Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Giliran jaga


__ADS_3

Keesokan paginya Suci sudah di bangunkan sang adik, karena kedua orang tuanya telah menelpon adiknya untuk membangunkannya dan memberi tahunya bahwa dia harus menjaga sang nenek di rumah sakit.


"mba, mba, bangun" ucap Sang adik yang baru duduk di bangku SD.


Suci terbangun dan meregangkan semua otot ototnya,


Suci merasa heran kenapa di jam sepagi ini sang adik sudah membangunkannya.


"Dek, kenapa kamu membangunkan mba" ucapnya Sambil menguap.


"mba di suruh ibu gantiin jaga di Rumah sakit'.


Suci heran pasalnya jika siang yang jaga pasti paman dan bibinya, Suci yang tak mungkin bertanya pada sang adik yang masih kecil langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi ibunya.


"Halo pagi mah" ucap Suci yang memulai percakapan.


"Iya pagi juga nak", ibu yang tau apa tujuan Suci menelponnya berkata "Ci maaf ibu minta tolong sama kamu hari ini kamu yang jagain nenek soalnya kamu kan libur".


Suci menghela nafasnya karena hari ini dia yang akan menjaga sang Nenek dan sudah di pastikan akan sangat membosankan.


"Iya bu nanti Suci ke rumah sakit, ya sudah Suci tutup telponnya" tut panggilanpun berakhir.


Suci yang melihat sang adik masih di kamarnya bertanya "Dek ada apa?".

__ADS_1


Sang adik langsung menjawab "Dede ingin ikut nemenin mba di Rumah sakit" ucapnya sambil memasang wajah cemberut, dan itu berhasil membuat Suci gemas.


"Hey kenapa kamu itu lucu sekali" ucapnya sambil memegang pipi sang adik


"Mba ih aku pengen ikut" ucap sang adik sambil berusaha melepaskan tangan sang kakak dari pipinya.


"Adik ku sayang kamu paling cuman bisa jenguk doang karena kamu tidak boleh terlalu lama di Rumah sakit karena kamu masih kecil".


"Mba aku sudah besar aku sudah masuk SD" ucapnya yang merasa jika duduk di bangku SD dia sudah besar.


"Sayang kamu memang sudah besar tapi lihat badan mu masih sebatas pinggul mba".


"Iya aku tau mbak, tapi aku ingin ikut" rengek sang adik


Suci sudah berada di lobi rumah sakit dia berjalan sambil menuntun seorang anak laki-laki.


Semua orang yang melihatnya mengira jika sang adik adalah anaknya.


Ya adik suci memang seperti anak Suci karena usia mereka yang terpaut sangat jauh, dan jika Suci nikah muda dan punya anak pasti seumuran adiknya.


Suci berjalan dan tiba tiba sang adik ingin buang air, Suci pun bertanya pada seorang suster yang lewat, dia bertanya di mana letak toilet terdekat, sang suster menunjuk dan mengarahkan di mama letak toilet tersebut.


Sang adik yang sudah tidak tahan langsung berlari menuju toilet sesuai arahan sang suster.

__ADS_1


"Terima kasih sus" ucapnya ramah dan setelah suster mengangguk Suci menyusul Sang adik dengan langkah yang lebat.


Dan lagi dia menabrak seseorang yang entah kenapa tiba-tiba menghalangi jalannya.


brug suara orang jatuh dan sudah di pastikan itu Suci dia langsung bangun dan membungkukkan badannya lslu berkata "Maaf mas", ucap Suci karena tadi sekilas melihat jaket yang di gunakan orang tersebut adalah jaket anak muda jaman sekarang, jadi dia memangil orang tersebut dengan kata mas.


Pemuda tersebut tak menjawab "kenapa perasan ku jadi tidak enak, aku merasa jika dia adalah orang yang kemarin aku tabrak juga" ucapnya dalam hati.


"Dokter Andre " suara panggilan seseorang untuk seorang Dokter.


Suci yang ingat jika dia sedang mengejar adiknya langsung menegakan badannya dan ingin meminta maaf tapi di urungkan niatnya itu karena dia melihat wajah orang tersebut.


"Sial dia lagi" ucap Suci


"Selamat pagi dokter Andre" ucap seorang wanita yang berjas dokter.


"Oh namanya Andre" ucap Suci yang mendengar jika sang wanita memangil dokter yang beberapa kali dia tabrak dengan nama Andre.


Saat suci melamun tiba-tiba tangannya ditarik oleh seorang anak, Suci yang sudah sadar berkata "Sayang maaf karena kamu ke toilet sendiri".


"Gak apa-apa, Dede kan sudah besar" ucapnya sambil mengangkat tangan ala binaragawan.


"Yasudah ayo sayang kita keruangan nenek" ucap Suci dan dia langsung pergi dan dia tidak tau jika dia sedang di perhatikan oleh Dokter yang tadi dia tabrak.

__ADS_1


__ADS_2