
Mereka langsung pergi dari tempat wisata tersebut dengan Suci yang sudah di pastikan tidak akan masuk Angin lagi karena Andre sudah memberinya obat sebelum Suci menaiki motor Andre.
Awalnya langit terlihat cerah kembali dan itu membuat Andre dan Suci merasa lega tapi setelah beberapa meter motor melaju, hujan pun turun tidak terlalu deras tapi lama kelamaan hujan itu semakin deras dan membuat Andre harus menghentikan laju kendaraannya dan mereka berteduh di sebuah mini market.
"Mas apa hujan nya akan reda?" tanya Suci yang cemas karena melihat air hujan yang sepertinya tidak akan berhenti dalam waktu dekat.
"Sepertinya akan lama Ci, Ci apa kamu mau ikut aku kerumah saudaraku yang ada di sini?" tanya Andre dan dia berharap Suci mau karena mereka tidak mungkin melanjutkan perjalanan mereka lagi.
Suci berpikir dan pada akhirnya menyetujui permintaan Andre.
Setelah hujan sedikit mereda Andre mengajak Suci ke rumah saudaranya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka berteduh.
Andre memarkirkan motornya di halaman Rumah satu lantai tapi memiliki halaman yang sangat luas dan banyak pohon buah-buahan.
Pembantu Rumah tersebut menyambut kedatangan mereka dan dia berkata "selamat datang mas, mba, silahkan masuk".
__ADS_1
"Iya bi, oh iya bi apa adik saya sudah pulang".
"Belum mas mba Santi belum pulang tapi tadi dia bilang jika mas Andre mau kesini".
"Oh iya kalau begitu kami masuk dulu".
"Silahkan mas" ucap sang pembantu
Setelah Andre dan Suci masuk kedalam Suci langsung di arahkan oleh Andre ke sebuah kamar untuk membersihkan dirinya.
"Iya mas, terima kasih, kalau begitu saya kedalam dulu".
Andre hanya mengangguk dan dia pergi ke kamar yang sering dia gunakan saat datang kerumah itu.
Andre dan Suci sudah berganti pakayan dan wajah mereka sekarang sudah terlihat segar tapi mereka belum keluar kamar karena ada yang harus mereka lakukan sebelum keluar kamar.
__ADS_1
Suci menelpon pihak hotel untuk memperpanjang waktu menginapnya agar barang-barangnya tidak di keluarkan dari kamar hotelnya.
Sementara Andre menelpon keluarganya dan entah apa yang mereka bahas dan sepertinya sangat serius.
Baru setelah mereka selesai dengan urusan masing-masing mereka keluar kamar dan duduk di ruang tamu sambil menikmati makanan ringan yang di sajikan oleh bi sum.
Suci yang merasa keadaan di antara mereka terasa canggung memulai percakapan agar kecanggungan itu tidak terasa lagi.
"Mas aku jadi penasaran sebenarnya kamu berapa bersaudara?".
"Aku tiga bersaudara, aku yang paling tua dan adik ku keduanya perempuan dan mereka sudah menikah, ini Rumah adik ku yang bungsu dan adik aku yang satu lagi rumahnya dekat Rumah sakit karena suaminya juga sama seperti ku seorang dokter, itu foto adik bungsu ku dan suaminya tapi sayang sudah dua tahun menikah belum juga di beri keturunan".
Suci hanya mendengarkan tanpa mau menyela ucapan Andre.
Ingin rasanya dia bertanya apa orang yang memeluk Andre di rumah sakit adalah mantan istrinya atau adiknya yang tinggal di dekat Rumah sakit, tapi sayang Suci mengurungkan niatnya karena takut sakit hati lagi seperti tadi saat menanyakan untuk siapa kalung yang di beli Andre.
__ADS_1
"Ah sebaiknya aku tidak menanyakan itu karena bisa bisa jawaban Dokter Andre membuat hatiku sakit lagi". ucap Suci dalam hati.