
Embun terus memperhatikan Suci dari datang sampai jam menunjukan waktu istirahat.
Seperti biasa mereka makan siang di tempat biasa mereka makan dan baru saja mereka duduk Mentari datang dan langsung bergabung.
"Tari kenapa kamu di sini bukannya menemani suami mu makan siang?"
"Dia sedang ada acara di Lestoran lain dan aku kesini untuk melihat keadaan Suci".
"Lo memangnya aku kenapa? aku baik-baik saja?" tanya Suci heran
"Ragamu yang tidak apa-apa? tapi hati mu tidak baik-baik saja".
"Hati ku baik? jawab Suci
Embun membenarkan ucapan Mentari dengan berkata "Baik dari mana Ci, dari tadi aku perhatikan kamu seperti memikirkan suatu masalah dan kami pikir itu tentang Leo".
Suci tersenyum dan menatap kedua sahabatnya yang heran karena melihat dirinya tersenyum, lalu dia berkata
"Kalian memang benar dari tadi aku memang sedang memikirkan sesuatu tapi aku bukan memikirkan Orang egois itu".
"Terus kamu mikirin apa, tinggu jangan bilang orangtuamu Sudah tau jika Leo sudah menikah dan memaksamu untuk menikah dengan pilihan mereka?" tanya Embun dan Mentari juga mengiyakan perkataan Embun.
__ADS_1
"Iya mereka sudah tau karena tadi pagi aku yang mengatakannya".
"Lo ko bisa bukannya kamu ingin merahasiakan semua itu dari mereka, sampai kamu mempunyai calon yang lain?" tanya Mentari dan kini Embun yang mengangguk
"Iya rencana awal memang seperti itu tapi semua berbeda karena kejadian yang menimpaku Semalam"
kedua temannya menatap Suci seolah bertanya "memang semalam kenapa?".
Suci menghembuskan napasnya di udara karena dia akan menceritakan kisahnya yang semelam terjadi dan kehebohan di pagi hari yang terjadi di rumahnya.
Suci menceritakan semuanya, Mentari dan Embun yang mendengarnya geleng geleng kepala karena mereka membayangkan betapa hebohnya pagi tadi di rumah Suci.
"Ci" panggil Mentari
"Apa?". ucap Suci sambil melihat Mentari
"Sejak kapan Dokter itu tinggal di rumah mu?" tanya Mentari lagi
"Itu dokter sudah tiga malam menginap di rumah ku, agar dia tidak terlalu cape saat bekerja di Rumah sakit, karena Rumahku berada sebelum Apartemen miliknya".
"Oh, aku pikir karena orangtua mu ingin kamu dekat dengannya".
__ADS_1
"Itu salah satu alasannya juga" ucap Suci
"Terus apa yang menjadi beban pikiran mu bukankah tadi kamu bilang jika semuanya sudah selesai?".
"Iya Selesai tapi setiap hari libur aku harus pergi jalan-jalan dengannya juga adik ku, dan aku sudah tau pasti adikku akan disuruh melakukan hal yang sudah mereka rencanakan".
"Tunggu perkataan mu seperti berkata jika mereka merencanakan ini semua agar kamu lebih dekat dengan dokter itu" tanya Embun
"Memang benar, tadinya ibuku seperti sudah percaya dengan ucapan ku, tapi tiba-tiba wajah ibu berubah karena aku bilang jika Leo Sudah Menikah".
"Ci ikuti saja permainan ibu mu".ucap Embun
"Ya tentu saja aku harus melakukannya, jika tidak ibu akan berusaha menikahkan ku dengan pak Dokter dalam waktu dekat.
"Ci apa kamu tidak merasa tertarik dengan pak dokter, jika aku jadi kamu aku akan menerima jika ibu menyuruh ku untuk menikah dengannya" ucap Mentari dan tiba-tiba saja telinganya di jewer dan Mentari sudah menebak siapa yang menjewernya.
"Ampun pak suami aku cuman bilang seandainya". ucapnya sambil mengusap telinganya.
"Pak bos bu bos kami permisi karena sebentar lagi jam kerja akan di mulai" ucap Embun dan di angguki Suci dan merekapun pergi meninggalkan sepasang suami istri yang sebentar lagi akan berdebat.
"alasan padahal jam istirahat mereka masih lama" ucap Mentari kesal karena Kedua sahabatnya selalu pergi jika sang suami menghampirinya.
__ADS_1