
Suci sampai di tempat kedua sahabatnya dan juga adiknya yang sedang bermain.
Suci yang baru tiba langsung di tanya oleh Mentari yang sedang bermain dengan Deren
"Ci kamu kemana saja kenapa lama sekali?".
Suci menjawab dengan rasa herannya "kamu ini sudah tau aku baru mengambil ponsel, masih saja bertanya aku dari mana?".
"Ya kali aja kamu dari mana gitu, habisnya kamu ambil ponsel ke sana saja lama banget sampai luntur riasan wajah kita".
Suci berdecak lalu berkata "Lebay".
Embun yang tadi hanya mendengarkan dari tempat duduknya akhirnya bersuara "Eh iya Ci, aku lihat tadi kamu diam di dekat mereka cukup lama, apa kamu sedang memperhatikan pak Dokter?". goda Embun
"Sembarangan" ucap Suci singkat karena Mentari langsung memotong ucapan Suci "ya iyalah dia pasti tadi sedang memperhatikan dokter Andre tidak mungkin juga dia memperhatikan suami kita ya walau suami kita tampan apalagi suami ku dia yang paling tampan di antara mereka". ucap Mentari lalu dia duduk di sebelah Embun setelah menyuruh Deren bermain bersama anak-anak yang lain yang di kenal Deren.
"Iya si memang suami kamu tampan tapi sayang Suami ku yang paling tampan di mataku" ucap Embun membela suaminya.
Suci yang tadi berdiri ikut duduk dan dia berkata sambil memperhatikan adiknya yang sedang bermain
__ADS_1
"Kalian ini, eh tapi kalau di banding-banding kayanya Pak dokter yang paling tampan di antara mereka bertiga".
"Cie" ucap Mentari dan Embun bersamaan sambil tersenyum
"Apa sih kalian" ucap Suci kesal dan melihat kedua sahabatnya dan dia kembali melihat Derel
Embun yang merasa jika perkataan Suci benar berkata "Emmm, tapi bener sih kalau umur pak dokter seumuran dengan suami kita pasti pak dokter yang paling tampan".
"Iya juga" ucap Mentari juga setuju dengan pendapat kedua sahabatnya dan dia berkata "Aku jadi penasaran kenapa di usianya yang cukup matang dia belum menikah, tidak mungkin bukan jika tidak ada yang menyukai dia secara kita saja mengagumi dia, atau dia seseorang yang tidak menyukai wanita".
"Hus kalau ngomong itu dijaga jangan sembarangan tari" ucap Suci
"Kamu ini suka bikin malu, aku heran kenapa kamu dan Reyhan jadi berubah setelah menikah?". ucap Suci
Mentari hanya mengangkat kedua bahunya karena dia juga tidak tau kenapa mereka berubah.
"Eh iya ngomong-ngomong tadi kamu lagi apa ci, kenapa diam di sana lumayan lama?" tanya Embun
"Sebenarnya tadi aku diam di sana Karena aku mendengarkan pak dokter bercarita tentang kehidupannya".
__ADS_1
"Memang apa yang di ceritakan pak dokter sampai kamu berdiri di sana tanpa menghampiri mereka dulu".Ucap Mentari dengan rasa penasarannya.
"Aku akan menceritakan apa yang aku dengar tadi tapi janji kalian tidak boleh nangis sampai guling-guling, hahaha"
"Sudah cepat katakan apa yang kamu dengar karena aku merasa jika yang kamu dengar adalah hal yang sangat serius" ucap Mentari yang semakin penasaran dengan apa yang di dengar Suci apa lagi Suci berkata jika mereka dilarang menangis
"Is gak sabaran kaya orang yang lagi antri sembako murah saja".
"Sebenarnya apa yang kamu dengar ci sampai melarang kami menangis segala dan sebaiknya kamu cepat cerita sebelum mereka menghampiri kita".
"Baiklah jadi aku tadi diam di sana karena mendengar suami kamu Bun bertanya pada pak dokter itu kenapa dia belum menikah".
"Terus apa jawaban pak dokter" tanya Mentari dan suci pun menceritakan apa yang dia dengar tanpa ada yang dia lebihkan atau dia kurangi.
Mentari dan Embun benar-benar tidak menyangka jika kisah cinta dokter Andre sangat menyedihkan di banding kisah mereka.
"Aku jadi kasihan pada dokter Andre" ucap Mentari
dan Embun pun mengiyakan ucapan Mentari dengan berkata"Aku juga sama kasihan padanya aku pikir Kisah Suci yang paling menyedihkan ternyata ada yang lebih menyedihkan dari kisah mu ci".
__ADS_1