Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
kenapa


__ADS_3

"Maksud nona apa?"


"Reyhan kenapa kau semakin menyebalkan" ucap Mentari


"Wah sayang sekali kita tidak sedang berhadapan jika kita sedang berhadapan aku pasti sudah mengecup bibirmu yang pasti sedang terlihat lucu".


"Reyhan aku membenci mu". ucap Mentari


"Iya aku tau jika nona benar-benar mencintaiku (BENCI)".


"Sumpah ini orang maunya apa, diajak pacaran tidak mau tapi sikapnya selalu seperti itu". ucap Mentari dalam hati sambil melihat Reyhan dari belakang.


"Sudah jangan marah marah terus nanti cepat tua apalagi umur nona sudah" puk sebuah tas menghantam kepala Reyhan.


"Nona jangan seperti itu nanti tas nona rusak". ucap Reyhan


"aku sengaja ingin merusaknya" ucap Mentari dengan ketus


Setelah itu Mentari memasang headset di telinganya karena sudah tidak sanggup lagi mendengar ucapan Reyhan yang membuat dia ingin menenggelamkan Reyhan kedalam samudra.


Setelah Reyhan melihat Mentari memasang headset dia langsung berkata dengan suara lirih "Maaf Tari aku telah menyakiti hati mu, tapi kamu harus tau jika aku benar-benar mencintaimu, aku melakukan ini agar nyawamu tidak terancam, aku tidak mau lagi kehilangan orang yang aku sayang, sudah cukup aku merasakan kehilangan". setelah berkata seperti itu Reyhan menyeka air matanya.


Mentari yang duduk di belang juga melakukan hal yang sama dengan Reyhan yaitu menyeka air matanya, ya dari tadi Mentari mendengarkan ucapan Reyhan karena headset yang dia pakai tidak mengeluarkan suara apapun.

__ADS_1


Setelah merasa lebih baik Reyhan berkata lagi "aku berharap kamu bisa mendapatkan pengganti ku, yang hidupnya tidak seperti diriku.


Mentari berkata dalam hati "Baiklah jika itu keinginan mu aku akan benar-benar mencari pengganti mu".


Mobil Mentari sudah sampai di kantor Mentari dan seperti biasa Reyhan menunggu Mentari di dalam mobil, Setelah mentari keluar dia masuk kembali kedalam mobilnya untuk pergi ke perusahaan Reyhan.


Mereka sampai di kantor Reyhan, Mentari keluar dari mobilnya setelah Reyhan membuka pintu mobil tersebut.


Suci dan Embun yang melihat mereka merasa heran karena mereka berpikir jika Mentari dan Reyhan akan menjadi sepasang kekasih karena kejadian semalam.


"Tari". ucap Suci


Mentari menoleh ke arah Suci dan dia tersenyum lalu dia menghampiri Suci.


"Bukankah aku memang majikannya dan dia pengawal ku" ucap tari


"Iya aku tau itu, tapi kami pikir karena kejadian semalam kamu dan Rey akan bersatu" ucap Suci


"Sudah kita bahasnya di dalam saja".


"Baiklah". ucap Suci


Mereka sudah berada di ruangan tempat mereka bekerja, Suci yang ingin tau kejadian semalam berakhir seperti apa berkata " jadi kenapa kalian tidak berpacaran?".

__ADS_1


"Karena dia tidak mau berpacaran dengan ku". ucap Mentari lesu


"Kenapa? padahal kami pikir dia juga mencintai mu ".


ucap Embun.


"Dia memang mencintaiku bahkan dia yang bilang sendiri pada ku" ucap Mentari


"Terus kenapa kalian tidak berpacaran?". tanya Suci


"Karena dia tidak mau berpacaran denganku malah dia menyuruh ku untuk mencari orang yang kehidupannya tidak seperti dia".


"jika dia menyuruh mu untuk mencari yang kehidupannya lebih baik berarti dia minder Tari karena dia hanya seorang pengawal" ucap Embun


"Bukan itu alasannya" ucap Mentari


"jika bukan itu alasannya terus apa?". tanya Embun


Mentari menghembuskan napasnya kasar lalu dia berkata "Dia takut jika aku menjadi incaran orang-orang yang ingin membunuhnya"


Embun dan Suci kaget karena ucapan Mentari, lalu Embun bertanya " apa kamu tidak salah bicara Tari".


"Tidak" ucap Mentari singkat

__ADS_1


"Tapi kenapa ada yang ingin membunuh Reyhan padahal dia cuman seorang pengawal?" tanya Suci


__ADS_2