
Reyhan berjalan menghampiri Samudra dan Mentari yang sedang duduk di pinggir pantai lalu dia berkata
"Maaf nona ini air mineral untuk anda dan yang ini juga untuk anda tuan".
Lalu setelah memberikan air tersebut Reyhan memilih meninggalkan mereka berdua, dia memilih meninggalkan mereka karena dia ingin mereka semakin dekat walau hatinya menjerit karena rasa sakit saat melihat mereka bersama tapi tetap saja dia ingin yang terbaik untuk Mentari karena dia pikir Samudra lebih baik dari pada dirinya.
Reyhan memilih berteduh di bawah pohon yang rimbun sambil menikmati tiupan angin yang berhembus lalu dia memikirkan rencana hidupnya yang akan segera meninggalkan Mentari.
Namun saat dia sedang asik melamun ada seseorang yang menepuk bahunya lalu dia berkata.
"Rey kamu juga disini?".
Reyhan yang kaget langsung melihat siapa orang yang menepuk bahunya lalu dia berkata setelah melihat orang tersebut "Kau mengagetkan saja" .
Dia tersenyum dan berkata "Kenapa kamu sendirian mana tuan mu?" tanya orang tersebut.
"Itu" tunjuk Reyhan dengan dagunya kearah Mentari.
Deni kaget karena Reyhan menunjuk kearah dimana hanya ada dua orang yang sedang duduk dai itu seperti Mentari dan seseorang yang juga dia kenali, dan untuk memastikan jika penglihatannya tidak salah Deni berkata "Rey itu seperti Mentari".
"Ya itu Mentari dan itu pacarnya".
"Tunggu jadi selama ini kamu mengawal dia?". ucap Deni ingin memastikan
Reyhan yang merasa jika Deni kaget langsung melihat wajah Deni dan dia berkata "Iya dan kenapa kamu kaget, atau jangan-jangan kamu tidak tau jika selama ini aku bekerja padanya?".
__ADS_1
Deni menggelengkan kepalanya dan berkata " Aku tidak tau jika cucu Kakek Guntur adalah Mentari kita, tapi kenapa kamu tidak bilang jika kamu bekerja padanya".
"Ya karena aku pikir kamu tau, dan sengaja tidak memberitahuku" ucap Reyhan
"Aku beneran tidak tahu Rey, terus bagai mana perasaan mu saat bertemu dengan dia lagi?". tanya Deni
"Menurut kamu bagai mana?" ucap Reyhan yang malah membalikan pertanyaan pada Deni
"Pastinya senang tapi juga kecewa karena dia sudah punya pacar iyakan".
"Hemm" Reyhan hanya menjawab dengan deheman saja.
"Sabar, mungkin nanti kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia?".
"Aamiin" ucap Reyhan lalu dia bertanya pada Deni " kenapa kamu ada di sini?.
"Lalu sekarang mereka di mana ?"
"Noh lihat istri, ibu dan bapa sedang bermain di sana",
"Sepertinya seru ayo kita kesana!" ajak Reyhan pada Deni
"Kamu saja Rey aku ingin bersantai dulu di sini". ucap Deni yang ingin menikmati suasana di pantai.
Reyhan menghampiri keluarga Deni dia mencium tangan kedua orang tua Deni dan hanya menyapa Mila.
__ADS_1
Setelah itu Reyhan berkata "pak boleh aku ikut bermain dengan kalian?"
"Boleh nak" ucap bapa
"kalau begitu kita bikin lomba, siapa yang paling bagus membuat karya dari pasir dia yang akan menang" ucap Reyhan
"Apa ada hadiahnya Rey" tanya ibu
"Tentu saja ada, kalian ingin hadiah apa?" tanya Reyhan
"kalu bapa yang menang bpa pengen pergi keliling Indonesia Rey".
"Wih bapa, lombanya bikin karya dari pasir tapi minta hadiahnya keliling Indonesia apa tidak berlebihan pak" ucap Reyhan bercanda
"Kan kamu yang nanya sama kami apa hadiah yang kami ingin". ucap Bapa sedikit kesal
"Ya sudah iya keliling Indonesia, nah kalau Ibu dan Mila ingin hadiah apa jika menang?"
"Sama Rey ibu juga ingin keliling Indonesia". ucap Ibu
"Aku juga sama tapi pengen sepaket sama mas Deni". ucap Mila
"Iya siap, tapi kalau aku yang menang aku dapat apa tanya Rey?".
Setelah mendengar pertanyaan dari Reyhan, Mila, Ibu dan bapa berunding lalu Mila berkata "Apapun yang kamu mau".
__ADS_1
"Apa kalian yakin" tanya Reyhan
"Ya kami yakin karena kami pasti menang" ucap Mila.