
Suci dan Andre sudah berada di pelaminan dan sedang menerima ucapan selamat dari tamu undangan yang hadir yang terdiri dari keluarga besar kedua belah pihak dan rekan kerja Andre dan Suci.
Teman Andre lebih mendominasi sementara teman Suci hanya sedikit karena memang sedikit dan jumlah mereka kurang lebih ada 300 orang yang hadir, jumlah itu pas dengan gantungan kunci yang di pesan Andre dan sudah di bawa tadi pagi oleh Santi.
Saat Suci melihat Andre berpelukan dengan seorang wanita asing dada Suci terasa sesak, karena Suci berpikir jika orang tersebut bukanlah keluarga Andre terbukti dari wajahnya yang tidak terlihat mirip dengan keluarga Andre.
Andre yang melihat istrinya bingung langsung memperkenalkan wanita yang di peluknya.
"Suci perkenalkan ini adik pertama ku dan kamu pasti pernah melihatnya bukan" tanya Andre karena yakin Suci sudah pernah melihatnya.
"Tidak" jawab Suci jujur karena tidak mengenalinya
"Kamu yakin? apa kamu ingat wanita yang aku peluk di rumah sakit saat kamu baru datang".
Suci mengangguk dan Andre berkata "nah ini wanita yang sama dengan yang aku peluk di rumah sakit", dan Suci tersenyum kembali setelah tau jika wanita tersebut adalah Adik Andre.
__ADS_1
Sementara Mentari dan Embun sedang cemberut karena memikirkan Suci yang marah pada mereka.
Reyhan dan Samudra yang berada di samping mereka saling pandang dan mereka saling berbicara lewat mata mereka.
"Sayang kamu kenapa cemberut bukankah seharusnya kalian ikut bahagia karena Suci juga sudah menikah" tanya Reyhan yang sudah jengkel melihat sang istri yang biasanya ceria kini malah tertunduk lesu.
Mentari menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya lalu dia berkata "Kami bahagia mas, karena kini Suci sudah menikah".
"jika kalian bahagia lantas kenapa kalian dari tadi terus memasang wajah seperti itu?" tanya Reyhan lagi
"Reyhan benar kenapa kalian terus diam tidak seceria biasanya?".
"Coba kalian lihat Senyuman Suci" Ucap Mentari agar suaminya dan Samudra memperhatikan senyuman Suci yang tidak seperti biasanya.
Reyhan dan Samudra memperhatikan senyuman Suci beberapa kali saat ada orang yang memberi selamat pada Suci dan menurut mereka tidak ada yang salah dengan senyuman suci.
__ADS_1
"Sayang,.. mas lihat tidak ada yang salah dengan senyuman Suci, iyakan Dra?" tanya Reyhan meminta persetujuan Samudra dan Samudra mengangguk tanda setuju.
"Mungkin kamu dan Suci sedang sensitif karena kehamilan kalian" ucap Samudra dan berhasil membuat ketiga orang yang sedang duduk di dekatnya melihat samudra.
"Mas kenapa menyebutku sedang hamil?".
"Ya karena kamu pasti sedang hamil sayang?" ucap Samudra yang menebak kehamilan Embun karena dia membandingkan apa yang di katakan Reyhan tentang ciri-ciri Mentari yang sedang hamil dengan istrinya.
"Mas ini ada-ada saja, mas aku tau kamu ingin segera mendapatkan anak tapi jangan seperti itu juga" ucap Embun tak habis pikir dengan ucapan Samudra.
"Tunggu!". ucap Mentari dan ucapannya berhasil membuat tiga orang yang berada di meja tersebut menoleh padanya.
"Bun aku ingin tau kapan terakhir kamu dapat tamu bulanan?". Tanya suci karena tau jika Samudra tidak akan sembarangan berbicara.
Embun yang sama kurang paham dengan dunia kehamilan berkata "tiga bulan yang lalu" ucapnya polos tanpa merasa jika itu tanda-tanda orang hamil.
__ADS_1
"Aduh ya ampun Embun kenapa kamu sama bodohnya dengan aku", ucap Mentari yang berhasil membuat Embun marah karena di sebut bodoh.
"Kenapa aku sama bodohnya dengan mu Tari, rasanya tidak mungkin kita tergolong orang yang bodoh". ucap Embun dengan menekan kata Tari dan bodoh.