
Tujuh taun sudah Reyhan tinggal di luar negri dan sekarang dia memutuskan untuk tinggal di negri kelahirannya karena sudah tidak ada alasan lagi baginya untuk tinggal di sana karena sang kakek juga telah meninggal dunia.
Ya kakeknya sudah meninggal itulah alasan Reyhan kembali, setidaknya di tanah kelahirannya dia masih mempunyai Deni sahabatnya.
Walau mereka terpisah dengan jarak yang sangat jauh tapi mereka tetap berkomunikasi dengan baik sampai saat ini.
Reyhan pulang ketanah airnya tanpa memberi tahu Deni, karena dia ingin memberi kejutan pada Deni.
Reyhan sampai di tanah air malam hari dan dia langsung pergi menuju kediaman Deni.
Ya Deni masih tinggal di tempat yang sama seperti 7tahun yang lalu, hanya saja bangunannya kini sudah berubah, karena Deni sudah membuka usaha penyalur tenaga kerja di bidang keamanan seperti sekuriti atau pengawal pribadi, di tempatnya dia juga melatih para pemuda yang berminat menjadi sekuriti atau pengawal.
ting tong... suara bel Rumah Deni berbunyi tanda ada orang yang akan bertamu tapi sayang suara itu berbunyi di tangah malam saat Deni baru selesai melakukan aktiftas malamnya dengan sang istri.
Ya Deni sudah menikah baru beberapa bulan yang lalu.
"Is siapa yang menggangu kita malam-malam begini" ucap Deni pada sang istri
"Aku juga tidak tau mas". ucap sang istri
"Ya sudah mas lihat dulu ke depan siapa tau tamu yang penting sampai datang malam-malam begini". ucap Deni
Entah mengapa setelah Reyhan berada di tanah air jiwanya yang dulu sempat hilang kini kembali lagi apa lagi saat membayangkan jika dia akan bertemu Deni.
Reyhan yang sadar jika dia bertamu tengah malam berniat mengerjai Deni.
Ting tong Reyhan memijat bel rumah Deni kembali, namun saat Reyhan mendengar suara pintu rumah di buka Reyhan bersembunyi.
Deni membuka pintu pagar Rumahnya dan dia tidak menemukan siapapun, Deni kembali ke dalam Rumah dan setelah Deni masuk suara bel pun berbunyi lagi, Deni keluar lagi dan itu dia lakukannya sampai 3x, setelah merasa kesal Deni berteriak
"Woy siapa yang iseng malam-malam begini apa lu gak tau gue siapa hah?".
"Memangnya kamu siapa Den " ucap Reyhan dari belakang Deni.
Deni yang mendengar suara Reyhan langsung ketakutan bukan karena dia takut pada Reyhan tapi dia takut jika itu suara hantu yang menyerupai suara Reyhan, karena Deni yakin jika Reyhan tidak mungkin ada di negaranya dan jika itu dia pasti dia tidak mungkin mengerjainya karena itu bukan sifatnya yang sekarang.
Deni memberanikan dirinya untuk melihat kebelakang dengan perlahan Deni membalikkan tubuhnya kebelakang dengan mata tertutup dan jangan lupakan mulutnya yang terus komat kamit entah membaca apa.
__ADS_1
Setelah dia merasa jika posisinya sudah berhadapan dengan mahluk yang mengerjainya Deni menarik nafasnya, namun sebelum Deni menghembuskan nafasnya Deni sudah di kejutkan lagi dengan tepukan di pundaknya dan dia berkata
"Den.. apa yang kamu pikirkan".
Deni langsung membuka matanya dan alangkah terkejutnya Deni jika yang mengerjainya adalah Reyhan sang pengusaha.
Deni berteriak "Oh ya ampun apa kau sudah gila mengagetkan ku seperti itu, jika aku mati lalu istri ku bagai mana?".
"Ya dia tinggal menikah lagi, pasti dia tidak akan menolak ku bukan?"
"Kau bukannya minta maaf malah mendoakan ku yang tidak-tidak".
"Kenapa menyalahkan aku, bukannya kamu yang bilang jika kamu mati".
Mila datang menghampiri mereka karena merasa khawatir suaminya belum kembali.
