
Mereka sampai di dalam kamar hotel
Suci dan Embun langsung menaruh barang bawaan mereka di pinggir lemari kamar hotel tersebut, dan mereka merebahkan tubuh mereka di samping kiri dan kanan Mentari yang sudah merebahkan tubuhnya lebih dulu dan mereka menatap langit kamar tersebut.
Setelah Suci dan Embun bergabung dengan Mentari, Mentari berkata "Sebentar lagi aku akan menjadi orang tua, rasanya baru kemarin kita betemu di perusahaan suamiku dan sekarang kita sudah menemukan pendamping kita masing-masing" ucap Mentari sambil menerawang saat di mana dia dan kedua sahabatnya bertemu di perusahaan Reyhan.
"Kalian yang sudah, aku kan belum" ucap Suci yang tidak setuju dengan ucapan Mentari.
"aamiin ci jangan protes, siapa tau besok kamu mendapatkan pendamping dunia dan akhirat mu". ucap Embun yang sama masih menatap langit kamar mereka.
"Iya, aamiin" ucap Suci terpaksa
"Yang ikhlas bilang Aamiinnya, semoga saja ada malaikat yang lewat terus mengaminkan doa kita dan siapa tau kamu besok mendapatkan pendamping".
"Aamiin" ucap ketiganya kompak dan mereka tertawa bersama.
"Terimakasih teman-teman" ucap Suci sendu
"Untuk" ucap Mentari sambil melihat Suci dan Embun yang juga melihat Suci.
__ADS_1
"Terimakasih karena Persahabatan kita yang masih seperti ini, bahkan setelah kalian menikah kalian masih mau berkumpul seperti ini padahal kalian sudah punya suami".
"Jangan berterimakasih pada kami tapi berterimakasihnya pada suami kami, yang memberi ijin pada kami untuk menyediakan waktu berkumpul dengan kamu". ucap Embun menjawab ucapan Suci.
"Ya terimakasih pada kalian dan juga suami kalian dan semoga aku juga mendapatkan Suami yang pengertian seperti suami kalian".
"Aamiin" ucap Embun dan Mentari bersamaan.
Dan setelah itu seperti sebelum-sebelumnya mereka menonton Filem yang mereka sukai dari dulu hingga sekarang.
Ya drema yang bisa membuat mereka tertawa, bersedih, menjerit dan tegang apalagi saat adegan yang membuat mereka merasa malu saat melihatnya.
Setelah selesai menonton beberapa derama merekapun beristirahat karena besok mereka harus bangun lebih awal.
****
Keesokan paginya mereka sudah terbangun dan bergantian memakai kamar mandi di kamar hotel tersebut.
Tok tok tok
__ADS_1
Suara pintu di ketuk dan karena Mentari yang sudah selesai jadi dia yang membuka pintu dan Mentari tersenyum saat melihat orang yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Ayo masuk mba" ucap Mentari sambil menggeser tubuhnya agar sang oarang tersebut masuk.
"Tari siapa yang datang" Ucap Suci sedikit berteriak karena dia masih di kamar mandi, sementara Embun sedang mencari sarapan di luar untuk dirinya dan kedua sahabatnya.
Mentari bukannya menjawab pertanyaan Suci tapi justru meminta Suci agar segera keluar dari kamar mandi.
Suci keluar dan menatap aneh pada seorang wanita yang membawa kotak besar dan Suci tau betul itu katak apa lalu dia bertanya.
"Tari apa dia seorang perias?" tanya Suci berbisik.
"Iya kamu benar dia ini adalah perias wajah lebih tepatnya perias pengantin dan dia datang kesini untuk merias wajah mu" dan sebelum Suci protes Mentari sudah berkata lagi.
"Jangan tanya kenapa karena kamu tau kenapa aku ingin kamu dirias seperti pengantin dan setelah di rias kamu harus memakai baju pengantin yang aku berikan kemarin" ucap Mentari tegas tanpa mau di bantah.
Suci mendengus kesal karena dia tau jika Mentari melakukannya karena keinginan bayi yang ada di dalam perut Mentari.
"Pantas saja aku merasa tidak enak saat menerima baju pengantin kemari ternyata ini lasannya" ucapnya Sambil melihat Mentari dengan mata yang tajam karena kesal dan dia berkata lagi sambil merengek "Tari.... apa tidak bisa jika keinginan anakmu yang ini tidak usah aku turuti".
__ADS_1