
Pertama Reyhan yang memberi selamat dan di susul Mentari dan saat mentari berjabat tangan dengan Suci dia langsung memeluk Suci dan meminta maaf sambil menangis karena sudah membuat Suci marah.
Suci yang sudah tidak marah lagi berkata "sudah jangan menangis apa kau tidak malu di lihat orang".
"Aku tidak mau berhenti sebelum kamu memaafkan aku" ucap Mentari di sela tangisannya.
"Iya aku maafkan dan maafkan aku juga karena sudah berpura-pura marah pada kalian" ucapnya berbisik takut suaminya mendengar.
Mentari membolakan kedua matanya dan langsung mencubit pinggang Suci tanpa aba-aba dan suci menjerit pelan karema tau mereka sedang di mana.
lalu sekarang giliran Embun yang memberi selamat dan langsung memeluk Suci, Embun juga menangis dan meminta maaf lalu berakhir dengan mencubit pinggang Suci.
Mereka berfoto bersama dan di saat mereka sedang bersiap Mentari berkata "Ci ternyata Embun juga kemungkinan sedang hamil karena dia tidak mendapatkan tamu bulanannya selama Tiga bulan, jadi secepatnya kamu harus membuat perutmu juga membuncit agar kita punya anak seumuran, itu pasti seru".
"Iya bener ci harus secepatnya".
"Iya, doakan saja, semoga aku bisa cepat menyusul kalian".
"Aamiin" ucap mereka bertiga, dan tanpa mereka sadari jika Andre dari tadi sedang mencuri dengar dan dia tersenyum saat mendengar permintaan Kedua sahabatnya istrinya apalagi Istrinya mengiyakan keinginan kedua sahabatnya.
__ADS_1
***
Mentari sudah sampai di kediamannya dan langsung turun dari mobil yang sudah berhenti dan Reyhan juga ikut turun.
Mentari merasa heran kenapa suaminya ikut turun bukankah dia ada rapat "ah mungkin dia ingin buang air atau ada yang tertinggal" ucap Mentari dalam hati dan dia tidak mau bertanya langsung.
Reyhan yang melihat Mentari menatapnya langsung menggandeng tangan Suci untuk masuk kedalam rumah dan terus sampai masuk kamar.
Karena Reyhan bukan ke kamar mandi atau mengambil barang dan malah duduk di tepi tempat tidur membuat Mentari bertanya.
"Mas kamu bilang ada pertemuan ko ini malah duduk di situ" ucap mentari sambil menatap heran pada sang suami.
"Terus kenapa masih disini" ucap Mentari yang seperti akan membersihkan tubuhnya karena dia bicara sambil mengambil handuknya.
"Sayang jangan dulu masuk ke dalam kamar mandi" ucap Reyhan.
"Kenapa?" tanya Mentari
"Sini dulu" ucap Reyhan sembari menepuk bagian tempat tidur yang berada di sebelahnya
__ADS_1
Mentari tidak menjawab dengan kata atau sebuah anggukan tapi dia langsung duduk di samping Reyhan.
"Jadi kenapa masih di sini" tanya Mentari lagi.
Reyhan langsung mengelus perut Mentari dan berkata "Ya karena mas ada pertemuan dengan anak mas", dan dia langsung mencium perut Mentari.
"Mas aku pikir beneran mas ada pertemuan".
"Ini juga beneran akan ada pertemuan antara bagian tubuh mas dengan calon anak kita, iyakan mas tidak salah?".
Mentari yang sudah paham berkata "Mas apa tidak cape apa lagi ini tengah hari".
"Tentu saja tidak sayang" ucap Reyhan sambil mengangkat dagu sang istri agar dia bisa melihat wajah sang istri yang pasti sudah berubah kemerah-merahan.
"Kamu tau mas menahannya sejak semalam karena kamu tidur di hotel bersama dua sahabat mu, dan keinginan itu datang lagi pas mas melihat kamu sangat cantik hari ini".
"Jadi sebelum hari ini aku jelek?" ucap Mentari tidak terima dengan ucapan Reyhan.
Reyhan lupa jika sang istri sangat sensitif alhasil niatnya yang ingin bertemu calon buah hatinya gagal sudah karena Mentari yang marah.
__ADS_1