Pengawalku CEO Ku

Pengawalku CEO Ku
Terjebak hujan


__ADS_3

Reyhan ,Mentari dan juga Suci pamit pada orangtua Embun juga kepada Embun dan Samudra, mereka pamit karena malam sudah semakin larut.


Embun meminta pada Suci untuk menginap saja, dia khawatir jika Suci pulang sendiri karena ini Sudah malam.


Mentari yang juga khawatir berkata "Iya benar Ci kamu menginap saja di sini".


Suci yang di khawatirkan oleh kedua sahabatnya berkata jika dia tidak bisa menginap karena kedua orangtuanya barusan memberi kabar jika mereka harus pergi ke Rumah sakit karena neneknya jatuh sakit dan dia harus segera pulang karena sang adik sendirian di rumah karena tadi saat mereka akan pergi adiknya sudah tertidur.


Reyhan yang mengerti situasi Suci berkata "Begini saja kamu saya antar pulang".


"Lalu bagai mana dengan mobil saya". ucap Suci sembari melihat mobilnya yang tidak mungkin dia tinggal karena dia tidak mau jika besok dia harus datang lagi ke rumah Embun untuk mengambilobilnya.


Reyhan yang mengerti jika Suci tidak mengerti dengan ucapannya berkata "Maksud saya kamu pakai mobil kamu dan kami mengantarmu dengan kami mengikutimu dari belakang".


"Ok jika seperti itu aku mau, karena tidak perlu bolak balik ke sini'.

__ADS_1


"Ya sudah ayo" ajak Mentari yang sudah merasa lelah dan ingin secepatnya sampai di rumah.


Suci sampai di rumahnya dengan Selamat, Reyhan dan Mentari pun pergi untuk pulang ke rumah mereka namun di tengah perjalanan tiba-tiba hujan turun dengan deras di ikuti kilatan petir yang terus terlihat di langit yang sangat gelap dan juga suara yang terdengar menggelegar setelah kilatan kilatan itu menghilang.


Reyhan menghentikan mobilnya di bahujalan karena dia takutb ika harus menerobos hujan.


Lima menit sudah dia menunggu hujan reda, namun sepertinya hujan tidak akan berhenti dalam waktu dekat.


Reyhanpun merasa jika perjalanannya tidak bisa di lanjutkan lagi dan dia memutuskan untuk menginap di Rumah Deni yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka menepi saat ini.


Mentari menyetijui saran Reyhan karena dia juga sedikit takut dengan cuaca malam itu.


Mereka sampai di halaman Rumah Deni, Deni menyambut pasangan pengantin baru itu dengan senyuman.


Deni langsung menyuruh mereka masuk namun di saat mereka berjalan Deni bertanya "Kenepa kalian bisa terjebak hujan seperti ini".

__ADS_1


"Maaf karena sudah mengganggu istirahat mu Den, Kami terjebak hujan karena mengantar Suci ke rumahnya " ucap Mentari menjawab pertanyaan Deni karena Reyhan tidak ada.


"Ya sudah kamu langsung masuk kamar dan bersih-bersih."


"Dimana kamarnya?" tanya Mentari bingung karena dia melihat dua kamar di atas dengan satu kanar lebih besar ukurannya, dan dua lagi di bawah dengan ukuran yang sama besar dengan yang di atas.


"Kamar Reyhan itu yang paling besar di atas, kalau ini kamarku dan itu kamar kedua orangtuaku.ucap Deni sambil menunjukan kamar yang dia sebut.


"Aku tidak menyangka jika sekarang kamu sudah menjadi orang kaya Den". ucap Mentari sambil melihat sekeliling.


"Alhamdulilah berkat suamimu aku sekarang bisa menjadi orang kaya walau tidak sekaya kalian". ucapnya sedikit merendah.


"Ya sudah aku naik dulu". ucap Mentari yang ingin segera membersihkan dirinya.


"Iya sebaiknya begitu" ucap Deni yang belum bertanjak dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


"Ternyata keputusan ku dulu yang menolak mu bukan sebuah kesalahan tari" ucap Deni yang mengingat masa di mana dia dulu menolak cinta mentari padahal dia juga mempunyai rasa yang sama dengan mentari tapi dia memilih untuk menolaknya karena dia tau Reyhan menyukai Mentari dan merasa jika Reyhan lebih pantas untuk Mentari.


__ADS_2