
Tiara melihat kereta delman yang lewat. Dia pun meminta agar mereka mengendarai delman tersebut.
Sandi menurut saja dengan permintaan istrinya itu. Ia menyetopkan tukang delman tersebut.
"Antarkan kami ke museum xxx pak," kata Sandi.
"Bisa mas," kata tukang delman.
Tiara melihat pemandangan yang mereka lewati dan ia merasa kagum karena ternyata Bali memiliki pemandangan yang sangat luar biasa.
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri?," tanya Sandi.
"Tidak apa-apa mas, aku hanya kagum melihat sisi asli dari Bali ini," kata Tiara.
Sandi tersenyum.
"Mbak dan masnya pacaran atau sudah menikah," tanya tukang delman memulai obrolan.
"Kami sudah menikah pak," kata Sandi.
"Sudah punya anak berapa?," tanya tukang delman.
"Anak? kami baru saja melangsungkan pernikahan sekitar satu bulan yang lalu pak. Boro-boro anak, hamil saja belum ada tanda-tanda," kata Sandi.
__ADS_1
"Oh begitu ya mas, saya doakan mudah-mudahan mas dan mbak cepat-cepat diberi momongan," kata tukang delman.
"Amin, terima kasih ya pak," kata Sandi.
"Amin, terima kasih ya pak atas doanya," kata Tiara.
"Iya mas, mbak, sama-sama," kata tukang delman.
Tukang delman kembali mengemudikan kereta delman dengan hati-hati.
Tidak lama, mereka sampai dimuseum yang mereka ingin kunjungi.
"Kita sudah sampai dimuseumnya mas," kata tukang delman.
"Baik pak, kami akan turun," kata Sandi.
Sandi memberikan uang pecahan seratus ribu rupiah kepada tukang delman sebagai balas jasa karena telah mengantar mereka ke tempat tujuan.
"Saya tidak ada kembaliannya mas," kata tukang delman.
"Tidak apa-apa pak, untuk bapak saja semuanya. Saya ingin berterima kasih juga untuk doa bapak tadi," kata Sandi.
"Wah, terima kasih banyak ya mas. Mudah-mudahan rezeki mas selalu lancar dan melimpah," kata tukang delman.
__ADS_1
"Iya pak, terima kasih. Mudah-mudahan doa bapak tadi kembali juga ke bapak," kata Sandi.
"Iya mas, amin," kata tukang delman.
Tukang delman pun meninggalkan mereka berdua dimuseum tersebut.
Sandi dan Tiara memasuki museum. Museum yang mereka kunjungi ini sangat besar. Banyak sekali peninggalan sejarah yang terdapat disini.
Mereka melihat beberapa banyak lukisan yang menggambarkan tentang kebudayaan dan juga asat istiadat yang ada di Bali.
Tiara meminta kepada Sandi agar mereka berdua berfoto didekat lukisan-lukisan tersebut. Sandi pun menuruti apa yang diminta oleh Tiara.
Kemudian mereka kembali mengelilingi museum untuk melihat berbagai macam peninggalan sejarah lainnya.
Setiap kali Tiara melihat ada karya yang menarik, dia akan meminta Sandi untuk berfoto didekat karya-karya tersebut. Lalu meng-upload foto-foto tersebut ke jejaring sosial media pribadi miliknya.
Farhan terlihat santai diruang kelas memainkan ponselnya sambil menunggu kedatangan dosen. Ia melihat status what's app Tiara yang menunjukkan foto-foto dirinya dengan Sandi disebuah museum.
Hm, semakin kesini si Tiara semakin bucin saja. Batin Farhan.
Farhan segera melewatkan status what's app Tiara tersebut. Entah karena cemburu atau apa? hanya Farhan yang tahu.
Setelah selesai berjalan-jalan dimuseum, Sandi dan Tiara melanjutkan perjalanan mereka ke salah satu pagar budaya dikota tersebut yaitu sebuah bangunan sejarah.
__ADS_1
Akan tetapi mereka nampaknya tidak tahu, jikalau Lisa sedang berada disana untuk kepentingan projek iklan.
Sandi juga nampak santai saat dirinya dan Tiara akan mengunjungi bangunan sejarah yang bisa saja disana mereka bertemu.