
Keinginan Andre untuk mengulang malam panas mereka gagal sudah karena ketukan di pintu kamar mereka semakin parah karena Andre melarang Suci untuk membukanya.
"Aku pikir jika pintunya tidak di buka orang yang mengetuk pintu akan mengerti jika kita adalah pengantin baru, tapi sepertinya tidak".
"Sabar mas, jadi sekarang kita harus apa ?".
"Kamu pakai pakayan mu dulu dan temui mereka sedangkan mas akan membersihkan tubuh mas karena sepertinya kita tidak bisa mengulangnya sekarang".
"Apa tidak apa-apa?".
"Ya sebenarnya mas tidak rela tapi yasudah mau bagai manalagi karena sepertinya orang yang mengetuk pintu memang sengaja ingin merusak pagi kita".
Suci mengiyakannya dan langsung berpakayan dan setelah rapih dia langsung membuka pintu kamarnya dan alangkah terkejutnya dia jika yang mengetuk pintu kamarnya bukan saudara dari suaminya melainkan kedua sahabatnya.
"Assalamu'alaikum Suci". ucap Mentari dengan senyum manisnya
"Wa'alaikummussalam" jawab Suci
"kalian kenapa datang kemari dan mereka juga ikut?" tanya Suci yang merasa lebih kaget karena suami mereka juga ikut.
"Kami datang kemari karena ingin bertemu denganmu?" jawab Mentari
"Untuk apa?, apa ada hal yang penting?".
"Tidak ada kami hanya ingin mengganggu kalian saja?".
"Maafkan kami Suci karena kami tidak bisa melarang mereka untuk datang kesini, itu karena permintaan dari calon anak kami" jawab Samudra
__ADS_1
Setelah mendengar ucapan Samudra Suci menatap kedua sahabatnya dan dia berkata "kenapa kamu juga ikut ikutan bun, dan kamu Tari kenapa ngidam mu itu selalu merepotkan aku".
"siapa juga yang ngidam gangguin pengantin baru".
"Nah terus kenapa kamu datang kesini, dan tadi Samudra bilang jika kalian datang kemari karena permintaan calon anak kami?". ucap Suci yang sepertinya tidak fokus mendengar ucapan Samudra
Mentari tersenyum karena menyadari jika Suci kurang fokus "nanti aku jawab saat kita di Lestoran hotel ini, dan sebaiknya sekarang kamu ijin dulu pada suamimu untuk ikut dengan kami ke Lestoran".
"Baiklah kalau begitu kalian tunggu di sana aku ijin dulu dan juga harus mempersiapkan pakayan suamiku terlebih dahulu".
Mentari dan Embun mengiyakannya dan merekapun pergi ke Lestoran terlebih dahulu bersama Suami mereka
Suci mempersiapkan keperluan suaminya dan menunggu suaminya selesai membersihkan diri sebelum dia menyusul kedua sahabatnya.
Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Andre yang begitu segar dan menawan setelah selesai mandi sampai membuat Suci tidak berkedip saat melihatnya.
"Eh ini mas" ucapnya sambil menyodorkan pakayan suaminya yang tadi dia bawa.
"Mas apa boleh aku berbicara dengan kedua sahabatku di Lestoran hotel ini".
"Boleh tapi jangan lama ".
Suci tersenyum dan berkata "Terimakasih mas karena tidak egois, dan aku janji setelah bertemu mereka aku akan membeeri mas hadiah".
Suci pun menghampiri kedua sahabatnya yang berada di Lestoran hotel tersebut dan di sana Suci hanya melihat kedua sahabatnya tidak ada para suami mereka yang tadi ikut menggedor pintu kamarnya
"Mungkin mereka langsung berangkat kerja setelah mengantar istri mereka" ucap Suci dalam hati sambil terus berjalan menghampiri kedua sahabatnya.
__ADS_1
Suci tersenyum setelah dia duduk di antara kedua sahabatnya lalu dia berkata
"Jadi kenapa kalian menggangu kami, dan tadi kamu bilang bukan calon anak mu padahal Samudra bilang tadi jika kalian datang menngangu ku karena keinginan calon bayi kami "
"Parah Ci kamu malah ikutan telmi seperti ksmu setelah menikah"
"Maksud mu apa?" tanya Suci yang belum mengerti
"tadi samudra bilangnya caon bayi kami bukan?".
"Iya terus".
"Ampun Suci sayang, itu artinya yang menginginkan kami datang kemari menggangu mu itu calon anaknya dan Embun, bukan calon anak ku dan suamiku".
"Apa?" kaget Suci dan dia langsung melihat Embun dengan raut wajah kesalnya, tapi di detik berikutnya Suci berkata "selamatnya Embun, akhirnya kamu hamil juga menyusul Suci aku ikut bahagia".
"menyusul apanya dia itu hamilnya lebih dulu dari aku tapi karena sama-sama minim pengetahuan tentang kehamilan jadi ya begini perut udah buncit baru deh ketahuan, itu juga suami yang menyadarkan kami yang bodoh ini". ucap Mentari
Suci tertawa karena untuk pertamakalinya Mentari berkata jika dia dan Embun bodoh.
"Jangan tertawa nanti kamu merasakan apa yang kami rasakan?".
"Ya kalau aku seperti kalian aku akan sangat senang, coba kalian pikir jika kita tau umur kandungan kita sudah besar berarti kita akan cepat melihat anak kita, tanpa kita harus menunggu lama dari bulan pertama sampai mereka lahir".
"Benar juga sih tapi tetap saja malu, aku terkesan bodoh padahal kecerdasan ku itu di atas rata-rata" ucap Mentari dengan percaya dirinya yang sa...ngat tinggi
"Iya deh yang pintar di atas rata-rata" ucap Suci mengiyakan ucapan Mentari.
__ADS_1