
Samudra yang ingin bertemu dengan Deni mengajak Andre untuk pergi kebelakang.
Sementara para wanita tetap di ruang tamu karena ingin bercerita untuk lebih saling mengenal.
Samudra yang sudah di dekat Deni langsung menepuk bahu Deni karena Deni membelakanginya.
"Kau mengagetkan aku saja, untung jantungku masih sehat".
"Kau tidak mungkin terkena serangan jantung Den secara kau sering berolah raga". ucap Samudra sambil melihat sekeliling.
Deni yang merasa jika Samudra meledeknya berkata "kau meledek ku Dra".
Samudra yang tidak mengerti berkata "Aku tidak meledek mu Den, aku berpendapat seperti itu karena tadi aku sempat melihat tempat olah raga di sini dan alat olah raga di sini sangat lengkap dan modelnya hampir keluaran baru semua".
"Oh aku pikir kau meledekku karena perut buncit ku".
"Perut buncit?" ulang Samudra
"Iya apa kau tidak lihat jika sekarang perutku sudah membuncit". ucap Deni sambil mengelus perutnya yang buncit
"Ha ha ha, pantas saja istri mu tidak hamil-hamil ternyata kamu yang hamil".
"Sialan kau malah menertawakan aku". ucap Deni dengan mata yang menatap Samudra dengan tajam.
"Widiww tuh mata dari dulu kalau marah tetap seperti mata Elang, walau sekarang perutnya sudah mencubit ha ha ha".
"Eh kalau ni mata tidak seperti ini manamungkin anak buah ku patuh pada aku". ucap Deni memberi penjelasan.
"Kau ini, mereka patuh pada mu bukan karena mata elangmu tapi karena mereka anak buah mu, yang menggantungkan hidup mereka pada mu, karena hanya dengan patuh padamu mereka bisa bekerja tanpa perlu memakai ijasah atau otak yang jenius".
"Kau benar tapi kau juga salah". ucap Deni yang merasa jika tidak semua ucapan Samudra benar.
"Kenapa kau bilang jika ucapan ku tidak benar" tanya Samudra sementara Andre hanya diam menyimak pembicaraan Samudra dan Deni orang yang baru di kenalnya.
__ADS_1
"kau bilang jika ingin menjadi anak buah ku tidak perlu memakai otak yang jenius bukan?".
Samudra mengangguk membenarkan ucapan Deni dan Deni melanjutkan lagi ucapanya dan berkata "Itu salah Dra karena jika ingin menjadi seorang mata -mata mereka harus memiliki otak yang jenius apalagi menjadi seorang pemimpin di dalam sebuah misi, dan kau tau aku mempunyai banyak anak buah yang sangat jenius dan kau pun menjadi saksinya bukan?"
Samudra tersenyum dan berkata "ah iya aku lupa, tapi apa aku boleh tau mereka?".
"Maaf aku tidak bisa memberi tahu mu siapa saja mereka, tapi kamu juga sudah kenal dengan salah satu anak buah ku yang Jenius".
Samudra semakin penasaran dan berkata "Siapa? orang yang ku kenal rasanya aku tidak mengenal anak buah mu tapi entah dengan anak buah ku".
Andre yang mendengar ucapan Samudra dan Deni merasa bingung karena belum mengenal mereka terlalu dalam, ingin bertanya tapi bingung harus mulai bertanya dari mana dan akhirnya dia memutuskan hanya jadi pendengar dan akan bertanya nanti pada istrinya di rumah.
"kau mengenalnya den, Tuh orangnya baru muncul" ucap Deni sambil melihat Reyhan yang baru muncul dan mereka berdua tertawa bersama saat ingat jika Reyhan dulu mau menjadi bawahan Deni dengan menjadi seorang pengawal.
Reyhan yang merasa jika kedua temannya menertawakan dirinya langsung berkata "kenapa kalian menertawakan ku seperti itu, apa ada yang salah dengan penampilanku" ucap Reyhan sambil memeriksa penampilannya
"Tidak ada yang salah dengan penampilan mu bos" ucap Deni sambil memperlihatkan senyumannya
"Kami tertawa karena merasa tidak habis pikir dengan dirimu yang mau menjadi seorang pengawal".
"Oh karena itu, kalian ini, kalian tau bukan jika cita citaku adalah menjadi seorang tentara".
