Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Suci


__ADS_3

"Tidak apa-apa Mil, lagi pula aku akan sarapan di kamar karena Mentari tidak bisa turun".


"Apa dia sakit" tanya Mila kaget


"Tidak Mil dia tidak sakit".


"Terus kenapa?" tanya ibu yang ikut khawatir dan dia berkata lagi "jangan bilang dia tidak bisa berjalan karena ulah mu".


"Ibu ini kenapa berpikir seperti itu, atau jangan-jangan dulu bapa" ucap Reyhan menggantung karena tidak berani melanjutkan perkataannya lagi.


"Membuat ibu tidak bisa berjalan" ucap Deni yang melanjutkan perkataan Reyhan.


"Kalian benar" ucap Bapa lalu tertawa namun tawanya berhenti seketika saat sang istri mencubit pinggangnya.


Reyhan yang sedang menyalin nasi dan lauknya kedalam piring ikut tertawa tapi bukan menertawakan kisah bapa dan ibu angkatnya, tapi dia tertawa karena melihat sang bapa kesakitan.


"Maaf semuanya aku kembali ke kamar dulu, oh iya Mil apa kamu punya baju baru yang belum di pakei kasian Tari dari semalam cuman pakai kemeja aku yang kebesaran.


"Oh jadi itu alasannya dia tidak mau turun".


Reyhan tersenyum dan berkata "iya".

__ADS_1


"Sepertinya ada Rey, tapi aku selesaikan sarapanku dulu".


"iya, ya sudah aku ke atas dulu kasihan istriku pasti kelaparan di sana".


Reyhan sampai di kamarnya dan dia langsung memanggil Mentari yang sedang berada di toilet.


Mentari keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri suaminya lalu dia duduk di samping Reyhan dan mereka sarapan bersama dalam satu piring.


Lalu setelah dia selesai sarapan dan memakai baju pemberian Mila dia langsung keluar lalu menyapa semua orang dan dia berkeliling melihat kawasan rumah Deni.


*


Suci langsung memunguti semua berkas yang berhamburan tersebut dan terus meminta maaf tanpa henti.


Sementara orang yang dia tabrak tidak merespon permintaan maaf dari Suci, dia hanya diam melihat Suci memunguti berkas yang berserakan.


"Maaf Dok saya ceroboh, ini sudah saya rapihkan kembali" ucap Suci sambil menyodorkan berkas tersebut.


Suci langsung mengenali jika orang yang dia tabraknya adalah seorang dokter karena baju yang dia gunakan.


Dokter yang di tabrak Suci berlalu begitu saja setelah menerima berkas dari Suci.

__ADS_1


Suci yang melihat Dokter tersebut pergi, langsung berkata "Ganteng sih tapi sayang dinginnya sama seperti bos Reyhan saat memakai masker".


Suci pun merasa bulu kuduknya berdiri dan dia langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.


Suci yang sudah melihat sang nenek langsung pamit untuk pulang karena hari sudah mulai gelap dan dia harus menjaga adiknya yang akan di tinggal kedua orangtuanya yang akan menjaga sang nenek di Rumah sakit.


namun saat dia berjalan sambil memainkan ponselnya tiba-tiba dia menabrak seseorang yang sedang berdiri di tengah jalan.


"Aw" ucap Suci yang merasa pantatnya sangat sakit karena dia terjatuh saat menabrak Dokter ganteng dan dingin itu. dia terjatuh karena dia menabrak sang dokter dari jarak dekat dan dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


"Hais kenapa aku harus terjatuh sih padahal kan tadi nabraknya tidak terlalu keras" gerutu Suci sambil berusaha berdiri karena sedikit sulit akibat roknya.


"Jika tau akan jatuh aku tidak akan memakai rok ini" gerutunya lagi namun setelah itu ada sebuah tangan yang terulur seperti akan membantunya berdiri.


Mentari menyambut tangan tersebut dan memegang tangan itu sangat kuat dan dia berhasil berdiri.


"Terima kasih pak atas bantuannya dan maaf saya tadi menabrak anda".


Dan orang tersebut hanya berkata "hem".


Suci yang sudah berdiri langsung melihat orang tersebut dan dia kaget karena yang dia tabrak adalah orang yang sama dengan orang yang tadi dia tabrak tadi saat dia baru datang ke rumah Sakit, dan setelah membantu Suci orang tersebut pergi meninggalkan Suci.

__ADS_1


__ADS_2