
Embun dan Samudra hanya terdiam tidak ada yang bersuara diantara mereka sampai sebuah pesan masuk dari Mentari "Dra kamu mau sampai kapan diam diaman terus".
Setelah membaca pesan tersebut Samudra berpikir jika yang di katakan Mentari adalah benar lalu dia berkata pada Embun.
"apa kabar mu sekarang?".
"Kabarku baik Dra, lalu bagai mana dengan mu?". ucap Embun yang menjawab pertanyaan yang aneh menurutnya.
Karena dia pasti tau jika Samudra tau kalau dirinya baik-baik saja.
"Aku juga baik, oh iya bagai mana kabar pacarmu sekarang" tanya Samudra
"emmm sepertinya dia baik" ucap Embun menebaknya
"Lo ko Sepertinya" tanya Samudra heran
"Iya karena aku tidak tau keadaannya sekarang karena kami sudah lama berpisah, oh iy jangan bilang pada teman-temanku tentang hal ini ". ucap Embun memohon
"Baiklah, tapi kenapa mereka tidak boleh tlau". jawab samudra kemudian dia bertanya lagi karena merasa heran dengan ucapan Embun
"Aku tidak mau saja". ucap Embun memberi alasan
__ADS_1
Keheninganpun tercipta kembali karena m RT eka saling diam sampai Samudra memulai percakapan mereka lagi
"Ekkhmmm jika kita duduk berdua seperti ini rasanya
seperti saat kita masih bersama dulu". ucap Samudra sambil membayangkan masa lalunya.
"Iya kau benar dan di bangku ini juga kita mengakhiri hubungan kita" ucap Embun
"Bukan kita tapi kamu" ucap Samudra.
Embun tertawa lalu dia berkata "kau benar aku yang mengalhiri hubungan kita, dulu aku sangat egois bukan".
"Ya kau sangat egois waktu itu, kau memutuskan hubungan kita hanya karena aku sibuk dengan kuliahku". ucap Samudra
"Maksud mu?". tanya Samudra karena kurang jelas mendengar ucapan Embun
"oh tidak apa-apa" ucap Embun sambil tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Sepertinya yang di katakan Mentari memang benar, dan sepertinya tidak ada salahnya jika kami menjalin hubungan lagi seperti dulu" ucap Samudra dalam hati.
Karena Mentari dan Suci sangat lama Embunpun menyusul mereka dan ternyata mereka manlah terlihat sedang memesan jajanan dan mereka juga sudah membawa kantong keresek yang sudah di pastikan itu semua adalah jajanan yang mereka sering beli di taman.
__ADS_1
"Pantas saja lama ternyata kalian disini". ucap Embun yang sudah menghampiri Suci dan Mentari
"Maaf tadi setelah dari toilet kami merasa lapar jadi kami membeli makanan dulu di sini" ucap Suci sambil mengangkat kantong keresek yang dia bawa.
"Bun bagaimana?" tanya Suci
"Bagai mana apanya?". tanya Embun
"Hubungan kamu dan Samudra" ucap Mentari memperjelas pertanyaannya..
"Lo ko kalian bertanya padaku tentang hubungan kami, memangnya ada apa?" tanya Embun heran.
Mentari dan Suci saling bertatapan lalu Suci berkata " bukan apa-apa, oh iya kamu ingin apa dan Samudra suka makanan apa?".
"Aku ingin yang itu sekalian dua untuk aku dan Samudra, ini uangnya maaf aku harus ke toilet dulu". ucap Embun yang sudah tidak tahan ingin ke toilet.
Merekapun kembali ketempat dimana Samudra duduk.
"Hey Dra kamu sedang melamunkan siapa?" tanya Mentari
"Aku tidak melamunkan siapapun'" ucap Samudra berbohong
__ADS_1
"Oh" ucap kedua teman Embun
Lalu Mentari berkata lagi "Aku cuman ingin memberitahu sebaiknya kamu bertindak cepat apalagi orangtuanya sudah menyuruhnya untuk segera menikah" ucap Suci yang sudah tau jika Embun sudah tidak berpacaran lagi dengan kekasihnya karena dia sempat melihat pacar Embun jalan dengan orang lain.