
Karena jam sudah menunjukan waktu makan siang jadi Reyhan mengajak semua orang untuk pergi kesebuah restoran untuk makan siang.
Setelah selesai makan siang Reyhan dan Mentari pamit terlebih dahulu karena ada hal yang harus di kerjakan Reyhan dan di susul Samudra dan Embun karena mereka akan pergi kerumah ayah Samudra.
kini tinggallah Suci, Andre dan Derel di Lestoran, dan entah kenapa suasana di sana menjadi canggung setelah kepergian dua sahabat Suci dan suami mereka dan juga Derel yang ikut meninggalkan mereka berdua karena dia ingin bermain di tempat bermain yang ada di kawasan lestoran itu, suci yang kesal karena kecanggungan yang terjadi akhirnya membuka obrolan
"Pak dokter apa aku boleh bertanya?".
Dokter yang tadi sedang bermain ponsel langsung meletakan ponselnya karena Suci bertanya "Boleh memang apa yang ingin kamu tanyakan".
"Maaf sebelumnya tadi aku mendengar cerita pak dokter tentang masa lalu pak dokter".
"Ya terus apa yang ingin kamu tanyakan pada saya?" tanya pak dokter lagi karena Suci belum menanyakan apa yang ingin dia tanyakan.
"Saya ingin tau apa setelah pak dokter bercerai pak dokter pernah mempunyai kekasih lagi".
"Oh saya pikir kamu ingin bertanya apa, belum ci saya belum menjalin lagi sebuah hubungan dengan siapapun, mungkin ada sedikit trauma karena kejadian itu".
"Apa dokter pernah berencana untuk menikah lagi?".
__ADS_1
"Sebelumnya saya tidak pernah berpikir kearah sana lagi sampai saya melihat seorang wanita yang membawa anak laki-laki kerumah sakit".
"Apa dia mantan istri pak dokter".
"Bukan masa iya saya jatuh cinta lagi padanya".
"Ya siapa tau pak dokter masih mencintainya walau dia menyakiti pak dokter".
"Cinta" ucap Andre tersenyum "Cinta ku padanya sudah hilang saat aku tau dia sudah berkhianat pada ku waktu itu".
"Terus setelah kejadian itu apa pak dokter pernah bertemu dengannya lagi ?".
"Oh terus wanita yang pak dokter ceritakan tadi bagai mana apa dia masih punya suami?".
"Tidak" jawab Andre singkat dan berkata dalam hati "apa kamu tidak sadar jika kamu orang yang aku maksud".
"Wah berarti pak dokter bisa menjadi pendampingnya".
"Ya bisa sih kalau dia mau, tapi kalau tidak ya sudah mungkin bukan dia yang akan menjadi istri saya".
__ADS_1
"Wah pak dokter ini belum apa-apa sudah menyerah, semangat dong pak luluhkan hati dia dengan apa ke, jangan pasrah saja pak dokterkan laki-laki".
"Ya terus saya harus bagai mana?".
"Ya saya juga tidak tau, karena saya belum punya anak tapi jika yang bapa kejar seorang yang belum pernah menikah mungkin saya bisa membantu pak dokter".
Andre tersenyum karena mendapat sebuah ide dan dia berkata "memangnya apa ide yang bisa kamu berikan pada saya jika orang yang saya suka adalah seorang gadis?".
"Ya pak dokter bisa jemput dia di sekolah atau di kantornya setelah dia pulang kerja itu langkah awal".
Andre tersenyum dan berkata lagi "Terus yang kedua ketiga dan selanjutnya apa".
"Kalau yang kedua buat dia nyaman pak dokter bahkan kalau bisa buat dia bergantung pada pa dokter".
"Kalau bergantung pada saya tidak mungkin karena dia seorang yang mandiri".
"oh jika seperti itu buat dia nyaman saja".
"Ya sepertinya ide kamu akan saya pertimbangkan siap tau mempan untuk orang yang saya suka dan doakan saya agar bisa bersama dengannya".
__ADS_1
"Aamiin" ucap Suci