Mila kaget saat melihat Reyhan " Apa aku tidak bermimpi" ucap Mila
"Hay mil apa kabar, kamu semakin gemuk saja". ucap Reyhan berbohong.
"Apa kamu bilang aku gemuk apa kamu sudah bosan hidup" ucap Mila sambil membuka sandalnya dan berlari untuk memukul Reyhan
"Aku tidak bercanda Deni dia memang lebih gemuk lihatlah apa mata mu sudah tidak berfungsi dengan baik" ucap Reyhan pada Deni.
Karena Mila tidak bisa menyakiti Reyhan alhasil Denilah yang menjadi sasaran nya.
bug bug bug "Berati kamu berbohong saat bilang jika aku masih kurus" ucapnya sambil memukul Deni dengan sandal
"Reyhan kau benar-banar mengerjai aku" ucap Deni
Reyhan tertawa senang dan dia berjata "setelah bertahun-tahun akhirnya aku bisa tertawa ha ha ha, aku pikir sampai mati aku tidak akan lagi bisa tertawa lagi"
Setelah puas tertawa Reyhan berkata "Mil sudah aku hanya bercanda, aku hanya ingin melihatnya menderita".
Mila kaget dan langsung mengelus punggung Deni yang sudah dia pukul dengan sandal dan dia berkata "Maaf mas aku pikir dia serius karena rasanya tidak mungkin jika dia hanya bercanda".
"Bukankah sudah ku bilang dia hanya bercanda dia memang seperti itu saat bersama ku, kamu seperti Tari mudah tertipu dengan tampang dinginnya".
__ADS_1
Deg.. hati Reyhan tersentak saat mendengar nama Tari disebut karena setelah bertahun-tahun dia tidak pernah lagi mendengar orang menyebut nama Mentari.
"Sepertinya ada yang sedang memikirkan Tari di sini".
"Tuan Aditia , Jangan lagi memikirkan nona Mentari mungkin sekarang dia sudah mempunyai pasangan dan bisa saja dia sudah menikah karena di jodohkan oleh kakeknya". ucap Mila
Reyhan bingung mendengar ucapan Mila dan dia bertanya "Maksud kamu apa?'.
"Tunggu apa kamu belum tau jika dia adalah cucu orang kaya seperti mu". ucap Mila
Reyhan langsung melihat Deni, dan Deni berkata " Maaf aku tidak memberitahu mu karena aku tidak mau membahas Mentari dengan mu karena aku ingin kamu bisa melupakannya".
"Tidak masalah Den aku juga sudah tidak berharap lagi padanya" ucap Reyhan berbohong karena tidak mungkin juga dia bilang jika dia masih berharap padanya setelah sekian lama mereka tidak berkomunikasi lagi.
"Maaf tuan Aditia aku belum mengajak mu kedalam istana kecil kami". ucap Mentari yang memanggil nama Reyhan dengan nama tengahnya
ya nama panjang Reyhan adalah Reyhan Aditia Nugraha dan rekan bisnis juga bawahannya memanggil Reyhan dengan nama Aditia
"Mila jangan memanggil ku dengan nama itu" ucap Reyhan
"Kenapa?" tanya Mila
"aku tidak suka saja jika kalian memanggil nama tengah ku".
"Oh baiklah jika kamu tidak menyukainya, tapi apa boleh jika aku memanggil mu pangeran".
"Kalau kamu memanggilnya pangeran aku yang akan marah sayang" ucap Deni
"Nah terus aku harus memanggilnya apa?". tanya Mila
"Tuan saja sayang karena dia juga bos kita".
"Baiklah mas".
"Sayang kenapa kamu tidak mau memanggilnya Reyhan?".
"aku tidak suka karena aku selalu ingat jika dulu dia sering mengacuhkan ku".
__ADS_1
"Sudah panggil saja aku Rey atau Reyhan, dan sekarang apa boleh aku masuk aku sudah lelah terus berdiri ?".
"ayo masuk Rey" ucap Deni dan dia berkata lagi "sepertinya dalam sejarah hidup mu baru kali ini ada yang membiarkan mu berdiri selama ini" ucap Deni