Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Perubahan Reyhan


__ADS_3

Reyhan bangun dari tidur singkatnya karena dia hanya tidur 3jam itu terjadi karena Reyhan terus memikirkan keadaan kedua orangtuanya.


Setelah bangun Reyhan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai dia langsung pergi kedapur untuk membantu pelayan membuat sarapan.


Para pelayan tidak ada yang merasa kaget dengan sikap Reyhan karena mereka sudah tau kebiasaan Reyhan yang sering membantu bundanya membuat sarapan jika sedang berada di sana.


Sama seperti di rumahnya di rumah sang kakek juga tidak mempekerjakan seorang koki, bukan karena sang kakek tidak sanggup membayar seorang koki tapi dia tidak menyukai masakan orang lain selain masakan bi inah


"Pagi den Reyhan" ucap Bi Inah menyapa


"Pagi juga bi" jawab Reyhan sopan.


"Bi apa boleh Reyhan membantu bibi?".


"Tentu saja boleh den, den apa rencana den Reyhan kedepannya?" tanya sang bibi.


"Belum tau bi, pikiran Rey saat ini hanya tentang kedua orangtua Reyhan".


Bi Inah hanya bisa berkata " yang sabar ya den mungkin ini cobaan buat den Reyhan"

__ADS_1


"Bibi benar ini adalah sebuah cobaan, cobaan yang tidak pernah usai, dulu paman dan kakak yang pergi mendadak sekarang ayah dan bunda koma yang entah kapan mereka akan bangun".


"Aku takut bi sangat takut jika mereka akan menyusul paman dan kakak ku" ucap Reyhan lirih


Bi Inah yang melihat Reyhan bersedih pun memeluknya dan berkata jangan di tahan den menangislah agar aden merasa lebih baik walau itu tidak bisa merubah apapun setidaknya menangis bisa menghilangkan rasa sesak yang ada di dada aden".


Reyhan yang di peluk Bi inah langsung menangis tanpa memperdulikan tatapan para pelayan dan sang kakek yang ikut merasakan kesedihan yang Reyhan rasakan.


Setelah puas menangis Reyhan melepas pelukan sang bibi dan berkata "Terima kasih bi"


"Sama-sama den" ucap bibInah lalu mengajak Reyhan untuk mulai memasak.


Reyhan sangat dekat dengan Bi Inah karena dia adalah seorang wanita yang berusia hampir sama dengan sang kakek, dia bekerja dengan sang kakek sejak kakeknya masih tinggal di Indonesia, dan Reyhan mengenal Bi Inah sejak dia kecil.


"Sudah kek" jawab Reyhan.


"Apa ada yang ingin kamu tanyakan tentang jadwal yang kakek berikan?".


"Tidak ada kek". jawab Rey singkat karena dia sudah memperkirakan apa yang akan di lakukan sang kakek padanya.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara dengan sang kakek Reyhan pergi melihat ayah dan bundanya yang masih koma, di sana Reyhan hanya diam memandang kedua orang tuanya, dan sesekali dia mengusap jejak air matanya yang tidak sengaja menetes.


Setelah puas melihat kedua orangtuanya Reyhan pergi untuk melaksanakan kegiatannya yang sudah di susun oleh sang kakek.


Sama Seperti Mentari Reyhan pun belajar ilmu bisnis tapi Reyhan belajar ilmu bisnis langsung dari sang kakek.


*


Setiap hari Reyhan lalui dengan belajar dan bekerja, ya Reyhan belajar sambil bekerja. karena perusahan ayahnya sudah menuntutnya untuk bekerja, untungnya dia anak yang jenius jadi tidak sulit baginya untuk mempelajari sebuah ilmu, apa lagi dulu dia sering melihat ayahnya saat bekerja.


Sama seperti mentari Reyhan pun berkuliah hanya untuk mendapatkan sebuah gelar.


Reyhan berkuliah sambil bekerja, dia menjalaninya tanpa mengeluh sedikitpun karena dia sudah ikhlas menerima semua takdir yang harus dia terima.


Dia benar-benar sudah melupakan dunia mudanya tidak pernah sedikitpun ada rasa di hatinya untuk sekedar bermain dengan teman kuliahnya apa lagi berpacaran hatinya sudah membeku apalagi setelah dia kehilangan kedua orang tuanya.


ya satu bulan setelah dia pindah ke rumah sang kakek kedua orangtuanya meninggal dunia, pertama sang bunda lalu di susul ayahnya setelah satu minggu bunda Reyhan meninggal.


Saat itu Reyhan juga berpikir untuk pergi menyusul kedua orang tuanya tapi sang kakek terus mendampinginya sampai Reyhan bisa ikhlas menerima kenyataan bahwa kedua orangtuanya telah meninggal.

__ADS_1


Reyhan tersadar dari keterpurukannya karena sang kakek pernah berkata " jika kamu ingin menyusul kedua orangtua mu maka susullah mereka, tapi kamu harus tau akan ada Ribuan orang yang kehilangan pekerjaannya dan itu bisa membuat mereka kelaparan bahkan mati dan itu semua salah mu.


dan sang kakek berkata lagi saat itu "Nak kakek mohon bangkitlah jika kakek tidak bisa menjadi alasan mu untuk bangkit maka jadikanlah semua karyawan mu sebagai alasan untuk mu bangkit karena hidup mereka berada di pundak mu.


__ADS_2