
"Siapa?" tanya Reyhan
"Suci mas katanya di akan berangkat pagi ini".
"Aku pikir dia tidak jadi menyusul Andre".
"Jadi mas soalnya aku tidak memberi tahunya jika Andre hanya bekerja sementara di sana" ucap Mentari memberi penjelasan.
"Kenapa kamu tidak memberi tahunya" tanya Reyhan bingung dengan keputusan Mentari.
"Karena aku ingin Suci menjemput jodohnya tidak berdiam diri menunggu jodohnya datang".
Reyhan setuju dengan usul Mentari lalu dia Menyuruh Mentari untuk mengambil ponselnya.
Setelah dia mendapatkan ponselnya dia langsung menelpon Deni.
"Halo Den, kamu sedang apa?" tanya Reyhan setelah mengucap salam.
"Aku baru mau mandi, ada apa kamu menelpon ku Rey?.
__ADS_1
"aku ingin memberitahumu jika sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah".
Deni kaget pasalnya dia saja yang sudah lama menikah belum di beri kepercayaan untuk mempunyai anak tapi ini Reyhan yang baru tiga bulan menikah sudah mau punya anak.
"Kamu jangan bercanda Rey aku saja yang sudah lama menikah istriku belum juga hamil ini kamu baru beberapa bulan istrimu sudah hamil".
"Aku tidak berbohong Den tapi jika kamu tidak percaya Ya sudah tapi tolong bilang sama bapa dan ibu jika aku akan menjadi seorang ayah".
Deni yang awalnya tidak percaya akhirnya percaya karena Reyhan menyuruhnya memberi tahu kedua orang tuanya.
Deni yang merasa sedih karena di dahului Reyhan berjalan lunglai menuju kamar mandinya.
"Ah sudahlah mungkin belum rejekiku memiliki anak untuk saat ini".
Suci kini sudah sampai di kota yang dia tuju. dia menghirup udara yang terasa sejuk karena Andre bekerja di sebuah kota yang udaranya lebih sejuk dari pada di ibu kata.
"Nah sekarang aku tinggal menuju Rumah sakit tempat dokter Andre bekerja" ucap Suci dengan penuh semangat
Suci sudah sampai di sebuah rumah sakit dan dia bertanya kepada seorang pegawai yang bekerja di bagian informasi.
__ADS_1
Dan benar saja jika dokter Andre bekerja di sana, karena Suci kurang tau kota tersebut dia memilih menunggu dokter Andre, selain dia tidak tau kota tersebut Suci juga ingin menemui dokter Andre untuk melepas rasa rindunya.
Suci menunggu di halaman Rumah sakit dan karena Suci sampai di kota tersebut hampir jam makan siang jadi Suci tidak terlalu lama menunggu Andre.
Suci tersenyum saat melihat Dokter Andre dan tidak berselang lama ada seorang wanita yang menuntun seorang anak menghampiri Andre dan langsung memeluk Andre.
Duci mematung lalu perasangka buruknya menguasai akal sehatnya dan Seketika air mata Suci jatuh tak bisa dia kendalikan.
Suci yang kecewa langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah sakit dengan rasa sakit dan kecewa yang luar biasa.
"Dasar bodoh, kenapa aku sangat bodoh, pantas saja saat dia menyatakan cintanya, aku tidak mau menerimanya ternyata ini sebabnya".
"Dasar dokter pembohong katanya dia tidak tau mantan istrinya tinggal di mana tapi sekarang aku melihatnya di peluk oleh seorang perempuan beranak satu dan itu pasti mantan istrinya.
Sepenjang jalan Suci mengumpati Dokter Andre tanpa tau arah tujuannya kemana karena dia belum tau harus kemana.
Sementara wanita yang memeluk Andre berkata "kak, tadi aku merasa melihat Suci orang yang kakak Suka di sana" tunjuk adik Andre ketempat tadi Suci berada
"Apa kamu yakin".
__ADS_1
"Ya aku yakin dan dia membawa sebuah koper". terang adik Andre
"Andre langsung mencari keberadaan Suci di sekitar rumah sakit dan hasilnya tidak ada "Dia pasti sudah keluar dari rumah sakit ini" ucap Dokter Andre.