Pernikahan Yang Dipaksakan

Pernikahan Yang Dipaksakan
Bab 13


__ADS_3

Usai berbincang dengan Rangga dan membayar biaya pre-wedding dan photo shot nya, Sandi melangkah mendekati Tiara.


"Tir, ayo kita pulang!," kata Sandi.


"Kita tidak menunggu fotonya dibingkai dulu mas?," tanya Tiara.


"kamu mau fotonya dibingkai?", tanya Sandi.


"Ia mas San, aku mau ibu dan bapak melihatnya. Aku takut mereka tidak percaya kalau kita sudah melakukan photo shot hari ini," kata Tiara.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan meminta mereka membingkainya," kata Sandi.


"Baik mas," kata Tiara. Sandi meninggalkan Tiara untuk menemui karyawan Angga.


Selang beberapa menit, Sandi kembali ke tempat duduk Tiara. Ia membawakan sebotol minuman dingin dan memberinya kepada Tiara.


"Terima kasih ya mas," kata Tiara.


"Iya," kata Sandi.


Sandi memandang Tiara lembut. Ia mulai tersenyum sendiri.


Kenapa aku ini?, kenapa aku tersenyum sendiri begini?, apa mungkin aku mulai menyukai Tiara?. Ah, tidak mungkin rasa-rasanya. Batin Sandi.


Kira-kira Sandi sedang apa ya?. Hm, coba aku telepon saja. Batin Lisa.


Suara nada dering ponsel Sandi berbunyi. Itu panggilan dari Lisa.


Haduh payah, panggilan dari Lisa lagi. apa yang harus ku perbuat?," Batin Sandi bingung.


Mendingan ku tolak saja panggilannya. Batin Sandi.


"Kenapa panggilanku dotolak sih sama Sandi?, dasar payah," kata Lisa menggerutu.


Tidak lama, Lisa menerima pesan dari Sandi.


"Maaf ya sayang, panggilan kamu aku tolak. aku lagi rapat koordinasi bersama karyawan sekarang. Maaf banget ya sayang," kata Sandi.


"Iya deh, tidak apa-apa," kata Lisa bersikap cuek.


"Kamu jangan begitu donk sayang. Aku kan sudah minta maaf," kata Sandi.


"Iya sayang, aku tidak marah kepadamu," kata Lisa.


"Terima kasih ya sayang," kata Sandi.


"Iya sayang, sama-sama," kata Lisa.


"Nanti aku telepon balik," kata Sandi.


"Ia sayang," kata Lisa.


"Ini mas, bingkainya sudah jadi " kata karyawan Angga.


"Terima kasih ya mbak," kata Sandi.


"Sama-sama mas,", kata karyawan Angga.


"Saya duluan ya mbak," kata Sandi.


"Silahkan mas!," kata karyawan Angga. Sandi tersenyum memberi balasan.

__ADS_1


"Ayo Tir kita pulang," kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara.


Sandi dan Tiara memasuki mobil. Sandi membuka pintu belakang, meletakkan bingkai foto. Sandi memasuki mobilnya dan menancapkan gas.


Tidak disadari, ternyata mereka hampir 2 jam melakukan photo shot pre-wedding tadi. Kini jam tangan Sandi menunjukkan pukul 12:00 siang. Saatnya jam makan siang.


"Tir, kita makan siang sebentar ya, aku sudah lapar," kata Sandi.


"Iya mas, tidak apa-apa," kata Tiara.


"Kamu lapar tidak?," tanya Sandi.


"lumayan layar mas, tapi tidak begitu," kata Tiara.


"Ya sudah, pas kalau begitu kalau kita makan siang,", kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara tersenyum.


"Biasanya disekitar sini ada restauran, tapi kenapa belum dapat juga ya," kata Sandi sembari menyetir mobil dengan pelan.


"Mas sudah pernah kesini," tanya Tiara.


"Dulu sering waktu zaman SMA, kalau nongkrong ya kesini sama teman-teman. Tapi setelah kuliah di Amerika sampai sekarang jarang kesini Tir," kata Sandi.


"Oh iya mas, wajar mas agak sedikit lupa tentang tempat ini," kata Tiara.


"iya Tir, begitulah," kata Sandi. Tiara kembali tersenyum.


Lama melihat-lihat dan fokus mencari, akhirnya Sandi menemukan restauran favoritnya saat dia SMA dulu.


