumah sang calon majikan Lalu dia berkata " ini alamat komplek rumah ku mil".
"Iya memang kakek itu tinggal di dekat rumah mu" jawab Mila.
"Yasudah Mil aku pergi ".
"Iya hati-hati di jalan dan semoga kamu keterima jadi pengawal".
"Aamiin" ucap Reyhan dan langsung menjalankan motornya.
Deni yang tadi hanya diam langsung berlari untuk menyusul Reyhan dan Mila, namun sayang saat sudah di luar Reyhan sudah pergi dan Deni berkata "dasar mereka tega sekali pada ku".
"Lo ko bukannya kamu tadi mau jalan-jalan sama Reyhan?".
Mila tertawa "Mas ini , apa mas percaya dengan ucapan kami".
"Tentu saja" ucap Deni
"Mas ini, aku juga tau diri jika aku sudah punya suami, walau dia sangat menggoda iman tapi alhamdulillah iman ku kuat mas".
"syukurlah mas kira kamu masih menyukai Rey?"
"Mas aku memang menyukai Rey, bohong rasanya jika aku tidak menyukai orang setampan dan sekaya dia, tapi hanya sekedar suka sebagai penggemarnya saja tidak lebih, dan Rey juga tau itu".
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita masuk mas banyak pekerjaan", ajak Deni
"Iya aku juga masih banyak pekerjaan".
Mereka pun masuk dan mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
*
Sementara Reyhan sudah di depan pintu gerbang komplek Rumahnya, setelah di periksa dia di persilahkan untuk masuk.
Reyhan langsung menuju rumah calon majikannya karena dia sudah tau posisi rumah calon majikannya.
Ya rumah calon majikannya berada tepat di sebelah Rumahnya.
Reyhan telah sampai di depan pagar rumah calon majikannya Reyhan turun dan menekan bel rumah tersebut dan tidak berselang lama pintu terbuka.
Satpam rumah tersebut langsung mempersilahkan Reyhan untuk masuk karena mereka sudah di beritahu jika Reyhan akan datang.
"Terimakasih pak" ucap Reyhan dan dia berkata lagi "maaf pak setelah ini saya harus ke arah mana?".
"kamu langsung masuk saja ke sana" ucap satpam rumah tersebut sambil menunjuk ke tempat yang harus Reyhan tuju".
"Baiklah, terimakasih pak saya pamit kedalam dulu".
Pak satpam pun menganggukkan kepalanya, setelah Reyhan sedikit jauh dia berkata "Sepertinya anak muda itu akan di terima, melihat sikapnya yang sopan".
__ADS_1