
Tiara menoreh kebelakang setelah mendengar suara Fira.
"Ternyata kamu Fir," kata Tiara.
"Kamu rajin sekali belajarnya," kata Fira.
"Aku hanya ingin mendapatkan nilai yang memuaskan," kata Tiara.
"Hm, iya deh," kata Fira.
Semua mahasiswa dikelas Tiara sudah mulai berdatangan begitu pula dengan Farhan. Tidak seperti sebelumnya, Farhan sekarang duduk dikursi tempat dimana ia duduk sebelumnya.
Tapi ekspresi Farhan masih nampak jelas tidak menghiraukan keberadaan Tiara. Fira pun memperhatikan hak tersebut.
Selang beberapa menit, dosen pun datang. Sang dosen pun membagikan lembaran kertas ulangan yang akan dikerjakan mahasiswa.
Semuanya nampak fokus dalam mengerjakan soal-soal yang ada, termasuk Tiara, Farhan, dan Fira.
Disisi lain, Sandi sedang menghubungi pihak penyedia layanan jasa travel untuk memastikan jadwal keberangkatan dirinya dan Tiara.
Menurut penjelasan dari pihak jasa layanan travel tersebut, dirinya dan Tiara akan terbang besok pada jam 10:00 pagi. Dirinya pun senang mendengar penjelasan dari pihak layanan jasa travel tersebut yang artinya tidak ada penundaan keberangkatan.
Sandi kembali melanjutkan pekerjaannya.
Setelah satu jam tiga puluh menit dosen meminta seluruh mahasiswa mengumpulkan jawaban dan tugas ujian mereka ke depan.
__ADS_1
Untung saja, seluruh mahasiswa sudah selesai mengerjakan soal-soal tersebut dengan tepat waktu.
Tidak seperti sebelumnya, hari ini jadwal kuliah kelas Tiara memiliki tiga pertemuan dengan dosen. Farhan memilih ke perpustakaan demi menghindar dari Tiara sedangkan Tiara dan Fira memilih pergi ke kantin.
Saat asyik mengobrol dengan Fira, Tiara mendapatkan panggilan telepon dari seseorang. Panggilan itu berasal dari Sandi.
"Halo mas," kata Sandi.
"Halo Tir, kamu sedang dimana?," tanya Sandi.
"Aku lagi dikampus mas, ada apa?," tanya Tiara.
"Aku mau kasih tau ke kamu kalau keberangkatan kita besok sudah pasti. Aku tadi menghubungi pihak penyedia layanan jasa travelnya tadi," kata Sandi.
"Iya Tir, oleh karena itu aku meminta kepada kamu supaya saat pulang kuliah nanti banyak istirahat dirumah soalnya besok kita perjalanan jauh jadi kesehatan kita juga harus terjaga," kata Sandi memberikan nasihat.
"Baik mas, aku akan perbanyak istirahatnya," kata Tiara.
"Ok Tir, ya sudah, hanya itu saja yang aku ingin sampaikan ke kamu," kata Sandi.
"Baik mas," kata Tiara.
Sandi menutup teleponnya dan melakukan panggilan lain lagi. Dia menghubungi Lisa.
Panggilan tersebut pun langsung dijawab.
__ADS_1
"Halo sayang, tumben jam segini telepon," kata Lisa.
"Iya nih sayang, aku ingin menyampaikan sesuatu kepada kamu," kata Sandi.
"Apa itu sayang?," tanya Lisa yang penasaran.
"Aku takut mau menyampaikan hal ini kepada kamu, aku takut kamu akan marah," kata Lisa.
"Kamu takut kenapa sih sayang? aku saja belum mendengar apa yang sebenarnya yang ingin kamu sampaikan? bagaimana aku bisa marah," kata Lisa.
"Tapi kamu janji ya jangan marah," kata Sandi.
"Iya aku janji deh, memangnya apa sih yang ingin kamu sampaikan?," tanya Lisa.
"Aku akan ke bali besok sayang," kata Sandi.
"Lalu? bukannya kamu sudah biasa keluar kota untuk melakukan perjalanan bisnis. Jadi kenapa kamu takut kalau aku marah?," tanya Lisa.
"Kali ini berbeda sayang, aku akan pergi ke Bali bersama istriku," kata Sandi.
"Apa? kenapa bisa begitu?," tanya Lisa.
"Kan kamu marah, aku juga yakin kamu akan marah," kata Sandi.
"Iya deh, aku tidak jadi marahnya tapi kamu jelaskan kepadaku sekarang kenapa kamu bisa ke Bali besok bersama istri kamu?," tanya Lisa.
__ADS_1