"Itu restaurannya Tir, akhirnya ketemu juga mas," kata Sandi.


"Iya Tir," kata Sandi.


Sandi memarkirkan mobilnya dan mereka berdua turun dari mobil bersamaan.


Mereka berjalan menuju restauran dan memilih tempat duduk. Karena restauran ini termasuk restauran high class, para pelayan dengan cepat menyambut pelanggannya.


"Mau menu apa mas," tanya pelayan.


"Saya mau ayam goreng dan ikan nila bakar mbak," kata Sandi memesan makanan favoritnya.


"Oh baik mas," kata pelayan restauran.


"Kamu mau makan apa Tir?," tanya Sandi.


"aku mau makan seperti yang mas pesan saja," kata Tiara.


"Itu mbak, seperti yang dibilang oleh istri saya," kata Sandi.


"Baik mas," kata pelayan restauran.


Istri?, haduh kenapa mas Sandi memperkenalkan aku seperti itu?. Batin Tiara menggerutu.


Sembari menunggu hidangan datang. Sandi mengecek ponselnya. Tidak ada pesan dari Lisa. Dia merasa lega sementara ini.


"Mas, aku mau tanya sesuatu boleh tidak mas?" tanya Tiara.


"Tanya apa Tir?," kata Sandi.

__ADS_1


"Mas, aku boleh tidak melanjutkan kuliahku saat menikah nanti?," kata Tiara.


"Memangnya butuh waktu berapa lama lagi kamu menyelesaikan kuliah kamu Tir?," tanya Sandi.


"Sekarang sudah semester tujuh mas," kata Tiara.


"Sebentar lagi donk berarti kamu selesaikan kuliah kamu," kata Sandi.


"Ia mas, betul," kata Tiara.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Kamu boleh melanjutkan kuliah kamu sampai selesai. Sayang nanti perjuanganmu sia-sia," kata Sandi.


"Terima kasih banyak ya mas atas pengertian mas. Terima kasih atas izinnya juga mas," kata Tiara tersenyum.


"Iya," kata Sandi.


Hidangan disajikan, Tiara dan Sandi mulai menyantap hidangan itu dengan lahap.


"Tir, kamu mau minum apa?," tanya Sandi disela-sela makan siang mereka.


"Jus jeruk saja mas," kata Tiara.


"Kok minuman favorit kita sama sih," kata Sandi.


"Masa ia mas. Tiara juga sangat menyukai jus jeruk," kata Tiara.


"Samaan donk kita," kata Sandi. Sandi memanggil pelayan dan memesan minuman tersebut.


"Tir, kalau nanti sampai rumah, ajak Sandi makan siang ya dirumah," kata bu Lilis melalui pesan singkat what's app. Tiara membacanya tetapi tidak langsung membalas pesan ibunya itu.


"San, ajak Tiara makan siang direstauran ya kalau makan siang sudah tiba," kata bu Sari melalui pesan singkat what's app kepada Sandi. Sandi tidak sempat melihat pesan what's app ibunya itu.


Entah apa yang membuat calon besan ini sama-sama kompak untuk mengingatkan anaknya.


Sandi dan Tiara sudah menyelesaikan makan siang mereka. Kini dia hendak membalas pesan singkat ibunya tadi.


"Maaf bu, mas Sandi sudah mengajak makan siang diluar," kata Tiara.


"Iya sudah tidak apa-apa," kata bu Lilis.


"Iya bu," kata Tiara.


Sama seperti Tiara. Sandi mengecek kembali ponsel pintarnya. Ia melihat pesan ibunya dan segera membalasnya.


"Iya mah, aku dan Tiara sedang makan siang bersama," kata Sandi. Sandi memfoto wajahnya dan Tiara yang sedang di restauran bersama.


"Syukurlah sayang, antar Tiara sampai rumahnya ya San. Hati-hati dijalan ya nak," kata bu Sari.


"Iya mah," balas Sandi.


"Tir, aku ke kamar mandi dulu ya. aku kebelet buang air kecil," kata Sandi.


"Iya mas," kata Tiara.


Sandi berjalan menuju kamar mandi. sebenarnya Sandi mau curi kesempatan untuk menelpon Lisa tanpa diketahui Tiara.


"Halo sayang," kata Sandi membuka obrolan.


"Halo juga sayang," kata Lisa.


"Kamu mau ngomong apa tadi," tanya Sandi.

__ADS_1


"Aku," kata Lisa terhenti.


__ADS_2