Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Aku juga akan meninggalkan mu


__ADS_3

"Baiklah kabari aku jika nanti kamu sudah sampai. dan semoga orangtua mu segera sadar".


"Aamiin" jawab Reyhan dan telpon pun terputus.


"Ada apa?" tanya Mentari.


"Orangtua Reyhan kecelakaan dan mereka belum sadarkan diri".


"Apa kamu akan ke sana menemani Reyhan"


"Tidak, karena Reyhan akan membawa mereka ke luar negri sekarang".


"Kenapa harus di bawa keluar negri, apa tidak ada Dokter yang bisa menangani orangtua Reyhan di negara ini".


"Bukan seperti itu"


"Terus kenapa Reyhan harus jauh-jauh pergi ke sana?".


Tadinya Deni tidak ingin mengatakan alasan Reyhan membawa orangtuanya keluar negri tapi karena khawatir Mentari berpikir buruk pada tenaga kesehatan yang ada di negara mereka akhirnya Deni mengatakannya.


"Reyhan membawa orangtuanya ke luar negri karena perintah kakeknya yang berada di sana".

__ADS_1


"Oh pantas saja lalu kapan dia akan kembali ke negara kita" tanya mentari


"Aku tidak tau, tapi dia berjanji pada ku dia akan kembali jika sudah waktunya tiba" ucap Deni lalu menghembuskan napasnya berat.


"Yang sabar, di mana ada pertemuan pasti ada perpisahan".


tring.. pesan masuk pada ponsel Deni dan isi pesan tersebut " Den aku titip motor ku pakailah dan rawat dengan baik, nanti jika aku sudah kembali aku akan mengambilnya".


"Ada apa Den?" tanya Mentari karena melihat raut wajah Deni yang berubah lagi


"aku merasa sedih karena disaat dia terpuruk pun dia masih memikirkan ku, yang tidak mempunyai jendaraan, Dia memintaku untuk memakai motornya sampai dia kembali, oh iya aku lupa ada keperluan apa kamu mencari ku sampai menyusul ku kemari?".


"Tidak ada apa-apa aku hanya ingin tau rumah Reyhan saja" ucap Mentari berbohong


Tiba-tiba saja mentari menunduk dan seperti menahan sebuah tangisan lalu dia berkata "Maaf sepertinya aku juga akan meninggalkan mu".


"Maksud kamu apa?" ucap Deni berharap apa yang dia dengar salah


"Maksud ku aku juga harus pergi dari kota ini meninggalkan mu".


"kamu jangan bercanda Tari" bentak Deni

__ADS_1


"Maafkan aku Den tapi kakek ku menyuruh orang untuk membawa ku dan nenek pindah dari kota ini menuju kota S".


"Tapi kenapa harus sekarang Tari apa tidak bisa jika kamu pergi taun depan atau kapanpun asal jangan sekarang".


Mentari yang merasa bersalah memeluk Deni dan berkata "aku juga tidak mau Den, aku ingin bersama mu selamanya di kota ini, tapi apa daya ku, aku hanya gadis remaja biasa yang belum bisa hidup mandiri tanpa bantuan kakek ku".


Deni melepaskan pelukan Mentari dan bertanya "maksud mu apa, bukan kah kamu hidup selama ini dari tabungan nenek dan orang tua mu?".


"Iya tadinya nenek bilang seperti itu tapi ternyata dia berbohong" ucap Mentari sambil menangis.


Mentari berusaha untuk tidak menangis lagi agar bisa melanjutkan kata-katanya setelah bisa menghentikan tangisannya mentari pun berkata


"Tadi dia bilang jika selama ini kami bisa hidup karena di bantu oleh kakek ku dan nenek menyuruh ku untuk tinggal bersama kakek ku".


"Oh jadi seperti itu, lalu kapan kamu akan berangkat?".


"nanti malam itulah kenapa aku datang kemari dan ada satu hal lagi yang mau aku sampaikan pada mu".


"Apa? tanya Deni


"Sebenarnya aku menyukai mu, tapi bukan suka sebagi sahabat melainkan rasa suka seorang wanita pada seorang laki-laki" ucap Mentri menunduk

__ADS_1


Mentari menyatakan perasaannya kali ini hanya karena dia ingin memastikan jika Deni benar-benar tidak menyukainya.


__ADS_2