
Mobil melaju dengan kecepatan sedang agar Mentari bisa bekerja di dalam mobilnya.
Mentari terus fokus melihat leftopnya dia tidak menyadari jika dari tadi ada seseorang yang terus memandangnya dari sebuah kaca.
Ya Reyhan terus mandang Mentari dia mengagumi perubahan yang di alami Mentari dan dia berkata namun sangat pelan " kamu semakin cantik saja Tari".
Sang supir yang mendengar ucapan Reyhan berkata "kamu mengenal nona Mentari nak".
Reyhan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka tidak melanjutkan obrolannya karena tidak mungkin mereka berbicara terlalu banyak di saat ada majikan mereka.
Mobil berhenti di parkiran, Reyhan langsung turun untuk membuka pintu mobil.
Pintu terbuka dan Mentari keluar tanpa melihat Reyhan, Reyhan menutup pintu mobil itu lagi, dan dia bertanya pada Mentari.
"Nona apa saya harus menemani anda ke dalam?".
Mentari mebalikkan tubuhnya dan betapa kagetnya dia saat melihat Reyhan ada di hadapannya dan dia menjadi pengawalnya.
Tanpa mengeluarkan suara Mentari langsung memeluk Reyhan dan dia berkata "Aku sangat merindukan mu" ucap Mentari.
Sementara Reyhan hanya mematung karena di peluk sang pujaan hatinya untuk pertama kali dan dia merasa senang karena Mentari juga sama merindukannya.
Setelah lumayan lama Mentari melepaskan pelukannya, dan dia berkata "Rey ayo ikut aku".
" Baik nona" ucap Reyhan
Mentari yang mendengar ucapan Reyhan ingin tertawa tapi dia tahan karena dia sedang di depan kantornya dan dia berkata pada sopirnya.
"Paman jangan katakan yang tadi pada kakek ku".
__ADS_1
"Baik non". jawab sang supir.
Mentari dan Reyhan berjalan seperti seorang pengawal dan majikannya.
Mereka sampai di dalam ruangan Mentari lalu Mentari mengunci pintu ruangannya dan itu membuat Reyhan bertanya.
"Nona kenapa harus di kunci?" ucap Reyhan
"Aku sengaja agar tidak ada yang melihat kita".
"Maaf nona memang kenapa jika ada yang melihat kita?".
"Rey jangan memanggil ku nona di saat kita berdua seperti ini".
"Baiklah Tari, jadi kenapa kamu mengunci pintu itu, kamu tau aku sedikit merasa takut".
Reyhan takut bukan takut di sakiti Mentari tapi dia takut jika mentari memeluknya lagi.
"Kamu takut pada ku, kamu ini ada-ada saja, ayo duduk ada yang ingin aku tanyakan pada mu".
Meraka duduk di sopa ruangan Mentari dan Mentari langsung bertanya.
"Rey kamu kemana saja? aku mencari mu tapi tidak pernah menemukan mu".
Reyhan tersenyum dan itu membuat Melati sangat senang.
"Memang kamu mencari ku ke mana". tanya Reyhan
"ke rumah mu lah kemana lagi aku harus mencari mu".
"Apa kamu tidak pernah bertanya pada Deni? tentang ku".
__ADS_1
"Sudah dulu tapi dia hanya bilang jika kamu tinggal di luar negri dan dia bilang kamu tinggal bersama kakek mu".
"Itu kamu tau". ucap Reyhan
"maksud ku aku ingin tau kamu tinggal di negara mana dan alamat rumah mu di sana, agar aku bisa menemui mu".
"Untuk apa kamu menemui ku".
"Tentu saja karena aku merindukan mu Rey, aku ingin kita bisa bermain lagi seperti dulu dengan Deni juga, tapi semenjak Deni bersama Mila aku memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan Deni".
"Kenapa" tanya Reyhan
"Aku takut hati ku tidak menerima jika mereka bermesraan di hadapan ku". ucap Mentari lirih
"Jadi kamu masih menyukainya?".
"Sepertinya begitu karena sampai saat ini aku belum bisa membuka hati ku untuk orang lain".
Reyhan sedikit kecewa karena Mentari masih menyimpan rasa untuk Deni.
"Rey kenapa kulit mu sekarang jadi sedikit coklat?".
"Benarkah, aku merasa warna kulit ku tidak berubah" ucap Reyhan berbohong.
"Iya warna kulit mu berubah, tapi itu membuat mu semakin tampan".
"Apa kamu menyukainya". Tanya Reyhan
"Iya aku suka dengan warna kulit mu yang sekarang".
Mentari ingin bertanya pada Reyhan kenapa warna kulitnya berubah karena jika dia tinggal di luar negri pasti kulitnya akan semakin putih. dan Mentari mulai berpikir jika Reyhan tidak ke luar negri dan Reyhan jatuh miskin karena kedua orang tuanya kecelakaan dan semua aset mereka di jual untuk biyaya pengobatan.
__ADS_1