Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Seperti orang gila


__ADS_3

Tapi bukan Reyhan namanya jika dia tidak bisa membujuk Mentari untuk memenuhi keinginannya.


"Sayang mas minta maaf, bukan mas bilang kamu tidak cantik".


Mentari menulikan pendengarannya karena Masih di kuasai rasa kesal dan dia berkata "Sudah mas aku mau mandi" ucap Mentari dan langsung berdiri.


"Sayang jadi mas tidak bisa bertemu anak mas".


"Tidak" jawab Mentari.


"Tapi sayang dia sudah bangun" ucap nya sambil mengelus juniornya dan ekor mata Mentari tidak sengaja melihat Reyhan yang sedang mengelus juniornya.


Mentari terus melangkah menuju kamar mandi dan saat membuka pintu kamar mandi Reyhan berkata.


"junior sepertinya aku yang harus menidurkan mu sendiri kali ini, karena istri ku tidak mau membantuku menidurkan mu".


"Hais aku heran kenapa sifat suamiku yang dingin itu berubah menjadi seperti ini, apa semua laki-laki seperti ini saat menginginkan kehangatan". batin Mentari


Mentari yang tak tega melihat suaminya seperti orang gila membalikan tubuhnya dan berkata "Baiklah aku bantu tapi ingat jangan terlalu lama".

__ADS_1


Reyhan tersenyum bahagia karena berhasil membuat istrinya mau melakukan apa yang dia mau dan dia berkata "Mas tidak janji sayang".


"Ya tapi berusahalah untuk tidak terlalu lama" ucap Mentari memohon agar Reyhan tidak melakukannya terlalu lama ya walau dia tau Reyhan tidak bisa melakukannya.


***


Sementara Samudra dan Embun sedang menunggu giliran mereka untuk masuk menemui dokter kandungan di salah satu rumah sakit di dekat kediaman Embun.


Mereka masuk setelah mendapatkan panggilan, Embun sangat tegang pasalnya dia takut jika dugaan suaminya itu salah dan itu akan membuatnya malu.


Embun telah di periksa dan kini mereka duduk di hadapan seorang dokter yang embun kenal.


"Kenapa dokter tidak tersenyum seperti saat aku mengantar ibu kesini" ucap Embun dalam hati dengan jantung yang sudah berdebar dari tadi takut jika dugaan suaminya salah.


Embun pikir jika dugaan suaminya salah karena dia melihat bu dokter tidak tersenyum seperti saat dia mengantar sang ibu memeriksakan kandungannya dulu ya walau calon adiknya tidak bisa di pertahankan karena suatu alasan.


"Dok jadi bagai mana?" tanya Samudra yang sudah tidak sabar karena dari tadi dokter tersebut hanya diam.


Dokterpun menjelaskan semua dan terakhir sang Dokter berkata "yang artinya kalian akan menjadi orang tua".

__ADS_1


Samudra dam Embun merasa senang dan tidak sengaja Samudra mengeratkan tangannya yang sedang menggenggan tangan Embun dan seketika Embun meringis karena merasakan tangannya yang terasa sedikit sakit.


Samudra yang sadar dengan tindakannya langsung melepaskan tangannya yang sedang menggenggam tangan Embun dan dia tersenyum sangat manis lalu meminta maaf.


"Wah sepertinya suami kamu terlalu senang Embun sampai lupa jika yang dia genggam adalah tanganmu".


"Iya dok dan sepertinya jika di sini tidak ada dokter suami saya mungkin sudah loncat-loncat karena senang".


"Sepertinya begitu" jawab sang Dokter sambil melihat Samudra yang tersenyum.


"oh iya dok tapi kenapa istri saya tidak mengalami mual dan hal yang biasa di alami wanita yang sedang hamil muda?".


"Karena calon bayi kalian sangat baik tidak ingin merepotkan kalian dan juga agar papahnya selalu menengoknya" ucap Dokter yang menjawab pertanyaan Samudra dengan jawaban orang awam.


Samudra mengerutkan keningnya dan berkata dalam hati "Aneh kenapa jawabannya seperti itu".


Sementara Embun tersenyum melihat suaminya yang merasa bingung dan Embun berkata "maaf dok apa bisa di jelaskan secara medisnya karena sepertinya jawaban dokter barusan membuat suami saya bingung".


"Baiklah" ucap Dokter dan dia menjelaskan semuanya secara medis dan Samudra pun mengerti.

__ADS_1


__ADS_2