"ya tau tapi kenapa harus jadi pengawal juga kan bisa kalau kamu datang ketempat pelatihan tentara dan ikut belajar di sana untuk sementara waktu" ucap Samudra yang mengeluarkan pendapatnya
"Ah benar juga kenapa aku tidak kepikiran sampai kesana, tapi ya sudahlah toh karena aku menjadi seorang pengawal aku bisa bertemu dengan Mentari.
Den aku baru ingat rasanya tidak mungkin bukan jika dulu kamu tidak tau kalau aku akan jadi pengawal Mentari".
Deni yang di tanya hanya tersenyum dan senyuman Deni langsung di mengerti oleh Reyhan.
"Jadi kamu selama ini berpura-pura tidak tau jika aku akan mengawal Mentari" tanya Reyhan dan Deni hanya menjawab dengan senyuman.
"Kau, beraninya berbohong pada ku" ucap Reyhan yang kesal karena di bohongi Deni dan terjadilah sedikit perdebatan diantara mereka
__ADS_1
Samudra yang melihat kedua temannya terus berdebat berkata "Kalian ini, ayolah jangan mendebatkan hal yang sudah usai, kau Rey seharusnya kamu berterima kasih karena Deni mau membantu mu untuk mendapatkan Mentari, padahal dulu Deni juga menyukai mentari dan mengubur perasaannya setelah tau jika kau menyukai mentari".
Sontak ucapan Samudra membuat Reyhan, Mila dan Mentari yang baru datang menatap Deni berharap sebuah penjelasan dari Deni.
"Aku menyesal sudah mengundang mu bergabung jika tau kau akan berkata seperti ini" ucap Deni kesal pada Samudra yang mengatakan rahasia yang sudah dia jaga selama bertahun-tahun.
Samudra tertawa karena untuk yang kedua kalinya ada yang menyesal telah mengundangnya
"Kenapa kau tertawa" ucap Deni dengan nada ketusnya
"Aku tertawa karena untuk keduakalinya ada orang yang menyesal mengundangku kemari" jawab Samudra santai tidak takut dengan tatapan tajam Deni yang biasanya bisa membuat anak buah Deni ketakutan.
Deni ingin bertanya siapa yang berkata demikian karena tau jika bukan hanya dia dan istrinya yang mengundang Samudra melainkan Reyhan dan Mentari juga.
Namun sebelum Deni mengeluarkan suara emasnya Deni sudah di tanya Oleh Mentari yang merasa paling kesal mendengar ucapan Samudra karena Mentari baru tau jika dulu cintanya tidak bertepuk sebelah tangan dan itu artinya Deni berbohong jika dia tidak mencintainya dulu.
sementara Mila dan Reyhan kaget karena apa yang mereka pikirkan dulu memang benar jika Deni Memiliki rasa untuk Mentari tapi karena Deni terkesan menjodohkan Mentari dengan Reyhan jadi mereka berpikir jika pikiran mereka salah dan pada hari ini mereka terkejut mendengar ucapan Samudra yang membenarkan dugaan mereka dulu.
"Den jadi pas di teras rumah Reyhan waktu itu kau berbohong padaku?" tanya Mentari sambil menatap Deni
"Maaf" hanya kata itu yang keluar dari mulut Deni, karena ucapannya terhenti saat Orang tua Deni sudah menghampiri mereka dan berkata
"Sudah jangan membahas masa lalu yang sudah usai toh itu bukanlah kebohongan yang merugikan seseorang".
Reyhan yang mendengar ucapan orangtua Deni langsung tersenyum dan merangkul istrinya sembari berkata "Iya juga toh kebohongan Deni membuat aku bisa memiliki mu sayang, jika Dia tidak berbohong seperti itu mungkin kita tidak akan seperti sekarang".
"Kau benar mantan Pengawal ku dan mantan CEO ku" ucap Mentari sambil tersenyum dan semua orang merasakan kebahagian yang mereka rasakan.
TAMAT
Teman teman pembaca terimakasih sudah mau membaca cerita ku sampai episode terakhir walau banyak pembaca namun tidak terlihat tapi aku sangat berterimakasih jika bukan karena kalian yang selalu membaca karya ku yang amatir ini aku tidak akan berada di titik ini dan semoga kita bertemu di kisah Nia dalam judul TERPAKSA MENOLONG IBU yang insya Allah akan mulai aku tulis.
SEKALI LAGI TERIMAKASIH, semoga para pembaca di beri kesehatan dan rejeki yang melimpah mohon maaf lahir batin ,🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1