
Mentari telah sampai di halaman sekolah, di susul Deni.
"Cantik sekali teman ku yang satu ini"ucap Deni lalu menyodorkan tangannya dan berkata lagi "bolehkah mas Deni mengajak nona cantik ini untuk masuk kedalam"
"Tentu saja boleh" ucap Mentari sambil memegang tangan Deni.
"eh salah tari seharusnya tangan mu di sini" ucap Deni sambil memindahkan tangan mentari " Apakah anda sudah siap nona".
"Tentu pangeran".
Sementara nenek dan ibu Deni tertawa melihat kelakuan cucu dan anak mereka.
"Tunggu nona sepertinya pengawal kita sudah datang". ucap Deni karena mendengar suara mobil Reyhan
"Ya sepertinya aku juga mendengarnya" ucap Mentari membenarkan perkataan Deni
Mereka pun membalikan tubuh mereka lalu melihat Reyhan turun dari mobilnya.
"Kayanya yang cocok jadi pangeran dia bukan aku tar".
"Emang sih dia lebih pantes tapi aku tidak akan pindah ke lain hati jika kamu masih mau jadi pangeran aku"
"Wadau itu kata-kata bikin merinding".
"Wah masa?".
"Iya beneran seperti di ucapkan dari hati yang paling dalam".
"Emang iya".
"Maksud mu?".
"Sudah jangan di pikirkan, noh pengawal sudah datang".
"Mentari kamu cantik sekali" ucap Reyhan
__ADS_1
"Terimakasih pengawal, ayo kita masuk dan kamu pengawal sebaiknya berjalan di depan walau nilai mu sekarang di belakang nona cantik ini".
Ha ha ha Deni dan Mentari tertawa senang.
sementara Reyhan merasa aneh melihat tingkah dua temannya itu.
"Rey kamu datang kesini sendiri?" tanya Deni
"Iya tapi bunda sama ayah akan menyusul nanti agak siangan soalnya ayah ada keperluan sebentar".
"Iya deh yang ayahnya orang sibuk, ya sudah ayo ke dalam, eh kamu mau gandeng mentari".
"Boleh jika Mentarinya mau".
"Tari kamu mau gak" tanya Deni
"Boleh" ucap mentari.
"pengawal jadi pangeran ini mah namanya". ucap Deni.
cekrek, "Sekarang kamu jongkok Rey terus ambil tangan mentari dan cium tangannya".
"harus banget kaya gitu Den?" ucap Reyhan yang merasa risih
"Sudah nurut aja buat kenang-kenangan".
Cekrek cekrek "Mila tolong Fotoin kami dong" ucap Deni pada Mila karena Mila kebetulan lewat
"Bolah asal Reyhan mau foto sama aku"
"Iya dia pasti mau, ini fotoin yang bagus!".
Cerek, "idih gak bersa semua kepalkan tangan angkat sampai sini tersenyum dan bilang yes.
Cepret.
__ADS_1
"terimakasih Mila cantik, silahkan berdiri di samping Reyhan dan mana ponsel mu".
"Eh iya lupa saking senengnya ada yang bilang aku cantik ".
cekrek Cekrek "Apa kamu tidak mau berfoto dengan ku" tanya Deni.
"Tentu saja tidak akan nolak, kan kamu orang pertama yang bilang aku cantik hari ini".
"Tari tolong kamu fotoin dong" ucap Deni
"jangan Mentari biar aku saja" ucap Reyhan karena melihat raut wajah mentari yang cemburu.
Cekrek, "Tari kamu mau berfoto dengan Deni berdua tidak?".
"aku mau Rey" ucap Tari senang. cekrek,
"Gaya bebas" ucap Reyhan dan cekrek.
"Sudah ayo masuk acara sudah mau di mulai" ucap Deni.
mereka pun duduk di tempat yang sudah di sediakan, acara demi acara telah di laksanakan namun orangtua Reyhan tak kunjung datang.
Reyhan melihat ponselnya beberapa kali namun tidak ada pesan atau telepon yang masuk.
Saat Reyhan akan menghubungi no bundanya tiba-tiba telpon masuk dari no bundanya.
"Halo bun kalian masih di mana? acaranya hampir selesai".
"Maaf apa benar ini dengan anak pemilik ponsel ini?".
Deg... perasaan Reyhan mulai tidak tenang
"Iya saya anaknya".
"Maaf kedua orang tua anda mengalami kecelakaan dan mereka sudah di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1