Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
kita lihat


__ADS_3

"Dia pergi Dra, dia pergi tanpa berpamitan padaku" ucap Mentari lesu dan dia berkata lagi "Sumpah Dra aku benci sama dia rasanya aku ingin memukulnya, dia seenaknya saja datang dan pergi dari hidupku, dan yang paling membuat ku jengkel kenapa dia pergi sebelum dia bilang jika dia tidak lagi mencintai ku, agar aku tidak berharap lagi padanya"


Samudra yang mendengar ocehan Mentari berkata dalam hati " Maafkan ayahku Tari karena secara tidak langsung ayahku yang membuat kalian tidak bisa bersatu, aku sudah mencoba menyadarkannya tapi belum bisa".


Ya orang yang pernah menyadap percakapan Reyhan dan Mentari adalah Samudra ya Samudra adalah anak dari penjahat itu, selama ini dia terus mencari Reyhan setelah dia tau semua kejahatan ayahnya, dia ingin tau kenapa Reyhan tidak membalas perbuatan ayahnya, karena menurut Samudra bukan hal sulit bagi Reyhan untuk mencari siapa dalang dari semua kecelakaan yang menimpa keluarganya.


Mentari yang melihat Samudra melamun berkata "Dra kamu lagi ngelamunin apa serius banget?".


Bukanya menjawab pertanyaan Mentari Samudra malah berkata "Tari apa kau benar-benar tidak bisa menerima cintaku?".


"Maaf Dra aku benar-benar tidak bisa jika bisa mungkin sekarang aku sudah mengatakan iya, Dra sebaiknya kamu menyerah saja karena percuma mengejar ku hati ku ini sudah penuh oleh manusia yang sangat menyebalkan itu, walau dia sering membuatku menangis tapi tetap saja aku tidak bisa menggantinya dengan mu padahal kamu tidak pernah membuat ku menangis".


"Tari coba kamu katakan dengan tegas jika kamu tidak mencintai ku" ucap Samudra

__ADS_1


"Baiklah, Samudra aku Mentari tidak mencintaimu bebaskan hati mu dari ku karena aku tidak bisa mencintaimu".


"Apa seperti itu sudah cukup" tanya Mentari


"Sepertinya sudah dan semoga aku mendapat pengganti mu secepatnya".


"Aamiin, Oh iya sepertinya Embun masih menyimpan rasa pada mu".


"Kau ini Tari ada-ada saja mana mungkin dia masih menyimpan rasa pada ku secara dia yang memutuskan hubungan kami dulu".


Kini Suci dan Embun sudah sampai di taman, Mentari yang sudah meliha mereka langsung memegang tangan Samudra sampai mereka di dekat Mentari.


"Cie sepertinya ada yang akan jadian beneran nih " ucap Suci lalu dia melihat Embun untuk menyetujui perkataannya

__ADS_1


Embun yang fokus pada tangan Mentari dan Samudra tidak menjawab pertanyaan Suci dan Samudra melihat itu.


Lalu Mentari berkata "Sayang terimakasih bunganya aku suka".


"Cie yang lagi kasmaran romantis banget iyakan Bun?". tanya Suci lagi dan Embun tidak meresponnya lagi.


lalu Suci berkata lagi " Hei bun sebenarnya kamu sedang melamunkan apa perasan dari tadi kamu hanya diam tidak menjawab pertanyaan ku


Embun tersadar karena Suci tadi berkata sambil menepuk pundak Embun "Eh ada apa?" tanya Embun


"Itu aku dan Mentari ingin ke toilet jadi kamu disini saja bersama Samudra!". ucap Suci


"Eh ko gitu aku tidak mau aku ingin ikut dengan kalian saja" ucap Embun

__ADS_1


"Kalau kamu ikut kasihan Samudra tidak ada temannya lagi pula jika kamu ikut kamu juga akan tetap diam di sana menunggu kami, mending kamu di sini nunggunya kamu tau bukan menunggu sendirian adalah hal yang paling menyebalkan di dunia ini " ucap Suci memberi alasan.


Karena Embun merasa yang di katakan Suci ada benarnya diapun menyetujuinya.


__ADS_2