
Leo melihat Suci dengan tatapan heran, dia heran kenapa Suci menamparnya padahal tadi Suci juga Memeluknya dan pelukan Suci lebih lama dari pelukannya barusan.
Suci yang mengerti tatapan Leo Berkata
"aku menamparmu karena kamu lancang memeluk ku padahal kamu tau bukan jika sekarang kita tidak mempunyai hubungan apapun, dan satu lagi kamu juga tau jika aku tidak suka ada yang memelukku tanpa seijin ku sekalipun itu pacarku sendiri".
Dan sebelum Suci pergi dia berkata "Jangan diam saja susul istri mu karena sepertinya dia akan menyuruh mu tidur di luar malam nanti", dan Suci pun pergi meninggalkan Leo yang sudah berlari menuju Rumahnya dan yang di lakukan Leo semakin menyakinkan Suci jika Leo berbohong akan menceraikan istrinya jika istrinya sudah melahirkan.
Suci menghampiri kedua sahabatnya dengan senyuman karena merasa laga, dan dia berkata setelah berada dekat mereka
"Terimakasih Tari kamu benar setelah aku mengeluarkan semua yang ada dalam pikiran ku aku merasa lega, aku merasa napas ku tidak terasa terhimpit lagi, rasanya batu besar itu sudah hilang dari dada ku" .
"Syukurlah jika kamu merasa seperti itu, ayo kita kembali ke hotel, Eh mending kita jalan jalan lagi mumpung di kita berada di negara ini dan kita juga belum membeli oleh-oleh".
"Iya kamu benar Tari, ayo ci " ajak Embun namun Suci tidak menjawab dan karena Suci hanya diam Mentari pun berkata
__ADS_1
"Aku traktir kamu deh, aku bayarin semua oleh-oleh yang akan kamu beli".
"Kalau aku gimana?" ucap Embun
"Kamu mah sudah punya suami jadi tidak ada untuk mu, minta saja sana pada suami mu"
Embun cemberut dan berkata "tidak adil".
Suci dan Mentari tertawa karena Embun ngambek dan setelah puas tertawa mentari berkata "iya sayang aku juga akan membayar semua oleh-oleh yang akan kamu beli".
"Terimakasih Tari" ucap Embun dan langsung mencium pipi Mentari dan seketika bulu halus yang berada di tubuh Mentari mendadak berdiri dan Mentari merasa merinding takut.
Untuk sementara Suci melupakan kesedihannya dan setelah selesai menghabiskan uang Mentari mereka kembali ke hotel untuk beristirahat dan mengemas barang yang akan mereka bawa pulang.
Mentari dan Embun beristirahat hanya membaringkan tubuh mereka tidak berniat untuk tidur karena mereka takut kebablasan bisa gawat jika mereka tidak pulang hari ini para suami akan marah dan menghukum mereka apalagi mereka masih terbilang pengantin baru walau usia pernikahan Embun sudah hampir dua bulan.
__ADS_1
Suci pun sama dia hanya berbaring karena takut kebablasan apalagi semalam dia tidak tidur dan sudah di pastikan jika tidur akan susah bangun.
Suci menatap langit kamar hotel yang di tempatinya dia mengingat kebodohannya yang menanti Leo.
"Kenapa aku jadi bodoh padahal aku sudah merasakan jika leo sudah tidak perhatian lagi pada ku dari dua tahun lalu, tapi hati ini membutakan mata dan membuat pikiran ku selalu berpikir positif tentang dia".
"Kamu benar-benar bodoh Suci, kamu bodoh, bodoh, bodoh". dan air matapun mengalir tanpa seijin Suci.
Suci dengan kasar menghapus air matanya sambil berkata "Kenapa aku masih saja menangisi laki-laki egois itu, padahal tadi aku merasa jika hati ku merasa lega.
"Menangislah sampai puas" ucap Mentari yang sudah berada di dekatnya bersama Embun tentunya
" karena esok kamu harus berusaha untuk tidak mengingat Laki-laki itu,
alihkan semua pikiran mu dari dia dengan memperbanyak aktifitas,
__ADS_1
"kamu yang mengatur apakah kamu ingin terus bersedih atau tidak,
jika kamu ingin terus bersedih maka ingatlah dia terus di setiap lamunan mu dan jika kamu ingin bahagia maka alihkanlah pikiran mu dari dia di setiap dia terlintas di benak mu".