Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Rumah Reyhan


__ADS_3

Mentari yang ingin pergi ke rumah Reyhan terus merengek meminta agar Reyhan mengajaknya kesana dan pada akhirnya Reyhan mau mengajak Mentari kesana karena sebuah ancaman dari Mentari.


Di sinilah Rryhan di depan gerbang rumahnya dengan jantung yang berdegup kencang,


Reyhan berdiri di sana bersama Mentari sambil memegang tangan Mentari dengan kuat.


Mentari berkata setelah mereka berdiri di sana cukup lama "Ayo mas kamu harus bisa melawan kesedihan mu".


Reyhan yang sudah mengumpulkan keberaniannya untuk masuk ke rumah tersebut berkata "ayo".


Reyhanpun masuk dengan tangan yang terus memegang tangan Mentari.


Saat mereka menginjakan kaki di teras rumah Reyhan Mentari tertawa dan itu membuat Reyhan bertanya "apa ada yang lucu ?".


"Tentu saja ada mas mana mungkin aku tertawa jika tidak ada hal yang membuatku ingin tertawa".


Reyhan bingung karena di sekitar mereka tidak ada hal yang akan membuat orang tertawa


"Tari kenapa aku merasa kamu aneh".


"aneh?" ucap Mentari


"Ya aneh lihat kamu tertawa sedangkan di sini tidak ada hal yang akan membuat orang tertawa".

__ADS_1


Mentari berkata " Tentu saja kamu tidak akan tertawa karena aku tertawa mengingat pertama kali aku datang kesini menemui Deni".


"Kamu pernah kesini?" tanya Reyhan


"Bukan kah aku sudah bilang tadi".


"Maaf aku hanya memastikan jika pendengaran ku masih normal jadi apa yang terjadi saat itu? hingga membuatmu bahagia".


"Di sini di teras ini aku menyatakan perasaanku pada Deni dan memeluknya sebagai tanda perpisahan karena aku akan pindah ke kota Surabaya".


Reyhan kesal karena mentari tertawa karena mengingat Deni namun dia juga penasaran dengan jawaban Deni dan dia pun menanyakannya


"Terus apa tanggapan Deni saat itu?". ketus Reyhan


"Diapa yang cemburu, dan cepat katakan bagaimana tanggapan Deni?".


"Baiklah Dia kaget dan bilang jika dia tidak mencintai aku".


Reyhan tersenyum dan mengajak Mentari masuk terlebih dahulu sebelum mereka melanjutkan obrolan mereka


"ayo kita masuk dulu dan kita lanjut ngobrolnya di dalam" ajak Reyhan dan setelah mereka duduk Reyhan bertanya


"Terus apa kamu menangis".

__ADS_1


"Seingat ku" ucapan Mentari tergantung karena dia sedang berpikir untuk mengingatnya dan dia berkata setelah memastikan jika dia lupa dan dia berkata


"aku lupa saat itu aku menangis atau tidak, yang jelas aku merasa lega karena sudah mengutarakan perasaan ku, dan saat itu aku berharap bisa secepatnya melupakan Deni, dan permintaan ku terkabul setelah mas mengganti no mas aku melupakan Deni dan aku malah sering kepikiran mas dan entah kenapa aku sangat merindukan mas, dan berharap bisa bertemu dengan kamu lagi mas


dan mas tau di saat aku sudah cape berharap bisa bertemu dengan mas lagi, aku malah di kejutkan dengan mas menjadi pengawal ku, dan aku sangat senang saat itu, saat aku pertama kali bertemu dengan mas lagi setelah 7 tahun lamanya kita terpisah jarak dan waktu'".


"Dan sekarang aku senang karena mas sudah menjadi milik aku , oh iya mas di mana kamar kamu?".


"Di atas, kamu ingin kesana?".


"Iya jika boleh'.


"Tentu, pergilah kesana mas akan membuat minuman dulu kamar mas berada di pojok dan pintunya bertuliskan jangan masuk".


"Baiklah aku keatas sekarang ucap Mentari sambil bangkit dari duduknya namun saat Mentari sudah berdiri tubuhnya di tarik oleh Reyhan agar mentari duduk sebentar di pangkuan Reyhan karena Reyhan mulai gelisah dan dengan memeluk mentari dia akan merasa lebih tenang.


"Hey kenapa" tanya mentari


"Tidak hanya aku suka memelukmu seperti ini karena aku bisa bermain di sini dan di sini" ucap Reyhan dengan tangannya menyentuh bagian tubuh Mentari.


Mentari langsung berdiri karena tangan Reyhan mulai nakal dan dia langsung berlari.


Reyhan tertawa saat melihat mentari berlari menghindari sentuhannya, dan setelah mentari hilang dari penglihatannya Reyhan pergi ke dapur dan seketika air matanya jatuh karena mengingat bundanya.

__ADS_1


Ya Reyhan mengingat masa di mana dia memasak bersama dengan bundanya di dapur tersebut, karena tidak ingin larut dalam kesedihan Reyhan pun memilih langsung menuangkan air minum untuk Mentari, dan pergi menyusul Mentari.


__ADS_2