Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Rencana Mentari


__ADS_3

Suci sudah kembali lagi bekerja, seperti biasa dia sangat ceria, walau ada beberapa pikiran yang membebaninya, tapi dia tidak pernah menunjukan atau bercerita pada kedua sahabatnya.


Tapi sayang dua sahabatnya sedikit banyak tau tentang permasalahan cintanya tapi Suci tidak mengetahui itu.


seperti kemarin saat Mentari dan Embun berbicara di telpon, mereka membahas hubungan Suci dan berakhir karena Mentari mengatakan jika dia akan menyuruh sang suami untuk menyelidiki kekasih Suci yang kebetulan bekerja di negara yang sama saat Reyhan tinggal di luar negri.


Saat itu Reyhan tidak mau karena Mentari membuat sebuah Rencana agar bisa menguji kesetiaan pacar Suci yang berada di luar negri.


Mentari ingin menguji kesetiaan pacar Suci agar dia dan Embun yakin bahwa Suci pantas menunggu kekasihnya.


Reyhan terpaksa menyetujuinya karena di ancam sang istri yang akan membuatnya tidak bisa bercocok tanam.


Dan pada hari itu juga Reyhan menyuruh orang yang pernah bekerja padanya untuk menyelidiki terlebih dahulu bagaimana keadaan kekasih Suci itu.


Mentari tersenyum saat mendengar sang suami menelpon seseorang dan menyuruh orang itu untuk menyelidiki pacar Suci".


"Terimakasih sayang" ucap Mentari sambil mengecup bibir Reyhan sekilas dan dia langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Embun untuk memberi tahukan jika suaminya setuju.


***


Kembali lagi pada hari dimana Suci bekerja setelah dua hari dia menunggu sang nenek.

__ADS_1


"Ci kamu ceria sekali".


" iya dong kan nenek sudah boleh pulang".


"Ko cepet".


"Kau ini mendoakan agar nenek ku tetap di Rumah sakit".


Embun merasa bersalah karena ucapannya di salah artikan oleh Suci dan dia meminta maaf.


Suci yang hanya berpura-pura tidak tau maksud ucapan Embunpun tertawa dan dia berkata


"Aku memaaf kan mu tapi aku tidak marah karena aku tau maksud ucapan mu tadi apa".


"Karena nenek ingin dirawat di rumah, awalnya semua orang tidak setuju dengan permintaan nenek tapi tiba-tiba Dokter dingin itu datang dan berkata jika nenek bisa pulang asal keadaannya terus di pantau oleh seorang Dokter, dan semua orang setuju".


"Pantas saja jika seperti itu, terus siapa yang akan memeriksa sang nenek saat di rumah?"


"Aku tidak tau siapa yang akan memeriksa keadaan nenek di rumah yang penting aku tidak perlu kerumah sakit".


"Memangnya kenapa jika kamu pergi kesan" tanya Embun heran

__ADS_1


Suci tersenyum lebar dan berkata "tidak apa-apa hanya saja aku kurang suka bertemu dengan dokter yang memeriksa nenek, aku tidak suka cara dia memandang ku".


"Apa dia terlihat menyukaimu".


"Aku tidak tau, karena aku tidak mengerti dengan tatapan dinginya itu, dia persis seperti Reyhan saat memakai masker.


Embun kaget karena orang yang mereka bicarakan sikapnya dingin tapi detik berikutnya dia tersenyum


"Bun ko kamu senyum".


Embun yang berpikir jika dokter itu tertarik pada sahabatnya itu bertanya tentang dokter tersebut


"Ci apa dia sudah tua?".


"Kata nenek umurnya di atas tiga puluh tapi jika di lihat dari wajahnya sepertinya masih di bawah tiga puluh".


"wah kayanya ganteng nih, jadi penasaran pengen lihat" ucap Embun antusias


"Kalau kamu ingin lihat dia ikut saja nanti sore kerumah sakit karena aku akan menjemput nenek".


"ok, tapi apa boleh ngajak tari".

__ADS_1


"Ajak saja jika dia mau".


"Sip", dan Embun pun mengirim pesan kepada Mentari untuk ikut bersamanya dan Suci pergi menjemput sang nenek.


__ADS_2