
Tiara pun semakin kebingungan.
"Kenapa pintunya tidak kamu buka Tir?," tanya Sandi.
"Apa mas?," kata Tiara kaget mendengar perkataan Sandi.
"Kamu kok seperti kebingungan sih Tir," kata Sandi.
"Tidak apa-apa mas," kata Tiara.
"Ya sudah, buka pintunya! sepertinya laki-laki itu mengenalmu," kata Sandi.
"Baik mas, akan ku buka," kata Tiara.
Tiara membuka pintu dan ia langsung berhadapan dengan Farhan.
"Kenapa kamu bukanya lama sekali Tir?," tanya Farhan.
"Tidak apa-apa Han, ada yang harus ku periksa didalam mobil tadi," kata Tiara.
"Oh begitu. Ngomong-ngomong kamu beli mobil baru ya?," tanya Farhan.
"Mobil baru? tidak kok Han," kata Tiara.
"Yang bener? lalu kenapa kamu bisa naik mobil semewah ini ke kampus? aku saja sampai kagum melihat kemewahan mobil ini," kata Farhan.
__ADS_1
Tiara nampak kebingungan untuk menjawab pertanyaan Farhan. Farhan juga merasa aneh dengan ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Tiara, seperti orang bingung dan gugup.
Sandi memperhatikan percakapan mereka dari dalam mobil. Ia melihat keakraban yang ditunjukkan mereka.
Sandi merasa penasaran, ia pun keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka berdua.
Farhan kaget melihat seorang laki-laki keluar dari mobil. Tiara pun begitu, jantungnya makin berdegup kencang.
"Ini siapa Tir?," tanya Sandi.
"Ini Farhan mas," kata Tiara.
"Hah? mas? kamu punya kakak laki-laki Tir?," tanya Farhan.
"Saya bukan kakaknya mas tapi saya adalah suami Tiara," kata Sandi.
"Suami? kapan kalian menikah? kenapa aku bisa tidak tahu?," tanya Farhan.
"Kami menikah dua minggu lalu. Kami memang melaksanakan pernikahan kami secara tertutup. Kami hanya mengundang keluarga inti dan keluarga terdekat saja mas," kata Sandi.
"Benarkah? aku baru tahu sekarang," kata Farhan.
"Apa sebelumnya Tiara tidak pernah memberi tahukan kepada mas tentang pernikahan kami?," tanya Sandi.
"Tidak pernah mas," kata Farhan.
__ADS_1
"Benarkah? kalau boleh tahu hubungan kalian apa? saudara sepupu, teman atau?," tanya Sandi.
"Farhan adalah sahabatku mas. Kami sudah 3 tahun lebih ini berteman baik," kata Tiara.
"Baguslah kalau begitu. Harusnya kamu mengundang Farhan ke-pernikahan kita kemarin," kata Sandi.
"Aku hanya ingin menggelar pernikahan kita secara tertutup mas," kata Farhan.
"Ya sudah aku pergi dulu ya ke kantor takut terlambat. Aku duluan ya Han. Tolong jaga Tiara selama dikampus ya!,'' kata Sandi.
"Baik mas," kata Farhan dengan nada datar.
"Ok, terima kasih," kata Sandi meninggalkan Tiara dan Farhan.
Sandi memasuki mobil dan perlahan meninggalkan Tiara dan Farhan. Bunyi klakson mobil sebagai pertanda kepergian Sandi.
Farhan segera meninggalkan Tiara sendiri dengan tatapan sinis.
"Han," kata Tiara memanggil mencoba menghentikan langkah Farhan.
Tapi Farhan mengacuhkan sahabat sekaligus perempuan yang ia sukai itu. Farhan terus melanjutkan langkah kakinya tanpa memperdulikan panggilan Tiara.
Rasa kecewa menguasai hatinya. Dia merasa sangat kesal karena wanita yang ia sukai sudah menjadi milik pria lain bahkan sudah terikat dalam pernikahan yang sah.
Dia pun mengambil bunga dalam tasnya yang hendak ia berikan ke Tiara tadi. Ia pun membuangnya ke tong sampah.
__ADS_1
Farhan pergi ke taman kampus untuk menenangkan diri. Tanpa ia sadari, air matanya mengalir deras tanpa henti.
Tiara mencari keberadaan Farhan, ia terlebih dahulu mengecek ke kelas tapi hasilnya nihil. Ia mencari lagi ke kantin, hasilnya pun sama. Keberadaan Farhan tidak nampak disana.