
Pagi telah tiba Reyhan dan Mentari sudah tiba di kantor tempat Mentari bekerja Reyhan mengantar Mentari menggunakan motornya karena mulai hari ini dia akan berpura-pura bekerja di pusat perbelanjaan.
Sebelum masuk Mentari berkata "Rey kamu jadi bekerja di sana?".
"Iya nona" jawab Reyhan
"Apa tidak bisa jika aku yang membayarnya saja?".
"Maaf nona tidak bisa, biar saya saja karena saya di sini juga cuman duduk menunggu anda jadi lebih baik saya bekerja sambil menunggu nona".
"Baiklah jika seperti itu, tapi jika kamu berubah pikiran kamu tinggal bilang saja padaku!".
"Baik nona" ucap Reyhan
"Ya sudah aku masuk dulu dan kamu hati-hati di jalan" ucap Mentari
Setelah mentari masuk kedalam kantor Reyhan juga pergi ke pusat perbelanjaan, dia kesana bukan untuk bekerja tapi untuk menghadiri sebuah rapat.
Mentari sudah duduk di dalam ruangannya lalu Suci datang dan bertanya "Selamat pagi Tari, Tari kenapa aku tidak melihat Reyhan?".
"Dia sedang bekerja" ucap Mentari dan itu membuat Suci bingung lalu suci bertanya lagi
"Maksud kamu dia bekerja di tempat lain dan tidak bekerja padamu lagi?".
__ADS_1
"Iya dia bekerja di tempat lain tapi dia masih menjadi pengawalku" ucap Mentari
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Suci
"Dia bekerja di butik tempat kita berbelanja kemarin, dia bekerja di sana untuk membayar gaun yang dia beli untuk ku karena dia tidak punya uang jadi dia membayarnya dengan bekerja di sana".
"Oh, tunggu, bukannya kamu sudah membayarnya"tanya Suci
"bukan gaun yang itu tapi gaun yang aku coba kemarin". ucap Mentari
Suci kaget karena Reyhan memberikan baju untuk Mentari dan dia bertanya "kenapa dia membelikan gaun itu untukmu?".
"Dia bilang karena aku menyukai gaun itu dan katanya gaun itu sangat cocok denganku dan kamu tau dia bilang apa lagi?' tanya Mentari
"Tidak tau". ucap Suci
"Bukan Embun dia menyuruhku memakainya di hadapan suamiku nanti" ucap Mentari
"Tari kenapa dia bilang seperti itu?" tanya Embun
"Aku tidak tau, karena aku tidak bertanya alasan dia berkata seperti itu apa?" ucap Mentari cuek
Mentari yang melihat tatapan teman-temannya yang seperti sedang berpikir berkata "Sudah jangan terlalu dipikirkan".
__ADS_1
"Tapi aku merasa jika dia menyukaimu Tari, dan biasanya tebakan ku tidak pernah salah tapi kali ini aku merasa jika tebakanku salah"
" Memangnya apa yang salah dengan kata-kata Reyhan".tanya Mentari
"karena jika dia berkata seperti itu, itu artinya dia tidak berharap jika dia yang akan menjadi suamimu". ucap Embun
"Tenanglah aku tidak apa-apa, karena dengan bertemu dan melihatnya setiap hari saja aku sudah bersyukur " ucap Mentari berbicara dengan tenang padahal dia merasa sangat sedih karena dia baru tau arti ucapan Reyhan padanya tadi malam.
Sementara Reyhan sudah sampai di tempat parkir pusat perbelanjaan miliknya.
Karena semua orang sudah tau jika Reyhan akan datang merekapun sudah bersiap untuk menyambut Reyhan.
Reyhan yang tidak tau jika para karyawannya akan menyambut kehadirannya malah memilih jalan lain menuju tempat pertemuan bukan karena Reyhan ingin menghindari mereka tapi karena dia harus mengganti pakayannya dulu di dalam ruangannya karena tadi dia belum sempat mengganti pakayannya.
Reyhan sudah sampai di sebuah ruangan yang cukup besar tapi dia tidak menemukan siapapun di ruangan itu.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya dia menghubungi orang kepercayaannya dan berkata
"Maaf paman Ibrahim kemana semua orang, bukankah kemarin paman meminta saya untuk menghadiri sebuah rapat tapi kenapa ruangannya masih kosong". ucap Reyhan
"Apa anda sudah berada didalam ruang rapat?" tanya paman Ibrahim
"Sudah paman tapi di sini tidak ada siapa-siapa" ucap Reyhan
__ADS_1
"Maaf tuan kami akan segera kesana". ucap paman Ibrahim.
Mereka berlari menuju Ruang rapat karena tuan Ibrahim mengatakan jika Reyhan sudah berada di ruangan tempat rapat akan di laksanakan.