
Reyhan yang sudah mengembalikan gaun tersebut menghampiri Mentari dengan membawa gaun yang lebih cocok untuk Mentari.
"Nona coba pakai yang ini" ucap Reyhan
Mentari memasang wajah kesalnya lagi dan dia berkata "Aku tidak mau mencoba gaun lagi".
"Ya sudah jika seperti itu ayo kita pulang sekarang", ucap Reyhan
"Aku belum mau pulang Rey, aku belum mendapatkan gaun yang cocok dan mereka juga pasti belum mendapatkan gaun yang mereka mau" ucap Mentari lalu melihat kedua temannya.
Namun sayang kedua temannya malah memperlihatkan barang belanjaan mereka yang sudah di bungkus.
"Kapan kalian membelinya tadi aku belum melihatnya?" tanya mentari
"Tadi pas kalian berantem kami sedang di meja kasi, kamu tidak melihatnya karena dari tadi kamu hanya fokus pada Reyhan" ucap Embun.
"Tari lebih baik kita pulang sekarang, aku takut jika kita terlalu lama di sini kamu akan terlambat pulang dan untuk gaun mu kamu beli yang di bawa Reyhan saja dia pasti tau gaun mana yang pantas untuk mu ". ucap Suci
"Baiklah" ucap Mentari
Mereka pulang dengan mengantar Suci dan Embun terlebih dahulu, setelah mereka sampai di rumah Mentari Reyhan berkata "Maaf nona jika anda tidak keberatan saya ingin berbicara dengan anda di taman belakang setelah anda makan malam".
__ADS_1
"Baiklah" ucap Mentari dan dia turun setelah Reyhan membuka pintu mobilnya.
Mentari sudah selesai makan malam dan dia langsung menemui Reyhan di taman belakang, namun saat mentari sudah sampai dia melihat Reyhan sedang melamun, "Apa yang sedang dia pikirkan sepertinya hal yang sangat berat?".
Mentari sampai di bangku tempat Reyhan duduk dan dia berkata "Rey kamu sedang memikirkan apa?"
"Eh nona mengagetkan saya saja, tidak ada nona", ucap Reyhan
"Rey bisa tidak kamu memanggilku Mentari jangan nona?".
"Maaf nona ini sudah peraturan yang harus saya lakukan" ucap Reyhan
"Karena tadi saya marah karena saya tidak suka nona memamerkan tubuh nona seperti itu dan alangkah baiknya jika nona memakai gaun ini di hadapan Suami anda kelak" ucap Reyhan sambil memberikan gaun yang di coba oleh Mentari tadi.
Mentari merasa bingung dengan ucapan Reyhan lalu dia melihat gaun yang di berikan Reyhan
"Kenapa kamu membeli ini bukankah saya sudah bilang untuk mengembalikannya dan dari mana kamu punya uang untuk membayar gaun ini?" tanya Mentari
"Itulah kenapa saya mengajak anda bertemu di sini, karena saya ingin meminta ijin pada nona?" ucap Reyhan
" kamu mau ijin untuk apa?" tanya Mentari
__ADS_1
"saya meminta ijin untuk bekerja di butik selama anda bekerja dan saya akan menemui anda saat jam makan Siang dan saya juga akan memastikan jika saya akan ada disaat anda pulang". ucap Reyhan menjelaskan
"Oh jadi ini yang membuat dia melamun tadi" ucap Mentari dalam hati lalu dia bertanya"Kamu bekerja di sana karena harus membayar gaun ini?"
"Iya nona", jawab Reyhan
"Biar aku bayar sekarang agar kamu tidak perlu cape-cape bekerja di sana" ucap Mentari
"Jangan nona, biar saya saja yang membayarnya" ucap Reyhan
"Ini sangat mahal Reyhan dan kamu pasti butuh waktu yang lumayan lama agar bisa membayar gaun ini". ucap Mentari
"Itu tidak masalah nona, ini saya lakukan karena rasa bersalah saya yang sudah memarahi anda tadi di tempat umum, jadi apa anda mengijinkan saya bekerja". tanya Reyhan
Mentari berpikir cukup lama dan pada akhirnya dia berkata "Iya saya mengijinkannya, tapi kamu harus berhati-hati jangan sampai kakek mengetahuinya"
"Iya saya akan berhati-hati, nona tenang saja". ucap Reyhan dan dia berkata dalam hati
"Kenapa semudah ini meminta ijin padanya padahal aku pikir akan sangat sulit mengingat sifatnya yang sekarang, tapi bagus juga setidaknya aku bisa mulai bekerja di perusahaan dan untuk mengawasi Mentari aku bisa meminta Deni mengirim pengawal pengganti selama aku bekerja.
"Oh iya terimakasih gaunnya aku sangat menyukainya". ucap Mentari dan dia berkata dalam hati "Apalagi ini pemberian dari mu Rey aku semakin menyukai gaun ini".
__ADS_1