
Malu pasti secara andre ketahuan takut pada hantu dan juga malu karena yang di kira hantu adalah Suci orang yang dia sukai.
karena rasa malunya Andre langsung masuk kedalam mobilnya tanpa mengatakan apapapun pada Suci dan dia langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Suci masih tertawa sampai ayahnya menepuk pundak Suci dan berkata "sayang kenapa masih di sini dan kenapa kamu tertawa seperti itu".
"Iya yah sebentar lagi Suci berangkat". ucap Suci yang sudah tidak tertawa lagi.
"Terus kamu kenapa tertawa seperti itu".
"itu karena aku mendengar jika dokter Andre melihat hantu"
"Jika seperti itu kenapa kamu tertawa?"
"Ya karena yang dikira hantu oleh pak dokter adalah Suci yang masih memakai mukena".
Dan sang ayah ikut tertawa dan berkata "Aneh, Ayah pikir seorang dokter tidak takut dengan hantu secara dia bekerja di Rumah sakit yang pasti banyak hantunya, dan sekarang ayah mengerti kenapa nenek bilang Jika Dokter Andre hanya bekerja di siang hari ternyata ini alasannya".
Mereka tertawa bersama dan menghentikan tawanya saat ingat jika mereka harus berangkat kerja.
Suci datang kekantornya dengan senyuman yang tidak luntur di wajahnya.
Embun yang Melihat Suci sangat ceria dan terus tersenyum berkata "Ci kamu baik-baik saja kan ?"
"Aku baik-baik saja Bun".
"Maaf tapi kamu tidak setreskan ".
"Sembarangan aku masih waras bun, aku tertawa karena mengingat Dokter Andre".
__ADS_1
"Cie cie yang sudah suka sama pak Dokter".
"Sembarangan".
"ye, sudah jangan bohong kalau kamu tidak suka ngapain kamu mikirin pak dokter, dan lihat wajah mu yang ceria berbeda dengan kemarin yang sangat kusut.
Suci hanya tersenyum menanggapi ucapan Embun dan dia langsung duduk dan mulai bekerja.
Sementara Embun langsung mengirim pesan pada Mentari "Tari sepertinya sebentar lagi ada yang akan menyusul kita untuk menikah".
"Siapa?"
"Suci". ucap Mentari
"apa kamu yakin ci?".
"Udah dulu aku mau kerja nanti pak bos marah karena aku belum bekerja apalagi cctv di ruangan ini yang mengarah kemeja mu belum di copot.
"Memangnya ada cctv yang mengarah ke mejaku dulu?". isi pesan Mentari lagi
"Iya ada, Sebentar aku foto ".
dan saat akan mengirim Foto tersebut pada Mentari tiba-tiba panggilan masuk dari Reyhan.
Dengan ragu Embun mengangkat panggilan yang masuk.
"Selamat pagi bos, maaf ada apa?".
"Kamu mau kerja atau mau main ponsel".
__ADS_1
"maaf pak"
Tut tut tut
Panggilan pun terputus dan Embun langsung menyimpan ponselnya dan langsung bekerja karena takut mendapat teguran lagi dari CEOnya.
***
Suci Sudah pulang dan sekarang dia sudah berada di halaman rumahnya.
Suci tersenyum saat melihat mobil Andre sudah terparkir di garasi rumahnya.
Suci tersenyum karena dia sudah tidak sabar untuk menggoda Andre.
Suci melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumahnya dan dia semakin melebarkan senyumnya saat melihat Andre sedang duduk di kursi ruang tamunya.
Suci langsung duduk di dekat Andre, dan itu membuat Andre kaget dan langsung melihat Suci.
Suci yang di lihat Andre tersenyum dan berkata " pak dokter aku ingin bertanya lagi, tadinya aku ingin menanyakan ini tadi pagi tapi sayang pak Dokter sudah pergi".
Andre mengerutkan keningnya dan dia berkata "apa yang ingin kamu tanyakan ?"
"Aku ingin tau kenapa anda sepertinya sangat takut pada hantu?".
Andre meletakan ponselnya karena akan menjawab pertanyaan Suci
"Sebenarnya dulu saya tidak setakut sekarang"
Suci bertanya lagi "Memang apa yang membuat pak dokter menjadi seperti semalam"
__ADS_1